DIMANAKAH ALLAH Seri kecerdasan Imam Ahlul Bait sa#003

Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa sekelompok pendeta Yahudi datang kepada Khalifah Abu Bakar dan bertanya,

Pendeta Yahudi :
“Apakah kamu Khalifah Nabi umat ini ?”

Khalifah Abu Bakar :
“Ya”

Pendeta Yahudi :
“Beritahukan kepada kami tentang Allah SWT. Dimanakah DIA berada, di langit atau di bumi ?”.

Khalifah Abu Bakar :
“DIA berada di langit, di atas ‘Arsy”

Pendeta Yahudi :
“Jika begitu, bumi kosong dari-Nya dan berarti Allah berada di sebuah tempat dan tidak berada di tempat yang lain ?!” bantahnya.

Khalifah Abu Bakar :
“Ini adalah ucapan orang-orang zindik !!!. Pergilah dariku !!!, kalau tidak, maka aku akan membunuh kamu !!!”.

Akhirnya para Yahudi itu pergi sambil menghina Islam. Melihat itu sayyidina Ali bin Abi Thalib menemui mereka dan berkata :

Sayyidina Ali bin Abi Thalib :
“Aku sudah tahu apa yang kamu tanyakan dan kamu bantah, dan sekarang aku katakan, bahwa Allah azza Wa jalla yang mengadakan “mana” (tempat) oleh karenanya “mana” tidak berarti bagi-Nya. DIA sangat tinggi untuk diliputi tempat. DIA ada di segala tempat tanpa bersentuhan dan bergandengan. DIA mengetahui segala sesuatu yang ada padanya. Tidak ada sesuatupun yang lepas dari pengawasan-Nya. Dan akan aku beritahukan kepada kalian tentang yang ada di dalam salah satu kitab kalian yang membenarkan apa yang aku katakan tadi, jika kalian tahu apakah kalian akan percaya ?”.

Mereka menjawab :
“Ya”

Sayyidina Ali bin Abi Thalib meneruskan :
“Tidakkah kalian membaca dalam kitab kalian bahwa Musa bin Imran as pernah suatu hari beliau duduk, tiba-tiba datang kepadanya malaikat dari arah timur, lalu Musa bertanya kepadanya, “Darimana kamu datang ?”. Malaikat menjawab : “Dari Allah SWT”. kemudian datang Malaikat dari arah barat, Musa bertanya, “Dari mana kamu datang ?”. Malaikat menjawab : “Dari Allah SWT”.

Kemudian datang Malaikat dari langit ke tujuh dan berkata, “Aku datang kepadamu dari langit ketujuh, dari Allah.” dan datang pula Malaikat dan berkata, “Aku datang dari bawah bumi yang paling bawah, dari Allah”.

Lalu Musa as berkata, “Maha Suci yang tiada tempat yang kosong dari-Nya dan tiada satu tempat yang lebih dekat kepada-Nya dari tempat yang lain.”

Kemudian para Yahudi berkata :
“Kami bersaksi bahwa itu benar”. [SN/14].

————–
Sumber :
Kitab Saluni Qabla Antafqiduni, Karya Muhammad Ridha Al-Hakimi, halaman 29-30.

 

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: