Arrahman.com Sembunyikan Informasi

Berita arrahmah

Berita arrahmah

Kuil,  yang merupakan kata serapan Bahasa Indonesia dari bahasa Tamil (koil) adalah bangunan yang digunakan untuk aktivitas keagamaan atau spiritual, seperti berdoa dan pengorbanan. Kuil, biasanya dikaitkan dengan ‘rumah’ para dewa, dan lazimnya, kuil merujuk pada tempat peribadatan agama Hindu.

Namun, tidak demikian halnya dengan situs pendukung teroris seperti Arrahmah. Kuil tidak lagi digunakan untuk merujuk pada tempat peribadatan agama Hindu, melainkan untuk menyebut masjid-masjid yang lazim digunakan oleh muslim Syiah.

“Taliban Pakistan serang kuil Syi’ah, 20 orang dilaporkan tewas,” demikian judul yang digunakan Arrahmah, yang mengutip berita dari Al-Jazeera.

Setelah dilakukan penelusuran, artikel aslinya sendiri berjudul ‘Worshippers killed in Peshawar mosque attack’ dan Al-Jezeera, tetap menggunakan kata mosque/ masjid.

Jadi, apa sebenarnya tujuan dari Arrahmah menerjemahkan ‘mosque= kuil’, dan bukan ‘mosque=masjid’?

 

Arrahmah Menyembunyikan Informasi

Berita asli dari Al-jazeera

Berita asli dari Al-jazeera

Selain melakukan penyesatan informasi di atas, Arrahmah juga menutupi informasi yang utuh sebagaimana yang dilansir Al-Jazeera. Seperti diketahui, yang diserang oleh teroris Taliban adalah masjid, rumah ibadah kaum Muslimin, dan telah menewaskan banyak orang. PBB pun angkat bicara serangan ini.

“Mengutuk serangan itu dan mendesak pihak berwenang Pakistan, untuk melipatgandakan upaya mereka untuk melindungi agama dan etnis minoritas, serta memerangi segala bentuk terorisme,” demikian pernyataan Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal PBB.

Al-Jazeera menambahkan bahwa serangan ini adalah serangan yang ketiga terhadap masjid, dan pekan lalu, serangan serupa juga terjadi dan menewaskan setidaknya 60 orang.

Pertama, banyaknya korban yang jatuh – terutama dari kalangan muslim Syiah atas serangan Taliban, seperti sengaja ditutupi oleh Arrahmah. Jamak diketahui bahwa selama ini Arrahmah senantiasa menempatkan Syiah sebagai kelompok bengis, kejam, yang gemar membantai Ahlussunah, dan bertindak radikal. Sedangkan faktanya, justru muslim Syiah yang seringkali diserang dengan bom di masjid-masjid saat beribadah. Apakah dengan menyebut tempat ibadah mereka sebagai kuil, lantas hal itu menjadi legitimasi untuk membantai?

Kedua, Arrahmah juga sengaja menyembunyikan informasi terkait penyerangan yang dilakukan pada saat dilangsungkan ibadah shalat Jumat. “At least four suicide bombers, wearing security forces uniforms, hit the Imamia mosque during Friday prayers, officials and witnesses said,” demikian keterangan Al-Jazeera.

Namun, Arrahmah menyatakan, “Setidaknya empat penyerang mengenakan rompi peledak dan seragam pasukan keamanan, memukul “masjid” Imamia pada Jum’at (13/2/2015).”

Tentunya, diserang pada saat dilakukan peribadatan shalat Jumat, sangat berbeda dengan diserang pada hari Jumat. Jadi, harus ditegaskan kembali, bahwa korban jiwa maupun luka-luka dalam serangan tersebut, adalah orang-orang yang tengah shalat, yang tengah ‘bercengkrama’ dengan Allah, bukan orang-orang yang melakukan tindak maksiat. Shalat Jumat, merupakan salah satu ciri- ciri bahwa mereka beragama Islam. Maka sekali lagi, teroris Taliban telah membunuhi kaum Muslimin.

Jadi, siapakah Taliban? Dari keterangan Al-Jazeera, disebutkan bahwa Taliban adalah kelompok yang melakukan penyerangan pada sekolah dasar di Peshawar pada Desember 2014 lalu. Serangan brutal tersebut, telah menewaskan kurang lebih 141 anak-anak yang tidak berdosa. Namun sayangnya, informasi ini juga tidak disampaikan oleh Arrahmah. Fakta yang sedemikian jelas, juga disembunyikan agar tidak mencederai predikat Taliban yang disebut ‘mujahidin’. Pantaskah, mujahidin membantai ratusan anak-anak yang tidak berdosa?

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: