Hizbullah Kirim Pesan Damai untuk Israel?

LiputanIslam.com – Media Aktual.co, dalam artikelnya yang berjudul ‘Hizbullah Kirim Pesan Damai Kepada Israe’ menyebutkan, bahwa kelompok perlawanan yang berbasis di Lebanon itu tidak ingin terlibat bentrokan kembali dengan Israel seusai operasi Shebaa Fars yang telah menewaskan dan melukai sejumlah tentara Israel.

“Israel mengatakan telah menerima pesan dari Hizbullah. Dalam pesan tersebut, Hizbullah mengungkapkan harapan mereka agar tidak ada eskalasi bentrokan antar keduanya di perbatasan. Sebelumnya pada Rabu (28/1), bentrokan antara Hizbullah dan militer Israel di perbatasan telah menewaskan tiga orang,” tulis Aktual.co.

 

“Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon mengatakan pesan itu dikirim melalui perantara misi PBB. Meski begitu, ia tetap memerintahkan pasukan Israel untuk siaga penuh. Dua tentara Israel yang tewas dalam bentrokan telah dikuburkan pada Kamis (29/1). Dalam serangan Hizbullah itu, seorang penjaga perdamaian PBB Spanyol juga dilaporkan tewas,” tambahnya lagi.

Benarkah Hizbullah mengirimkan pesan perdamaian untuk Israel? (Baca juga: Hizbullah, Israel, dan BungkamnyaMedia Takfiri Tanah Air)

Sayangnya, pada Jumat, 30 Januari 2015, Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah telah dengan jelas menyebutkan, bahwa pihaknya telah bersiap untuk menghadapi pertempuran kembali dengan Israel di semua level. Ia juga menegaskan bahwa entitas Zionis Israel tidak bisa membunuh orang kemudian hidup tenang, sebab pasukan muqawamah (resistensi anti Zionis) siap bertempur dan menyongsong perang di segala level.

“Sejak saat-saat pertama sudah jelas bagi kami keharusan melancarkan serangan balik demi mengganjar musuh atas kejahatannya di Quneitra, dan keputusan untuk membalas ini diambil dalam tempo tidak lebih dari dari 10 menit,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa resiko apapun siap dihadapi Hizbullah, “Meskipun segala sesuatunya mengarah kepada penghabisan,” tegasnya, sebagaimana dimuat Alalam.

“Mereka membunuh kami di siang bolong, kami bunuh pula mereka disiang bolong. Mereka menyerang kami dengan dua kendaraan, maka kami serang mereka dengan dua kendaraan, dan telah jatuh korban tewas di pihak mereka sebagaimana telah jatuh para syuhada di pihak kami,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, “Dalam beberapa hari ini orang-orang Israel sendiri mengungkapkan kebodohan perhitungan para pimpinan militer dan politik mereka dan bahwa kebodohan para pemimpin mereka itu telah menempatkan mereka dalam kondisi yang serba sulit dari segala sisi.”

Nasrallah menambahkan, “Entitas Israel hendaknya mengetahui bahwa kubu muqawamah adalah kubu yang bijak, perkasa, gagah berani, dan tidak gentar atau takut perang. Kami katakan kepada para sahabat kami bahwa kami tidak menyukai perang, tapi di saat yang sama kami juga tidak takut dan gentar terhadapnya.” (Baca: Nasrallah: Pejuang Hizbullah Siap Tempur di Semua Level ).

“Dalam beberapa hari ini orang-orang Israel sendiri mengungkapkan kebodohan perhitungan para pimpinan militer dan politik mereka dan bahwa kebodohan para pemimpin mereka itu telah menempatkan mereka dalam kondisi yang serba sulit dari segala sisi,” lanjut dia.

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: