Kritik untuk Fimadani.com

LiputanIslam.com — Fimadani.com, dalam laporannya menyebutkan bahwa Han Monis, pria yang melakukan penyanderaan terhadap Lindt Chocolate Cafe di Australia pada Senin, 15 Desember 2014 adalah seorang ulama Syiah asal Iran.

“Teroris Sydney adalah Ulama Syiah Asal Iran,” demikian judul artikel yang dirilis fimadani.com.

Namun isi artikel tersebut ternyata tidak relevan dengan judul, karena fimadani menyebutkan, bahwa Moris hanya tampil (berpakaian) layaknya ulama Syiah di media.

“Dalam berbagai situs, Man Haron Monis, tampil sebagai seorang ulama Syiah yang mengenakan turbah berwarna putih yang mengindikasikan bahwa ia adalah seorang ulama bukan dari kalangan Ahlul Bait,” sebut fimadani.com.

Perhatikan dua foto berikut:

Moris tampil layaknya ulama Syiah

Monis tampil layaknya ulama Syiah

Monis tampil layaknya ulama Sunni

Monis tampil layaknya ulama Sunni

Continue reading “Kritik untuk Fimadani.com”

Iklan

Tanggapan KH Alawi untuk KH Kholil Nafis

sunni-shiaLiputanIslam.com — Pernyataan KH Kholil Nafis yang menyebut sejumlah aliran radikal akan menghabisi NU pada 2030 ditanggapi tegas oleh ulama muda NU, KH Alawi Nurul Alam Al-Bantani. Menurutnya, acara itu tidak mengatasnamakan NU secara umum, sehingga tidak bisa dijadikan rujukan.

[Catatan redaktur: judul dan paragraf pertama artikel ini telah diedit pada 23/12, sesuai konfirmasi ulang LI dengan KH Alawi, selengkapnya baca rubrik wawancara]

Seperti dilaporkan situs muslimmedianews.com yang mengaku mengutip dari antarajatim.com, dalam seminar bertajuk Menyikapi Konflik Sunni-Syiah dalam Bingkai NKRI” diadakan Aswaja Center PWNU Jatim di Surabaya, Kamis (18/12), Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Dr KH Kholil Nafis Lc MA mengingatkan bahwa aliran Wahabi, Syiah, dan aliran radikal lainnya bisa menghancurkan NU sebagai aliran moderat pada 2030.

“Mereka punya uang dan menargetkan NU akan habis pada 2030, karena kelompok Syiah saat ini sudah memiliki 61 organisasi di Jawa dan 23 organisasi di luar Jawa,” kata Kholil.
Menurut Kyai Alawi, yang merupakan anggota Tim Aswaja Center Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini, memang ada pihak-pihak di dalam tubuh NU, yang menjalin koalisi dengan Salafi Wahabi, dengan mengatasnamakan NU. Sementara di lain pihak, NU sendiri sangat konsisten untuk menahan laju ideologi Salafi Wahabi yang kian marak di tanah air.

Dalam berbagai kesempatan, Kyai Alawi menyampaikan bahwa kerukunan Sunni dan Syiah akan menguatkan Islam dan sebaliknya, perpecahan di antara kedua madzhab Islam ini akan semakin melemahkan Islam. Menurutnya, perpecahan itu memang sengaja didesain agar umat Islam selalu ribut di antara sesamanya dan melupakan urusan yang lebih penting, yaitu memegang pos-pos penting di pemerintahan. (baca: Nahdliyin Jangan Mau Diperalat Takfiri)

Continue reading “Tanggapan KH Alawi untuk KH Kholil Nafis”

Jurnalis Mesir, Menjawab Fitnah Media Intoleran atas Iran

sunni shia unitedLiputanIslam.com — Seperti yang telah dijabarkan di sini, dalam terminologi agama, fitnah itu memiliki dua pengertian. Pertama, berarti tuduhan-besar tanpa fakta. Kedua, berarti situasi kacau yang menekan. Fitnah dalam pengertian yang pertama dipastikan akan menimbulkan fitnah dalam pengertian kedua. Tuduhan palsu pastilah menekan di tertuduh. Karena itu, seorang manusia yang normal tentu tak suka difitnah. Tak ada yang suka dituduh sebagai pembunuh atau mencuri, ketika ia memang bukan pelakunya.

Fitnah jelas bertentangan dengan kebaikan, sekaligus bertabrakan dengan sejumlah pilar etika dalam Islam. Bahkan, dalam sejumlah literatur Islam, dikatakan bahwa keburukan fitnah lebih dahsyat (asyadd) daripada pembunuhan. Fitnah memang bisa membunuh karakter, menghancurkan reputasi yang sudah dibangun bertahun-tahun, mengancam kehidupan ekonomi (fitnah bisa membuat seseorang kehilangan pekerjaan), menyuburkan dendam kesumat, serta mengancam keselamatan jiwa. Yang terancam bukan hanya jiwa orang yang difitnah, melainkan juga keluarga dan kelompok. Itulah mungkin makna dari pernyataan Allah bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

Fitnah memang menakutkan. Sejarah mencatat bagaimana fitnah telah mencabik-cabik persatuan dan melemahkan ummat Islam. Bagaimana pula ribuan nyawa manusia melayang gara-gara fitnah. Lihatlah berbagai macam perang saudara yang terjadi di abad pertama sejarah Islam. Semuanya meletup menyusul adanya tuduhan yang dilontarkan.

Sebagian dari fitnah itu tetap menjadi misteri. Tapi sebagiannya lagi kemudian terungkap. Tapi, seandainyapun terungkap, prosesnya berlangsung sangat lama,sehingga banyak di antaranya terasa sia-sia karena sang tertuduh keburu meninggal, sebelum namanya sempat direhabilitasi. Benar-benar membuat miris!

Dan ingatlah, ketika nahimunkar.com menulis,

Bicara soal Sunni di Iran, jelas penuh tragedi sejak Khomeini menang di Iran 1979. Para ulama Sunni disembelihi atau dibunuh, masjid-masjid Sunni dihancurkan, madrasah-madrasah Sunni ditutup. Bahkan di Teheran, ibukota Iran, tidak ada masjid Sunni sampai sekarang. Kalau Muslimin Ahlus Sunnah (Sunni) berjum’atan di hari Jumat, maka khabarnya mereka ke kedutaan-kedutaan Negara-negara Islam di Teheran. Sedangkan sinagog Yahudi dan gereja Nasrani menurut berita-berita, di Teheran itu banyak. Ini apa artinya, permusuhan Syiah terhadap Islam jelas nyata, melebihi negeri-negeri yang sering orang sebut sebagai kafir sekalipun. Misalnya London ibukota Inggris. Bahkan ada surat kabar Barat sendiri menyebut “ada Mekkah” di London, karena setiap Jum’at, kaum Muslimin yang berjum’atan tidak tertampung, hingga mereka shalat di jalan-jalan yang membelah pergedungan tinggi di kawasan perkotaan.

Juga ketika arrahmah.com menulis,

Ketika ummat Islam di Suriah dibantai rezim Syiah, dan ketika ummat Islam di Iran dibantai dan mengalami perlakuan diskriminatif oleh para penguasa Syiah, saat itu pula di Indonesia misionaris Syiah leluasa menjajakan paham sesatnya di radio, surat kabar, televisi, hingga ke perguruan tinggi Islam seperti UIN dan IAIN.

Kalangan Syiah itu tidak perlu menunggu jadi mayoritas lebih dulu untuk menjadi penguasa di suatu kawasan, karena dalam posisi sebagai minoritas pun mereka bisa merebut kekuasaan dari tangan kaum Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah). Salah satu sebabnya, mereka ditopang kekuatan negara-negara kafir yang memusuhi Islam.

Ketika kompasislam.com menulis,

Menurut Habib Zein, propaganda Syiah di Indonesia sangat kontradiktif, mereka mengajak persatuan antara Syiah dan Ahlus Sunnah padahal di negara asalnya yaitu Iran, Syiah membantai Ahlussunnah yang tertindas.

“Tokoh-tokoh Ahlussunnah dibantai oleh rezim Khomeini, banyak ulama Ahlussunnah yang mendekam di penjara-penjara di Iran sampai hari ini, masjid-masjid Ahlussunnah dihancurkan, bahkan dibeberapa kota dilarang membangun masjid,” terangnya.

“Kalau kita ke Teheran tidak akan mendapatkan masjid Ahlussunnah tapi kita akan dengan mudah mendapatkan tempat-tempat peribadatan orang Yahudi dan Nasara. Padahal jumlah Ahlussunnah di Iran sekira 20 juta atau sepertiga dari penduduk Iran.” tambahnya.

”Mereka membantai dan mendzolimi saudara kita di Iran dan Iraq, tapi anehnya mereka di Indonesia mengajak ukhuwah Islamiyah. ” tegasnya.

Continue reading “Jurnalis Mesir, Menjawab Fitnah Media Intoleran atas Iran”

Mengungkap Penyesatan Felix Siauw: Perbaikan atau Penghancuran?

mekkah 5LiputanIslam.com – Ustadz Felix Siauw, tokoh dari kelompok transnasional Hizbut Tahrir Indonesia melalui media sosial menyatakan dukungannya terhadap ‘perbaikan’ yang dilakukan rezim Arab Saudi terhadap kota suci Mekkah.

“Perbaikan itu memang tak nyaman, karena engkau mengubah dirimu, dan apa yang biasa tampak padamu. Perbaikan itu selalu tak enak, itu yang terlihat apalagi yang tak terlihat, prosesnya lebih rumit dan detail. Perbaikan itu seringkali mengundang protes, kritik, komplain, ejekan dan komentar pedas dan menyakitkan, namun ingatlah karena siapa engkau memperbaiki diri,” tulisnya.

Berbenah itu tak mudah, namun niscaya agar beroleh berkah, juga terhindar dari musibah, dalam perbaikan ada beberapa yang tertinggal, banyak lagi yang diubah, tapi lebih banyak lagi yang ditambahproses itu kadang tak enak, namun setelah selesai perbaikan, kita akan lebih bermanfaat dan menemukan banyak hal lagi yang perlu kita perbaiki. Maka lakukanlah semua karena Allah, maka bersabarlah dengan kesabaran yang indah,” tambahnya lagi.

Dalam statusnya tersebut, Ustadz Felix Siauw mengunggah foto perluasan, dan pembangunan gedung mewah di sekitar Ka’bah dan menyebutkan kata ‘perbaikan’ berulang-ulang, lalu kata ‘berbenah’ dan ‘bermanfaat’, yang sepertinya hendak menekankan, bahwa yang terjadi di Mekkah adalah sebuah proses, sebuah perbaikan, sebuah fase yang menuju kepada sesuatu yang bermanfaat/ mashalat…

Namun sayang, Ustadz Felix Siauw tidak mengungkapkan kehancuran lain dibalik ‘perbaikan’ tersebut. Laporan republika.co.id, 17 Maret 2013 menunjukkan, beberapa situs paling suci bagi umat Islam, di Mekkah, terancam punah. Setelah Rezim Saudi setuju dengan pembangunan Masjidil Haram menjadi kawasan megapolitan, maka beberapa peninggalan sejarah Rasul Muhammad Saw dinyatakan hilang.

 

Continue reading “Mengungkap Penyesatan Felix Siauw: Perbaikan atau Penghancuran?”

Membongkar Kebohongan Panjimas.com

Foto: berita harian Suriah, klik untuk memperbesar

Foto: berita harian Suriah, klik untuk memperbesar

Situs Panjimas.com merilis artikel yang berjudul “AS Akan Kirim 400 Tentara Untuk Melatih Milisi Syiah di Suriah Guna Melawan IS.”

“Pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat ini akan mengirimkan 400 tentara untuk membantu para pemberontak dan milisi Syi’ah di Suriah dalam rangka melawan dan memerangi Daulah Islamiyyah/Islamic State (IS),” tulis Panjimas.

Dari keterangan lebih lanjut, disebutkan bahwa Panjimas.com mengutip berita dari Reuters.

Continue reading “Membongkar Kebohongan Panjimas.com”

Islam Institute, dan Cover Both Side of Story yang Diabaikan

Artikel yang dirilis Islam Institute, klik untuk memperbesar

Artikel yang dirilis Islam Institute, klik untuk memperbesar

Jika dalam sebuah ayat  Allah memerintahkan agar ummat manusia menyelidiki kebenaran sebuah berita, maka dalam etika jurnalistik, kita mengenal konsep keseimbangan yang lazim disebut cover both side of story. Maka seharusnya, menjadi kewajiban bagi jurnalis di Indonesia untuk selalu mengingat hal ini. Pelanggaran terhadap aspek ini bukan hanya bisa merugikan pihak-pihak yang terkait langsung dalam pemberitaan, namun juga masyarakat atau publik yang tidak mendapatkan informasi secara utuh, sehingga bisa timbul salah persepsi terhadap isi berita.

Islam Institute, dalam tautan ini, mempublikasikan artikel yang berjudul ‘NU Harus Melindungi Kaum Aswaja (Ahlussunah wal Jamaah) Dari Pengaruh Paham Syiah dan Wahabi’. Artikel tersebut dituliskan oleh HM . Misbahus Salam, Pengasuh Yayasan Raudlah Darus Salam, Sukorejo Bangsalsari Jember.

HM Misbahus Salam, yang mengutip pernyataan yang disampaikan oleh Kyai Mustofa Ali Yakub, bahwa paham Syiah lebih berbahaya dari komunis. Kyai Mustofa menyebutkan, “Di Iran, masjid – masjid kaum Ahlussunnah wal Jama’ah sudah tidak ada dan tokoh-tokoh Sunni dibantai semua, tapi kalau di Rusia Masjid-Masjid Sunni masih ada.”

Continue reading “Islam Institute, dan Cover Both Side of Story yang Diabaikan”

Kemenangan CIA: Saat Sunni dan Syiah Saling Bunuh

Muslim Sunni dan Syah shalat bersama di teheran

Muslim Sunni dan Syah shalat bersama di teheran

LiputanIslam.comMichael Scheuer, mantan senior CIA dalam wawancaranya dengan Channel 4 News menyatakan, “Sungguh ideal ketika progres IS (kelompok terori takfiri ISIS) semakin maju di Baghdad, yang (disebabkan) karena Sunni membunuhi Syiah, dan itulah yang sesungguhnya kami butuhkan. Harapan terbesar kami saat ini adalah agar Sunni dan Syiah saling membunuh dan biarkan mereka saling menumpahkan darah satu sama lain.”

Siapa yang diuntungkan dengan adanya perpecahan dalam tubuh Islam?

Imam Khomeini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, melalui sikap-sikap politik dan sosialnya, selalu menekankan bahwa persatuan Islam merupakan solusi dalam melakukan perlawanan terhadap musuh. Namun sayangnya, hal ini telah diketahui dengan baik oleh musuh-musuh Islam, sehingga selama ratusan tahun pula, mereka memakai segala macam cara agar kaum Muslimin tetap terpecah belah.

 

Continue reading “Kemenangan CIA: Saat Sunni dan Syiah Saling Bunuh”

Israel, Hizbullah, dan Bungkamnya Media Takfiri Tanah Air

Hidayatullah- AnalisisLiputanIslam.com –Dalam serangan Israel yang merengut nyawa enam orang pejuang Hizbullah beberapa waktu yang lalu, hampir seluruh media-media takfiri tanah air memilih bungkam. Dan kali ini pun, serangan balasan Hizbullah atas Israel Defence Force (IDF) di Shebaa Farms juga tidak diangkat oleh media-media tersebut. Mengapa? (Baca: Israel, Hizbullah dan Bungkamnya Media Takfiri Tanah Air)

Hidayatullah, pada tahun 2013 memuat sebuah analisis terkait hubungan antara Iran-Suriah-Hizbullah dan Israel, yang berjudul ‘Pembalasan yang tak Kunjung Tiba’. Saat itu, Israel menyerang salah satu pusat studi dan riset di Damaskus, Suriah, yang menelan banyak korban jiwa. Bangunan pun hancur. Tapi mengapa, Suriah tidak kunjung membalas?

 

Continue reading “Israel, Hizbullah, dan Bungkamnya Media Takfiri Tanah Air”

Arrahman.com Sembunyikan Informasi

Berita arrahmah

Berita arrahmah

Kuil,  yang merupakan kata serapan Bahasa Indonesia dari bahasa Tamil (koil) adalah bangunan yang digunakan untuk aktivitas keagamaan atau spiritual, seperti berdoa dan pengorbanan. Kuil, biasanya dikaitkan dengan ‘rumah’ para dewa, dan lazimnya, kuil merujuk pada tempat peribadatan agama Hindu.

Namun, tidak demikian halnya dengan situs pendukung teroris seperti Arrahmah. Kuil tidak lagi digunakan untuk merujuk pada tempat peribadatan agama Hindu, melainkan untuk menyebut masjid-masjid yang lazim digunakan oleh muslim Syiah.

“Taliban Pakistan serang kuil Syi’ah, 20 orang dilaporkan tewas,” demikian judul yang digunakan Arrahmah, yang mengutip berita dari Al-Jazeera.

Setelah dilakukan penelusuran, artikel aslinya sendiri berjudul ‘Worshippers killed in Peshawar mosque attack’ dan Al-Jezeera, tetap menggunakan kata mosque/ masjid.

Jadi, apa sebenarnya tujuan dari Arrahmah menerjemahkan ‘mosque= kuil’, dan bukan ‘mosque=masjid’?

 

Continue reading “Arrahman.com Sembunyikan Informasi”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑