Menjawab Fitnah Takfiri Tentang Kelaparan di Madaya Suriah

madayaLiputanIslam.com — Awal minggu ini, beberapa foto dan video diunggah oleh aktivis oposisi Suriah, yang menunjukkan kondisi dari anak-anak dalam kondisi kurang gizi, akibat pengepungan yang -mereka sebut- dilakukan oleh Tentara Sudiah (SAA) di pedesaan Madaya. Dalam hitungan jam, gambar dan video tersebut telah menjadi viral, yang memicu kemarahan dari seluruh dunia, termasuk badan hak asasi manusia HRW dan Amnesty International.

Hizbullah juga turut dipersalahkan. Kelompok perlawanan ini dituduh telah memaksakan pengepungan di Madaya. Padahal, sebagian besar pejuang Hizbullah telah kembali ke Qalamoun dan Aleppo. Hizbullah dituduh menanam ranjau di sekitar Madaya, dan dituduh memblokade bantuan kemanusiaan yang datang ke kawasan tersebut.

The Arab Source melakukan wawancara dengan Bulan Sabit Merah Suriah (SRC). Benarkah tudingan dari aktivis oposisi Suriah tersebut?

Ketika ditanya tentang bantuan kemanusiaan yang tidak sampai ke Madaya, Direktur SRC di Damaskus menjelaskan, agar mereka bisa mengirim bantuan, maka mereka harus mendapatkan ‘lampu hijau’.

Lampu hijau yang dimaksud adalah persetujuan yang diberikan oleh seluruh pihak terlibat dalam sengketa. Jadi, semua pihak harus membuka jalan ke wilayah yang terkepung, dan harus mematuhi perjanjian yang disepakati. Artinya, SRC belum bisa masuk ke Madaya karena tidak ada perizinan/ kesepakatan baik dari pemerintah Suriah, ataupun pihak pemberontak.

Mengapa warga setempat tidak dievakuasi?

Direktur SRC menyatakan, bahwa agar warga sipil bisa dievakuasi dari Madaya, maka pasukan pemberontak yang mengepung warga Kafraya dan Al-Fou’aa di Idlib juga harus membolehkan warga setempat  dievakuasi. Namun kedua belah pihak (pemerintah maupun pemberontak), tidak menyetujui opsi ini. Kondisi warga baik di Madaya, Al-Fou’aa dan Kafraya adalah “mimpi buruk” bagi kemanusiaan.

Pada akhir Agustus 2015, utusan delegasi iran bertemu dengan pejabat Turki di Ankara, untuk membahas potensi 6 bulan gencatan senjata, agar kota-kota yang terkepung seperti Madaya, Al-Zabadani, Al-Fou’aa, dan Kafraya, bisa menerima bantuan yang dibutuhkan.

Kedua belah pihak akan memediasi pertempuran ini dan setuju untuk usulan gencatan senjata. Aturan-aturan telah disusun untuk menjaga ketertiban, bantuan kemanusiaan akan mengevakuasi warga sipil dan petempur yang sakit maupun terluka. Sayangnya, seluruh perjanjian gencatan senjata ini diimplementasikan dengan sangat buruk – tidak ada tanggal penetapan kapan bantuan kemanusiaan akan diperbolehkan bergerak, atau kapan pihak ketiga akan menindaklanjuti gencatan senjata ini.

Fouaa“Dunia benar-benar mengecam keras atas krisis kemanusiaan di Madaya. Sayangnya, dua tempat yang dikepung oleh pemberontak yaitu Kafraya dan Al-Fou’aa – yang kondisi warganya juga memprihatinkan – diabaikan begitu saja,” tulis Leith Fadel, jurnalis The Arab Source.

“Media-media begitu cepat menyebarluaskan kondisi Madaya, tetapi mereka buang muka terhadap kondisi warga di Idlib, yang tengah dikepung oleh Jaysh al-Fateh. Al-Jezeera dan Orient TV adalah media yang pertama kali mengeluhkan kondisi Madaya, namun ironisnya, mereka berada di garis depan bersama pasukan Jaysh Al-Fateh yang menembakkan meriam, menjadikan Al-Fou’aa dan Kafraya bagaikan neraka,” kecam Leith.

“Dan yang lebih buruk, kelompok yang disertai oleh Al-Jeezera dan Orient TV adalah kelompok teroris yang mengeluarkan ancaman berdasarkan sekterian terhadap warga sipil di Kafraya dan Al-Fou’aa.”

Kemanusiaan yang pilih-pilih

Entah dimana posisi Anda, baik pendukung oposisi Suirah atau pendukung pemerintah Suriah, propaganda Madaya ini menunjukkan cacat dalam perang – yaitu kemanusiaan yang pilih-pilih. Benar, kedua belah pihak telah melakukan tindakan yang tidak manusiawi. Keduanya pantas dikecam, dan bukan hanya mengecam pemerintah Suriah sambil merangkul kawanan teroris.

Warga sipil menderita di Madaya, Kafraya, Al-Fou’aa, dan bukannya berusaha pro-aktif untuk menyelesaikan masalah ini, kedua belah pihak memilih melancarkan propaganda untuk saling menjatuhkan satu sama lain. (ba)

Baca update info: Foto-foto krisis Madaya tenyata palsu

___

Tulisan ini disarikan dari artikel yang dirilis oleh The Arab Source.

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: