Raja-Raja Kerajaan Wahabi Keturunan Mordechai bin Ibrahim bin Moishe (Tokoh Yahudi Basra)

Arab MunafikOleh: Putu Heri

Pertikaian di antara ummat Islam, akhirnya akan memberikan kesempatan bagi musuh untuk memuluskan agendanya. Di Timur Tengah, siapa lagi yang diuntungkan dengan perang tak berkesudahan di negara-negara Arab kalau bukan entitas Zionis Israel?

Dengan alasan Kedubes Arab Saudi dibakar oleh demonstran di Iran, beberapa negara-negara Arab seketika memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Sayangnya, hal yang sama tidak berlaku atas Israel. Nyaris tiap hari rezim Zionis ini membakar, merudal, menembaki warga Palestina, namun negara-negara ini tetap bermesraan dengan Israel. Tak heran jika ulama terkemuka Ahlussunah, Syaikh Imran Hossein berkata, bahwa Arab Saudi dan Israel adalah saudara. [1]

Jika ucapan Syaikh Imran diartikan secara harfiah– bahwa Israel-Saudi adalah saudara—nampaknya hal ini tidaklah terlalu mengejutkan. Raja Faisal misalnya, terang-terangan mengaku bahwa ia dan Yahudi adalah saudara sepupu. Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Washington Post, (17/9/1969). [2]

 

 

Ada pertanyaan menggelitik dari Jamal Syahman, seorang peneliti Yaman.

“Di mana sekarang anak cucu Bani Nadhir, Bani Qinqa’, Bani Quraidzah dan kabilah-kabilah Yahudi lain yang dulu tinggal di Mekkah, Madinah, dan Hijaz? Kita mengetahui bahwa sejak periode sejarah itu sampai detik ini mereka belum punah. Saya berkeyakinan bahwa peristiwa pembunuhan dan peledakan yang terjadi di negara Arab dan Islam ini (Yaman – red.) tidak mungkin dilakukan oleh orang Islam, apalagi dengan sedemikian ganas!” [3]

Iraqi Mukhabarat atau Badan Intelejen Irak pernah menulis laporan tentang Keluarga Kerajaan Arab Saudi, merujuk pada buku karya Abdul Wahhab Ibrahim al-Shammari yang berjudul The Wahhabi Movement: The Truth and Roots. Disebutkan bahwa Abdul Aziz, raja pertama di Arab Saudi, merupakan keturunan dari Mordechai bin Ibrahim bin Moishe, seorang pedagang Yahudi yang berasal dari Basra. Di Nejd, Moishe berbaur dengan suku Aniza dan mengganti namanya menjadi Markhan bin Ibrahim bin Musa. Ia lantas menikahkan anak lelakinya dengan wanita dari suku Anzah di Nejd. Dari perkawinan inilah yang kelak akan melahirkan keluarga Saudi.

Intelejen Irak juga mengungkapkan dokumen yang menyebutkan bahwa Mohammad Sakher, menjadi target pembunuhan ketika ia tengah meneliti darah Yahudi yang mengalir di dalam keluarga kerajaan Saudi. Sementara itu, buku The History of the Saud Family karya Said Nasir mengungkap bahwa pada tahun 1943, Duta Besar Arab Saudi untuk Mesir yaitu Abdullah bin Ibrahim al Muffadal, membayar Muhammad al Tammai untuk menciptakan ‘pohon keluarga kerajaan’ yang menunjukkan bahwa keluarga Saudi dan Wahabi adalah keturunan langsung dari Nabi Muhammad Saw. [4]

***

Secara tersirat, makna Arab Saudi-Israel bersaudara adalah: kedua negara ini memiliki kepentingan yang sama, memiliki musuh yang sama, dan karenanya, mereka pun bekerjasama saling menjaga satu sama lain.

Israel berulang kali menegaskan bahwa Iran adalah musuh nomor satu mereka. Sementara Arab Saudi pun selalu berseberangan dengan Iran pasca tumbangnya Syah Reza Pahlevi. Awal tahun ini, akhirnya menjadi momentum bagi Arab Saudi untuk memutuskan hubungannya dengan Iran.

Suriah adalah batu sandungan bagi Israel. Tidak ada hubungan diplomatik antara Suriah-Israel. Kelompok perlawanan Hamas, Jihad Islam, dan Hizbullah, mendapatkan dukungan penuh dari Suriah. Meletuslah pemberontakan di Suriah pada tahun 2011. Israel berkali-kali menyerang Suriah dengan menggunakan jet tempur. Israel juga merawat para pemberontak Suriah yang terluka. Sementara Arab Saudi, menyediakan dana dan senjata untuk para pemberontak. Klop bukan?

Arab Saudi menyerang Yaman dengan klaim memerangi Syiah Houthi. Israel datang membantu. Israel menyuplai senjata, yang dikirimkan langsung ke pangkalan udara Khalid bin Abdul Aziz. [5]

Israel bukanlah musuh Arab Saudi. [6] Bahkan negara ini juga memberi instruksi kepada media untuk melakukan propaganda, bahwa Israel bukanlah musuh yang harus diwaspadai. Iran-lah yang harus dijadikan musuh. Tidak bertepuk sebelah tangan, Perdana Menteri Netanyahu pun kini tengah mengupayakan untuk membentuk koalisi anti-Iran. [7]

Israel telah menjajah Palestina puluhan tahun lamanya. Mereka membunuhi warga setempat seolah-olah tengah menepuk nyamuk. Adakah Arab Saudi mengutuk agresi Israel? Tidak. Pasca diingkarinya Deklarasi Khartoum [8], adakah satu peluru Arab Saudi yang jatuh ke tanah Israel?

Namanya juga saudara. :D

Baca juga: [Bobrok Saudi Bagian Satu] [Bobrok Saudi Bagian Dua] (LiputanIslam.com)

Referensi:

[1] https://www.youtube.com/watch?v=uDopHj0c7nk
[2] http://defence.pk/threads/the-origin-and-historical-background-of-saudi-royal-family.375044/
[3] http://liputanislam.com/analisis/di-mana-sekarang-anak-cucu-kaum-yahudi-mekkah-dan-madinah/
[4] http://www.strategic-culture.org/pview/2011/10/26/the-doenmeh-the-middle-easts-most-whispered-secret-part-ii.html
[5] http://indonesian.irib.ir/international/timur-tengah/item/101160-israel-suplai-senjata-ke-saudi-untuk-bantu-perangi-yaman
[6] http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/10/10/mbnqxp-saudi-hapus-israel-dari-daftar-musuh
[7] http://liputanislam.com/internasional/kepala-mossad-iran-adalah-musuh-nomor-satu-israel/
[8] http://liputanislam.com/berita/sheikh-ahmad-adwan-mendukung-israel-dan-mengutuk-palestina/

Sumber :

Liputan Islam

Iklan