Jawaban NU Cabang Suriah Terkait Fitnah Takfiri atas Krisi Madaya-Suriah

ALjezera tukang bohongLiputanIslam.com – Sejak sepekan terakhir, Madaya menjadi buah bibir baik di media internasional maupun media Indonesia. Dilaporkan, terjadi kelaparan yang sangat parah di wilayah tersebut, akibat pengepungan yang dilakukan oleh Hizbullah dan pasukan pemerintah.

Berbekal dengan foto-foto palsu, media-media semacam Al-Arabiya dan Al-Jazeera melakukan fitnah terhadap Suriah.

Baca: Foto Palsu Lagi dari Al-Jazeera dkk Terkait Krisis di Madaya

Apa yang sebenarnya terjadi di Madaya? Liputan Islam menghubungi PCNU Suriah. Berikut petikan wawancaranya:

Liputan Islam: Assalamu’alaikum. Bisa diterangkan kepada kami terkait Madaya? Beberapa hari terakhir, media-media masif memberitakan kondisi Madaya. Kabarnya, di kota itu terjadi kelaparan lantaran dikepung oleh Hizbullah dan tentara Suriah. Kami mendapati bahwa foto-foto yang disebarkan merupakan foto palsu. Apa yang sebenarnya terjadi di wilayah itu?

Narasumber: Wa’alaikumsalam Warahmatullah…

Madhaya ( مضايا) adalah sebuah daerah di pinggiran Damaskus. Skitar 35 km dari pusat kota. Daerah itu berada di area perbukitan dekat perbatasan Suriah- Lebanon.

Karena sekitar perbatasan, sejak dulu daerah tersebut menjadi pusat penyelundupan barang-barang dari Lebanon. Jadi tidak heran orang-orang di sekitar perbatasan baik dari wilayah Lebanon dan wilayah Suriah agak bebas bergerak lewat jalur-jalur tikus di sepanjang perbatasan.

Baca: Ini Tanggapan Hizbullah di Terkait Krisis Madaya

Tidak heran juga jika Madhaya menjadi titik transit arus amunisi dan milisi yang diselundupkan dari Lebanon. Juga perlu diketahui bahwa Madhaya itu berdampingan dengan Zabadani yang sudah mau menandatangani genjatan senjata dan rekonsiliasi dengan pemerintah Suriah. Nah, milisi-milisi yang tidak mau berdamai, atau yang tidak terlibat dalam poin-poin rekonsiliasi karena mereka bukan warga negara Suriah, akhirnya melarikan diri ke Madhaya.

 

 

Karena itu pasukan pemerintah mengepung Madhaya agar para milisi keluar atau melakukan rekonsiliasi. Ketika sembako bebas masuk, maka sama dengan menolong anjing terjepit.

MAdaya-ACTJika Madhaya diserang (atau dilakukan operasi militer), maka dipastikan penduduk sipil akan menjadi tameng hidup dan amunisi milisi untuk menyerang pemerintah lewat isu HAM dan kejahatan perang.

Lagipula, besok, Senin (11/12/2016), bantuan sembako akan masuk ke daerah itu, melalui Hilal Ahmar dan Palang Merah Internasional.

Liputan Islam: Saat ini, ada lembaga yang menamakan dirinya sebagai Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggalang dana untuk Madaya. Bagaimana tanggapan Anda?

Narasumber: Menggalang dana apaan? Wong akses masuk ke Madaya saja tidak ada. Semua sudah terkepung. Lantas, ACT mau masuk dari mana? Saya sangat khawatir jika nantinya akan digunakan untuk membeli senjata buat para milisi. Sudah lama rakyat Suriah dijual lewat penggalangan dana fiktif. Kami yang di sini tahu benar daerah itu, kami sering main ke sana sebelum konflik.

Akses ke daerah itu nol. Semua sudah dikuasai tentara pemerintah. Mereka (milisi-red) sudah kepepet. Mayoritas penduduk Madhaya juga tidak mendukung milisi-milisi tersebut.

Ciri khas mereka kalau sudah kepepet akan memakai isu-isu kemanusiaan untuk menyerang pemerintah. Contoh yang nyata adalah Homs. Ketika semua milisi sudah angkat kaki, penduduk kembali ke rumah masing-masing dan kehidupan di sana pun kembali normal.

Liputan Islam: Baiklah, terima kasih atas informasinya.

Narasumber: Ya, sama-sama.

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: