Israel, Hizbullah, dan Bungkamnya Media Takfiri Tanah Air

Hidayatullah- AnalisisLiputanIslam.com –Dalam serangan Israel yang merengut nyawa enam orang pejuang Hizbullah beberapa waktu yang lalu, hampir seluruh media-media takfiri tanah air memilih bungkam. Dan kali ini pun, serangan balasan Hizbullah atas Israel Defence Force (IDF) di Shebaa Farms juga tidak diangkat oleh media-media tersebut. Mengapa? (Baca: Israel, Hizbullah dan Bungkamnya Media Takfiri Tanah Air)

Hidayatullah, pada tahun 2013 memuat sebuah analisis terkait hubungan antara Iran-Suriah-Hizbullah dan Israel, yang berjudul ‘Pembalasan yang tak Kunjung Tiba’. Saat itu, Israel menyerang salah satu pusat studi dan riset di Damaskus, Suriah, yang menelan banyak korban jiwa. Bangunan pun hancur. Tapi mengapa, Suriah tidak kunjung membalas?

 

 

“Dua pihak yang dianggap sebagai gerakan perlawanan (rezim Assad dan Hizbullah) adalah perlawanan yang berpura-pura dengan pendukung utamanya sama yakni Iran. Kedua pihak ini telah lama berkoordinasi untuk menyimpan senjata di kawasan bukan untuk membebaskan Palestina dan tidak pula membebaskan Dataran Tinggi Golan (milik Suriah-pen),” demikian analisis kolumnis Hidayatullah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa bejuga berlanjutnya posisi permusuhan dekoratif (pura-pura) di permukaan tersebut sangat penting untuk memelihara kepentingan masing-masing pihak dalam hal ini Israel, Hizbullah dan Suriah.

“Hampir semua pihak termasuk Israel yakin bahwa mau atau tidak mau, rezim Assad akan segera berakhir sehingga negeri zionis ini khawatir bila kondisi baru di perbatasan sebelah utara akan mengancam keamanannya. Kita akan lebih mudah memahami maksud serangan itu apabila melihat kondisi di lapangan terkait kemajuan al-Jeish al-Hurr (Tentara Pembebas/ FSA-red)  melawan pasukan rezim Assad,” paparnya lagi.

Dalam analisis di atas, jelas disampaikan pesan bahwa Israel, Suriah, Iran dan Hizbullah, hanya berpura-pura bermusuhan, padahal sejatinya, mereka saling melindungi kepentingan masing-masing. (Baca juga: Ancaman Netanyahu: Iran dan Hizbullah akan Membayar Mahal)

Apa jadinya, jika kemudian terbukti bahwa Israel dan Suriah benar-benar bermusuhan? Apa jadinya jika kemudian terbukti bahwa Israel dan Hizbulah saling serang? Bukankah itu artinya, media takfiri ini meludahi wajahnya sendiri? ((Baca: Hizbullah Balas Israel, 4 Tentara Zionis Tewas,1 Tertawan)

Maka, pilihan yang paling aman adalah diam, seolah-olah tidak terjadi ketegangan apapun antara Israel dan Hizbullah.

Hanya saja, konflik antara dua musuh bebuyutan ini telah menghiasi hampir seluruh media massa, baik nasional maupun internasional, dan bahkan, kemarin 28 Januari 2015, diangkat secara khusus oleh salah satu stasiun televisi swasta. Masihkah Hidayatullah dan media sejenisnya akan mengelak? Mari kita tunggu sikap mereka selanjutnya.

Sumber : Lipuutan islam

%d blogger menyukai ini: