Kritik untuk Fimadani.com

LiputanIslam.com — Fimadani.com, dalam laporannya menyebutkan bahwa Han Monis, pria yang melakukan penyanderaan terhadap Lindt Chocolate Cafe di Australia pada Senin, 15 Desember 2014 adalah seorang ulama Syiah asal Iran.

“Teroris Sydney adalah Ulama Syiah Asal Iran,” demikian judul artikel yang dirilis fimadani.com.

Namun isi artikel tersebut ternyata tidak relevan dengan judul, karena fimadani menyebutkan, bahwa Moris hanya tampil (berpakaian) layaknya ulama Syiah di media.

“Dalam berbagai situs, Man Haron Monis, tampil sebagai seorang ulama Syiah yang mengenakan turbah berwarna putih yang mengindikasikan bahwa ia adalah seorang ulama bukan dari kalangan Ahlul Bait,” sebut fimadani.com.

Perhatikan dua foto berikut:

Moris tampil layaknya ulama Syiah

Monis tampil layaknya ulama Syiah

Monis tampil layaknya ulama Sunni

Monis tampil layaknya ulama Sunni

Di foto bagian atas, Monis berpenampilan layaknya ulama Syiah. Sedangkan di foto bawah, ia tampil seperti seorang ulama Sunni. Karena itulah, bbc.com, 16 Desember 2014 menggambarkan Monis sebagai seorang pria yang kerap tampil layaknya ulama, namun di Australia, ia ditolak baik oleh komunitas Muslim Sunni, maupun Muslim Syiah, sebagaimana yang dituturkan oleh Keysar Trad, pendiri Islamic Friendship Association of Australia. (Baca: Pelaku Penyanderaan Sydney Disebut “Berbahaya” dan “Tidak Stabil”)

Hal senada juga disampaikan oleh Ismail Amin, Mahasiswa Al-Mustafa International University, Qom, Iran. Kepada Liputan Islam, Ismail menyatakan bahwa Monis bukanlah seorang ulama.

“Selama di Australia, Monis berpakaian ala ulama Syiah sementara dia tidak pernah mengeyam pendidikan di hauzah Iran,” jelas Ismail, 17 Desember 2014 melalui pesan singkat.

Ismail menambahkan, bahwa Monis adalah salah satu orang yang anti-revolusi Islam Iran. Artinya, ia menolak sistem Waliyatul Faqih yang diterapkan di Iran.

“Orang ini adalah seorang penjahat dan buronan yang kabur dari kejaran polisi. Beberapa saat  lamanya dia tinggal di Malaysia kemudian meminta suaka ke Australia. Pemerintah Australia menerima permintaan suakanya dan membela orang ini setiap kali berbicara melawan Iran,” tambah Ismail.

Ismail menilai, kasus penyanderaan yang dilakukan oleh Monis, dijadikan sebagai senjata oleh media-media Barat untuk mendeskrditkan Iran, karena sejauh ini, tambah dia, hanya Iran satu-satunya yang masih tetap lantang melawan hegemoni negara adidaya, seperti Amerika Serikat.

“Pemerintah Iran sendiri telah mengutuk aksi keras Monis,” tutup Ismail.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemerintah Republik Islam Iran secara resmi mengutuk aksi penyanderaan di Lindt Chocolate Cafe, Martin Place di CBD (Central Business District).

“Mengandalkan metode tidak manusiawi seperti ini serta menebar ketakutan dan kepanikan atas nama Islam tidak dapat dibenarkan dalam kondisi bagaimanapun,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marziyeh Afkham, sebagaimana dilansir presstv.com. (Baca:  Iran Resmi Kutuk Aksi Penyanderaan Atas Nama Islam di Sidney)

Kecaman juga datang Australian National Imam’s Council (ANIC), organisasi yang memayungi kaum Muslimin di Australia. ANIC menyatakan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh Monis, sama sekali tidak mewakili Islam. (Baca:  #Illridewithyou: Perlawanan Terhadap Rasisme dan Kefanatikan)

Bahkan selama dua hari, tagar #Illridewithyou menjadi trending topic di Twitter, yang merupakan wujud solidaritas warga Australia kepada kaum Muslimin. Penduduk Australia menyadari, bahwa aksi teror yang dilakukan Monis sama sekali tidak terkait dengan agama Islam.

Rachel Jacobs, seorang dosen di Australia Catholic University menuturkan kepada Brisbane Times, bahwa #Illridewithyou merupakan sebuah perlawanan terhadap rasisme dan kefanatikan. #Illridewithyou adalah kekuatan toleransi dan kasih sayang. #Illridewithyou adalah perjanjian untuk memperlakukan semua orang—siapapun dia, dengan penuh rasa hormat. #Illridewithyou adalah pengingat bagi warga Australia, bahwa tidak sepatutnya sebuah komunitas atau kelompok harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh satu orang. #Illridewithyou adalah pesan bagi para bigot, bahwa mereka tidak diinginkan berada di Australia.

Ketika masyarakat Australia sendiri begitu toleran dan dewasa dalam menyikapi isu terorisme yang kerap dikaitkan dengan agama, lalu, apa tujuan fimadani.com membuat judul menyesatkan yang rentan menggiring opini publik kepada pemahaman keliru?

sumber : Liputan Islam

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: