PERTANYAAN TENTANG ALLAH SWT Seri kecerdasan Imam Ahlul Bait sa#002

Dzi’lab (seorang yang fasih lidahnya, orator dan pemberani) berkata kepada kaum muslimin bahwa dirinya berniat untuk mempermalukan Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw.

Dzi’lab berkata :
“Putra Abu Thalib telah menaiki mimbar. Aku akan mempermalukan dia hari ini dihadapan kalian dengan pertanyaanku ini.” Dia lalu bertanya, “Wahai Amir al-Mukminin, apakah anda melihat Allah Tuhanmu ?”.

Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib :
“Celakalah kamu wahai Dzi’lab. Aku tidak menyembah Tuhan yang tidak aku lihat.”

Dzi’lab :
“Bagaimana anda melihat-Nya ?”.

Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib :
“Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata (inderawi), tetapi DIA dapat dilihat dengan mata hati yang sarat dengan hakikat-hakikat keimanan, wahai Dzi’lab, sesunggunya Tuhanku tidak disifati dengan jauh, gerakan, diam, bediri tegak, datang dan pergi. DIA berada di dalam segala sesuatu tetapi tidak bercampur. DIA di luar segala sesuatu, tapi tidak berpisah (berjauhan). Dia di atas segala sesuatudan tidak sesuatupun di atas-Nya. DIA di depan segala sesuatu, tetapi tidak dikatakan bahwa DIA (berada) di depan. DIA berada di dalam segala sesuatu tetapi tidak seperti sesuatu di dalam sesuatu. DIA berada di luar sesuatu. Tetapi tidak seperti sesuatu di luar sesuatu”.

Kemudian Dzi’lab terkagum-kagum dan berkata :
“Demi Allah, aku tidak pernah mendengar jawaban seperti ini. Demi Allah, aku tidak akan mengulanginya.”[SN/14]

————–
Sumber :
Kitab Saluni Qabla Antafqiduni, Karya Muhammad Ridha Al-Hakimi, halaman 27-28.

 

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: