Islam Institute, dan Cover Both Side of Story yang Diabaikan

Artikel yang dirilis Islam Institute, klik untuk memperbesar

Artikel yang dirilis Islam Institute, klik untuk memperbesar

Jika dalam sebuah ayat  Allah memerintahkan agar ummat manusia menyelidiki kebenaran sebuah berita, maka dalam etika jurnalistik, kita mengenal konsep keseimbangan yang lazim disebut cover both side of story. Maka seharusnya, menjadi kewajiban bagi jurnalis di Indonesia untuk selalu mengingat hal ini. Pelanggaran terhadap aspek ini bukan hanya bisa merugikan pihak-pihak yang terkait langsung dalam pemberitaan, namun juga masyarakat atau publik yang tidak mendapatkan informasi secara utuh, sehingga bisa timbul salah persepsi terhadap isi berita.

Islam Institute, dalam tautan ini, mempublikasikan artikel yang berjudul ‘NU Harus Melindungi Kaum Aswaja (Ahlussunah wal Jamaah) Dari Pengaruh Paham Syiah dan Wahabi’. Artikel tersebut dituliskan oleh HM . Misbahus Salam, Pengasuh Yayasan Raudlah Darus Salam, Sukorejo Bangsalsari Jember.

HM Misbahus Salam, yang mengutip pernyataan yang disampaikan oleh Kyai Mustofa Ali Yakub, bahwa paham Syiah lebih berbahaya dari komunis. Kyai Mustofa menyebutkan, “Di Iran, masjid – masjid kaum Ahlussunnah wal Jama’ah sudah tidak ada dan tokoh-tokoh Sunni dibantai semua, tapi kalau di Rusia Masjid-Masjid Sunni masih ada.”

Lanjutkan membaca

Kemenangan CIA: Saat Sunni dan Syiah Saling Bunuh

Muslim Sunni dan Syah shalat bersama di teheran

Muslim Sunni dan Syah shalat bersama di teheran

LiputanIslam.comMichael Scheuer, mantan senior CIA dalam wawancaranya dengan Channel 4 News menyatakan, “Sungguh ideal ketika progres IS (kelompok terori takfiri ISIS) semakin maju di Baghdad, yang (disebabkan) karena Sunni membunuhi Syiah, dan itulah yang sesungguhnya kami butuhkan. Harapan terbesar kami saat ini adalah agar Sunni dan Syiah saling membunuh dan biarkan mereka saling menumpahkan darah satu sama lain.”

Siapa yang diuntungkan dengan adanya perpecahan dalam tubuh Islam?

Imam Khomeini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, melalui sikap-sikap politik dan sosialnya, selalu menekankan bahwa persatuan Islam merupakan solusi dalam melakukan perlawanan terhadap musuh. Namun sayangnya, hal ini telah diketahui dengan baik oleh musuh-musuh Islam, sehingga selama ratusan tahun pula, mereka memakai segala macam cara agar kaum Muslimin tetap terpecah belah.

 

Lanjutkan membaca

Israel, Hizbullah, dan Bungkamnya Media Takfiri Tanah Air

Hidayatullah- AnalisisLiputanIslam.com –Dalam serangan Israel yang merengut nyawa enam orang pejuang Hizbullah beberapa waktu yang lalu, hampir seluruh media-media takfiri tanah air memilih bungkam. Dan kali ini pun, serangan balasan Hizbullah atas Israel Defence Force (IDF) di Shebaa Farms juga tidak diangkat oleh media-media tersebut. Mengapa? (Baca: Israel, Hizbullah dan Bungkamnya Media Takfiri Tanah Air)

Hidayatullah, pada tahun 2013 memuat sebuah analisis terkait hubungan antara Iran-Suriah-Hizbullah dan Israel, yang berjudul ‘Pembalasan yang tak Kunjung Tiba’. Saat itu, Israel menyerang salah satu pusat studi dan riset di Damaskus, Suriah, yang menelan banyak korban jiwa. Bangunan pun hancur. Tapi mengapa, Suriah tidak kunjung membalas?

 

Lanjutkan membaca

Arrahman.com Sembunyikan Informasi

Berita arrahmah

Berita arrahmah

Kuil,  yang merupakan kata serapan Bahasa Indonesia dari bahasa Tamil (koil) adalah bangunan yang digunakan untuk aktivitas keagamaan atau spiritual, seperti berdoa dan pengorbanan. Kuil, biasanya dikaitkan dengan ‘rumah’ para dewa, dan lazimnya, kuil merujuk pada tempat peribadatan agama Hindu.

Namun, tidak demikian halnya dengan situs pendukung teroris seperti Arrahmah. Kuil tidak lagi digunakan untuk merujuk pada tempat peribadatan agama Hindu, melainkan untuk menyebut masjid-masjid yang lazim digunakan oleh muslim Syiah.

“Taliban Pakistan serang kuil Syi’ah, 20 orang dilaporkan tewas,” demikian judul yang digunakan Arrahmah, yang mengutip berita dari Al-Jazeera.

Setelah dilakukan penelusuran, artikel aslinya sendiri berjudul ‘Worshippers killed in Peshawar mosque attack’ dan Al-Jezeera, tetap menggunakan kata mosque/ masjid.

Jadi, apa sebenarnya tujuan dari Arrahmah menerjemahkan ‘mosque= kuil’, dan bukan ‘mosque=masjid’?

 

Lanjutkan membaca

Hizbullah Kirim Pesan Damai untuk Israel?

LiputanIslam.com – Media Aktual.co, dalam artikelnya yang berjudul ‘Hizbullah Kirim Pesan Damai Kepada Israe’ menyebutkan, bahwa kelompok perlawanan yang berbasis di Lebanon itu tidak ingin terlibat bentrokan kembali dengan Israel seusai operasi Shebaa Fars yang telah menewaskan dan melukai sejumlah tentara Israel.

“Israel mengatakan telah menerima pesan dari Hizbullah. Dalam pesan tersebut, Hizbullah mengungkapkan harapan mereka agar tidak ada eskalasi bentrokan antar keduanya di perbatasan. Sebelumnya pada Rabu (28/1), bentrokan antara Hizbullah dan militer Israel di perbatasan telah menewaskan tiga orang,” tulis Aktual.co.

Lanjutkan membaca

ANNAS Menyerang, Kemenag dan Ketum MUI Bela Syiah

ANNAS ke DPRAliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), pada Rabu, 4 Februari 2015 menyambangai Komisi VIII DPR, untuk melakukan audiensi. Menurut keterangan dari Islampos, hadir sejumlah ulama dari Nahdlatul Ulama (NU). Muhammadiyah, MUI, DDII, LPII, FUI, Persis, dan lain sebagainya.

“Pertemuan ini dilakukan untuk melaporkan keresahan ulama di Indonesia terkait penodaan agama yang dilakukan Syiah. Seperti diketahui MUI telah mengeluarkan buku Mewaspadai Penyimpangan Syiah untuk membentengi akidah umat Islam dari aliran sesat,” tulis Islampos.

Islampos, yang mengutip pernyataan dari Ketua ANNAS, KH. Athian Ali Dai, MA, menyatakan, bahwa aliran Syiah telah meresahkan. Perlindungan umat beragama, kata Athian, tidak boleh dibarengi dengan kezhaliman terhadap mayoritas.

“Ajaran ini sesat dan sudah meresahkan. Pernah terjadi di Sampang, bentrokan antara Syiah dengan kalangan Nahdliyin.”

Hadir anggota Komisi VIII di antaranya, Deding Ishak, Shodiq Mujahid, dan Arzeti Bilbina. Sementara dari pihak ulama yang hadir diantaranya, Habib Zein Al Kaff (PWNU Jatim), KH. Ali Kharrar (NU Sampang), KH. Kholil Ridwan (Ketua MUI) dan Fahmi Salim (Muhamadiyah).

 

Lanjutkan membaca

pks piyungan.com berdusta atas nama Shalahuddin al-Ayyubi

Salahudin Al AyubiOleh: Ismail Amin, Mahasiswa Musthafa International University

Kenapa Raja Salman tidak menyerang Israel untuk membebaskan Palestina, dan malah menyerang Yaman? PKS Piyungan menukil status FB Syekh Abdullah al-Ramadhany, menurutnya, jawaban pertanyaan tersebut ada pada kisah Shalahuddin al Ayyubi.

Disebut bersumber dari Kitab tarikh al-Bidayah wa al-Nihayah oleh Imam Ibnu Katsir, meski tidak ditulis alamatnya secara jelas. Bahwa ketika Shalahuddin al-Ayyubi memutuskan untuk menghancurkan kaum Syiah Rafidhah dan Daulah al-’Ubaidiyyah di Mesir, ada yang bertanya, “Mengapa Anda memerangi kaum Syiah Rafidhah dan Daulah al-’Ubaidiyyah di Mesir, tapi membiarkan kaum Romawi Salibis (Kristen) menguasai Baitul Maqdis dan wilayah Palestina?”

Shalahuddin al-Ayyubi menjawab, “Aku tidak akan memerangi kaum Salibis lalu membiarkan ‘punggung’ku tersingkap di hadapan kaum Syiah!”

Maka beliau pun membasmi Daulah Syiah al-’Ubaidiyah di Mesir, Maghrib dan Syam. Setelah itu, beliau pun memimpin penaklukan kembali Baitul Maqdis, membersihkan Masjid al-Aqsha dari kenistaan kaum Salibis dan mengembalikan Palestina ke pangkuan umat Islam.

Lanjutkan membaca

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.