Terungkapnya Video Rekayasa

Kelompok oposisi Suriah banyak menggunakan propaganda foto dan video. Sejak awal perang, banyak sekali video yang dibuat sebagai ‘bukti’ kekejaman tentara Suriah. Video itu diunggah secara masif melalui jejaring sosial, dan mampu membangkitkan emosi kaum muslim di berbagai penjuru dunia.

Tapi lambat laun semua terungkap. Bisa dilihat di video berikut ini. Kecurigaan awal muncul dari: mengapa ‘tokoh’ dalam berbagai video itu sama orangnya? Setelah diselidiki lebih lanjut, terungkaplah ‘skenario’ mereka (para ‘bintang film’ di berbagai video anti-rezim itu).

Awalnya, mereka berperan sebagai tentara Assad (Syrian Arab Army-SAA), melakukan kekerasan kepada rakyat. Video diunggah ke jejaring sosial, dan disebut bahwa itulah perilaku tentara SAA.

Ketika FSA (tentara pemberontak) sudah banyak mendapat simpati mereka lalu muncul di jejaring sosial lagi sebagai FSA, yang berperan membebaskan warga dari Rezim.

Setelah SAA melakukan operasi dan mengidentifikasi mayat militan FSA lalu direkam dan diunggah oleh pendukung SAA, video itu diunggah kembali oleh pendukung FSA namun kini mereka pura-pura menjadi rakyat sipil korban SAA.

Perhatikan kesamaan ‘bintang film’-nya. (dw/syrianewsindonesia/suriahtube.blogspot.com)


 

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/terungkapnya-video-rekayasa/

Manipulasi Informasi Tentang Foto Ibu Emilia dan Ayatullah Shirazi

emilia 2

liputanislam.com–Saat ini, media sosial memang menjadi wadah yang empuk untuk melakukan sebuah kampanye, penyebaran berita, hingga melakukan penggalangan dana. Semua itu sah- sah saja, namun tidak semua pengguna jejaring sosial bijak menggunakan media tersebut untuk kebaikan, yang marak terjadi akhir- akhir ini justru penodaan agama dengan memfitnah, menyesatkan hingga mengkafirkan.

Contohnya adalah pengguna akun twitter atas nama @khomeinii1. Sering sekali yang dituliskan di dalam kicauannya bernada negatif di sebarluaskan di FB oleh orang-orang yang anti Syiah. Sayangnya, yang disebarkan tersebut kadang hanya berupa fitnah tak bernilai, namun karena kewajiban menyampaikan yang haq, tanggapan atas kicauan tersebut saya (penulis) tuliskan di sini.

 

Dengan memposting sebuah foto seorang wanita berjilbab dan dua orang pria bersorban, akun @khomeinii1 tersebut menulis:

تزوج أحد الموالين وجاء بزوجته في يوم زواجه للسيد السيستاني كي يباركها بالمتعة ،ويتضح هناك حيرة في من يبدأ بها أولاً

Kemudian disebarluaskan oleh akun di facebook dengan narasi:

Salah seorang muwaliy menikah dan ia datang bersama istrinya pada hari pernikahannya kepada Sayyid as Sistani agar As Sistani memberkahinya dengan bermut’ah, dan terlihat jelas disini kebingungan dalam perkara siapa yang akan memulai wanita tersebut sebagai yang pertama kali (menggaulinya).

Benarkah?

Sayangnya, tuduhan tersebut adalah palsu. Foto aslinya di halaman Shirazi.ir. Foto tersebut adalah foto Ibu Emilia Renita Az, pengurus organisasi OASE yang juga istri dari Ustad Jalaludin Rakhmat saat beliau mengunjungi Ayatulah Shirazi. Dalam kunjungannya tersebut, Ibu Emilia dinasehati oleh Ayatullah Shirazi, yang isinya adalah:

1. Ikhlas dalam segala hal

2. Senantiasa mengingat Ahlul Bait/ berkhidmat dalam setiap yang dikerjakan.

3. Selalu melakukan hal yang baik kepada semua orang, bahkan kepada orang yang berlaku buruk kepada kita.

4. Jangan takut dalam kesendirian

5. Jangan malas dan terus bekerja keras untuk syiar Islam

 

Semoga kedepannya siapapun akan lebih kritis dalam menyikapi sebuah informasi darimanapun asalnya. Sebagaimana Allah telah memerintahkan kita untuk menyelidiki terlebih dahulu kevalidan berita, agar bisa bersikap lebih adil atasnya. (liputanislam.com/AF)

 

Lanjutkan membaca

voaislamliputanislam.com–Voa Islam menulis;

Surat perintah pembunuhan aktivis ketiga ditandantangi kepala cabang 291 intelijen angkatan udara bagian misi khusus, Brigadir Saqr Mannon pada tanggal 28 September 2011. Surat itu memerintahkan Letkol Suhail Hassan untuk segera pergi ke wilayah utara, yang termasuk Aleppo, untuk membunuh Saria Hassoun, putra dari Mufti Besar Suriah Syeikh Ahmad Badaruddin Hassoun.

Saria Hassoun ditembak mati di jalan raya Idlib-Aleppo dekat Universitas Ibla. Dia meninggal di Rumah Sakit Nasional Idlib dengan dua peluru, satu di dada dan satu di perut. Mufti Besar Suriah Syeikh Ahmad Badaruddin Hassoun dikenal dengan sikapnya yang membela rezim Suriah. Pemerintah Damaskus kemudian menuding kelompok oposisi sebagai pelaku pembunuhan putra mufti itu. Dengan membuat tuduhan palsu itu rezim Assad berharap mendapatkan simpati dari rakyat untuk melawan oposisi.

 

Dalam berita tersebut yang diturunkan pada bulan Oktober 2012, Voa Islam luput dari memberitakan bahwa pembunuhan di awal tahun terhadap putra Mufti Suriah, pelakunya sudah ditangkap oleh pihak pemerintah Suriah dan beritanya sudah ditayangkan pada bulan April 2012. Yang membunuh Saria Hassoun, adalah teroris dari milisi bersenjata yang merasa sedang berjihad di Suriah. Berikut laporan dari SANA

DAMASCUS, ( SANA ) – Teroris Ahmad al – Maloul dan Ghassan al – Maloul pada hari Jumat mengaku membunuh Saria Hassoun Badreddin, putra Mufti Suriah Ahmad Hassoun Badreddin .

Dalam pengakuan yang disiarkan oleh TV Suriah, dua teroris juga mengaku membunuh Dr Mohammad al – Omar, profesor Sejarah di Universitas Ebla dan melakukan beberapa tindakan penjarahan dan perampokan .

Teroris Ahmad al – Maloul mengatakan, “Kami bertemu dengan Anwar Kaddour, yang mengatakan kepada kami bahwa kita akan membunuh orang penting, dia mengatakan bahwa dia tidak tahu siapa nama orang itu.”
Selengkapnya lihat di sini

Mungkin setelah kita membaca berita dari dua sisi yang berbeda, selanjutnya kita akan bertanya tanya, “Apa motif Voaislam membuat berita basi sekaligus hoax tersebut?” Dan jika kita rajin mengikuti media Islam mainstream,  sekaligus memonitor berita dari media Barat,  maka mereka semuanya kompak menjadikan pemerintah Suriah yang sah dengan pemimpinnya Bashar al Assad sebagai tokoh jahat yang harus dilenyapkan. Ini adalah sesuatu yang luar biasa, media Islam yangkatanya paling anti dengan Barat, kini mereka berada di barisan yang sama dengan kekuatan Barat dan memiliki musuh yang sama yaitu Assad. Siapa yang menunggangi dan ditunggangi? Siapa yang diuntungkan dari semua ini?  (liputanislam.com/sana/voaislam/sni/AF)


Lanjutkan membaca

Fimadaniliputanislam.com–Fimadani melaporkan,

Di tengah bentrokan antara pejuang Suriah melawan rezim Al Assad, Masjid Bani Umayyah di Aleppo dilaporkan terbaka. Menurut para aktivis, pasukan keamanan Al Assad mengambil alih masjid, “membakarnya dari dalam, dan melarikan diri.”

Mohammed Saeed, seorang aktivis di Aleppo, mengatakan kepada CNN bahwa ia melihat tentara Suriah memasuki masjid dan memicu pembakaran bangunan. Tidak ada reaksi dari pemerintah Al Assad atas pembakaran tersebut. Kantor berita nasional melaporkan, bagaimanapun, bahwa pasukan keamanan melakukan pembakaran masjid tersebut dalam rangka menghilangkan sejumlah besar “teroris” dalam operasi yang menargetkan mereka di sekitar masjid.

Yang dimaksud “teroris” oleh pemerinrtah Suriah adalah pejuang pembebasan yang tergabung dalam aliansi Tentara Pembebasan Suriah.

 

Benarkah?

Di dalam masjid – yang bisa dikatakan cagar budaya tersebut, terdapat perpustakaan yang berisikan manuskrip lawas, dan perusakannya difitnahkan pada tentara Assad sebagaimana yang gencar diberitakan media pendukung para pemberontak (contohnya oleh Fimadani).  Lalu bagaimana versi pemerintah?

SANA, Keputusan Presiden tentang Pembentukan Komite untuk Merehabilitasi Masjid Umayyad besar di Aleppo
16 Oktober 2012
DAMASCUS , ( SANA ) – Presiden Bashar al – Assad pada Senin mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 18 tahun 2012 tentang pembentukan sebuah komite untuk melaksanakan pemeliharaan dan rehabilitasi Masjid Agung Umayyah di Aleppo .
Komite ini diketuai oleh Gubernur Aleppo , Mohammad Wahid Aqqad , dan terdiri dari tujuh anggota .
Keputusan menetapkan 31 Desember 2013 sebagai batas waktu untuk menyelesaikan rehabilitasi pada masjid tersebut.
Para anggota komite adalah :
– Gubernur Aleppo Mohammad Wahid Aqqad (Ketua)
– Direktur Jenderal Militer Perusahaan Konstruksi Jenderal Riad Issa (anggota)
– Direktur Purbakala dan Museum di Aleppo Yousef Kanjo (anggota)
– Kepala Lembaga Purbakala Mohammad Qejeh (anggota)
– Insinyur Marwan Hamzeh dari Jurusan Teknik di Universitas Aleppo (anggota)
– Insinyur Fadel Mzayek dari Jurusan Teknik di Universitas Aleppo (anggota)
– Insinyur Mohammad Mesbah Baqi dari Syndicate Engineers ‘ di Aleppo (anggota)
– Insinyur Mohammad Wahid Haddad dari Aleppo Wakaf Direktorat (anggota)

Selengkapnya lihat di sini

Sana

 

Analisis:

Pertama, kita anggap semua pembaca itu bodoh dan tidak mengetahui mana yang benar untuk kasus pembakaran Masjid Umayyah Aleppo. Apabila memang benar masjid itu benar dibakar Rezim Bashar al-Assad, kenapa dalam waktu 2 hari Pemerintah Suriah (Bashar Assad) membuat rancangan anggaran dan komite untuk segera merenovasi masjid yang rusak? Apakah tidak kurang kerjaan membakar masjid sendiri, kemudian segera dibentuk panitia untuk merenovasinya dalam waktu singkat?

kedua, kalau memang pemerintah sebrutal itu merusakkan masjid, maka seharusnya tidak ada masjid yang tersisa dalam kurun waktu pemerintahan Assad karena tentunya sudah lama dihancurkan. Tapi nyatanya, masjid itu baru hancur setelah adanya revolusi bersenjata.

Disinilah perlunya ‘both side of story’ saat kita mendapatkan sebuah informasi. Cek ricek lagi dengan media lain, karena perang saat ini bukan hanya berlangsung di medan pertempuran, namun juga di media massa. Jangan sampai kita menjadi korban atas pemberitaan dari media yang telah ditunggangi kepentingan tertentu. (liputanislam.com/fimadani/sana/sni/AF)

 

Lanjutkan membaca

Pemalsuan Data Dalam Konflik Suriah – Bagian Kedua

liputanislam.com–Setelah sukses membuat provokasi di kalangan umat Islam,  dari blog yang sama masih juga mengupload foto dan video yang peristiwanya telah lampau dan memberinya judul korban kekerasan / peperangan di Suriah

Lanjutkan membaca

Pemalsuan Data Dalam Konflik Suriah

liputanislam.com–Konflik antar etnik Suriah ini meradang pada akhir 2011 disulap menjadi konflik sektarian, dan sudah diketahui siapa saja yang menjadi konspirator dan provokator daripada perseteruan yang tiada akhir ini. Pada penghujung ¾tahun 2011, sejumlah surat kabar Arab membahas infiltrasi ke Suriah dari 600sampai 1.500 personel dari Kelompok Pejuang Islam di Libya (IFGL) ke Suriah melalui Turki atas restu PM Turki Recep Tayyeb Erdogan. Perkembangannya kita melihat kepentingan-kepentingan baik politis dan strategis.

Konflik ini berimbas ke sebagian orang di Asia terutama Malaysia dan Indonesia. Berita awal konflik ini masuk ke Indonesia lewat beberapa blog sektarian. Dan parahnya blog-blog semacam ini tidak memperhatikan sumber asli baik gambar ataupun video yang mereka upload.
Perhatikan blog berikut yang memuat provokasi kebencian antar manusia :
1. Anak berbaju merah yang digantung pada gambar pertama di link tersebut
Sebenarnya gambar ini pernah diupload oleh media Juhainah Press Syria dan Syrianow.
Peristiwa kriminal yang terjadi pada tanggal 27-09-2010 merenggut seorang anak Tentara Suriah di kawasan Alkcale berusia 4 tahun yang diperkosa dan dibunuh serta digantung di kota Alkcale
Silahkan baca situs ini
2. Kedua seorang ibu memeluk anaknya ketika sakaratul maut 
Foto di atas sebenarnya adalah peristiwa yang terjadi di Iraq korban konflik Amerika – Iraq bulan Oktober 2008.
Silakan cek di situs ini:
http://musliminsuffer.wordpress.com/2008/10/30/an-‘iraqi-mother-holding-her-son…-in-his-last-moments…/
3. Jasad Anak-anak yang menurut blog tersebut korban Perang Suriah 2012 
Yang sebenarnya adalah korban Perang USA Iraq tahun 2006 yang akan dimakamkan secara massal di Ishaqi, Baghdad Utara.
Anda bisa cek di situs ini:

Lanjutkan membaca

Sensor Berita Oleh Arrahmah

Smoke rises from a bus station hit by what activists said was an airstrike by forces loyal to Syria's President Bashar al-Assad, as garbage fills the street in Jisr al-Hajj in Aleppoliputanislam.com – Kali ini yang dilakukan Arrahmah adalah penyensoran. Yaitu beberapa bagian cerita yang dirasa membahayakan eksistensi mereka, dihapus dan tidak ditampilkan dalam berita yang mereka muat. Ditambahkan dengan narasi-narasi tendensius yang tidak dimuat sama sekali dalam berita aslinya. Walau begitu dalam tulisannya kali ini, Arrahmah jujur mengungkapkan darimana sumber berita tersebut. AFP, sebuah media dari Perancis (koq media kafir? :D ) menjadi sumber berita yang berjudul Serangan udara pengecut yang dilancarkan oleh pasukan rezim Nushairiyah

ALEPPO (Arrahmah.com) – Serangan udara pengecut yang dilancarkan oleh pasukan rezim Nushairiyah Suriah telah membunuh sedikitnya 10 orang Muslim di kota Aleppo pada Selasa (21/1/2014), ujar kelompok pemantau Suriah.

“Serangan udara menghantam stasiun bus di Jisr al-Hajj di Aleppo,” ujar direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), Rami Abdel Rahman kepada AFP.

“Kami telah mendokumentasikan 10 kematian.”

SOHR mendistribusikan rekaman video amatir yang menunjukkan api besar di daerah itu, yang terletak di bagian barat kota Aleppo.

Pesawat tempur rezim juga menargetkan pemukiman Ansari, di wilayah timur.

“Sudah ada pemboman setiap hari sejak 15 Desember kecuali hari-hari di mana cuaca buruk terjadi,” ujar jurnalis yang berbasis di Aleppo kepada AFP melalui Skype.

Sementara berita aslinya, bisa dibaca di sini.

Cerita yang disensor dari AFP:

Pertama, Serangan udara dari tentara pemerintah menewaskan 10 orang di sebuah stasiun bus di Jisr al – Hajj, Allepo.  The Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa ISIL menolak mundur dari wilayah . Jadi sebelum serangan udara, tentara pemerintah sudah memberikan perintah untuk mundur.

Kedua, masih dari Syrian Observatory for Human Rights, dikabarkan bahwa ISIL sedang bertempur dengan milisi pemberontak yang lain. Dalam beberapa minggu terakhir, dikubu pemberontak Suriah memang terjadi perpecahan yang berujung saling bunuh. Pertempuran antara sesama pemberontak di Suriah pada akhirnya tetap menelan korban dari warga sipil.

Dalam berita dari AFP, sama sekali tidak disinggung tentang Syiah Nushairiyah, namun dalam berita  Arrahmah dibuat sedemikain rupa agar seolah-olah pemerintah Suriah, dan juga tentaranya adalah Syiah.

Pemerintah SyiahSayangnya meski Arrahmah berusaha membangun opini seperti itu, fakta yang tidak terbantah adalah justru pemerintah Suriah diisi oleh orang -orang Sunni. Mengutip dari Kabarislamia,

 Mufti Besar Suriah, Syeikh Ahmad Hassoun adalah Muslim Sunni. Perdana Menteri Suriah (Wael al Halqi),
Menteri Pertahanan (Fahd Jassem al-Freij), Menteri Dalam Negeri (Mohammad Ibrahim al-Shaar), Menteri Pendidikan (Saleh Al Rashed) juga muslim Sunni.
Suriah, telah berkomitmen untuk membasmi terorisme di negaranya. Serangan yang dilakukan bukanlah untuk melukai warga sipil melainkan untuk memerangi terorisme. Ketika kemudian korbannya adalah warga sipil yang tidak berdosa, itu lantaran senjata, bom, roket tidak memiliki mata untuk memilih mana korbannya. Semoga yang terjadi di Suriah hari ini menyadarkan kita di Indonesia, bahwa anarkisme, pemberontakan bersenjata atas nama agama, akan lebih banyak mudharat daripada manfaat. (liputanislam.com/afp/kabarislamia/AF)

Lanjutkan membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.