Menjawab Propaganda Media Pro Al Qaeda ” Arrahmah.Com” Iran Pemicu PD III

menjawab ArrahmahLiputanIslam.com — Setelah blokir terhadap situs pendukung kelompok radikal Arrahmah.com dicabut oleh pemerintah, maka media ini pun kembali memainkan peran sebagai corong penyesatan informasi, propaganda, dan hate speech. Dan terulang kembali, Republik Islam Iran menjadi bulan-bulanan, sebagaimana yang telah pernah diulas sebelumnya, di sini.

Dalam artikelnya yang berjudul ‘Nauzubillah, Mari Waspadai Propaganda Syiah Iran Dalam Perang Akhir Jaman’ Arrahmah memaparkan ulasan dari Divisi Fatwa dan Pengkajian Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), DR. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H., M.M.

Arrahmah menulis,

Menurut Chair, perkembangan lingkungan strategis global di Timur Tengah berlangsung demikian cepat. Konflik dan peperangan yang terjadi telah menarik perhatian dunia. Terjadinya peperangan di belahan Timur Tengah ini sering pula dikaitkan dengan dekatnya kehadiran Imam Mahdi.

Terlebih lagi bagi penganut ajaran Syiah Itsna Asyariyah dan Iran – sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan – memandang fenomena yang tengah terjadi sebagai tanda dekatnya kemunculan Imam Mahdi dari masa ghaib. Terhitung sejak keghaibannya sampai saat ini telah berlangsung sekitaar 1074 tahun.

Kondisi konflik dan peperangan di berbagai Negara di Timur Tengah secara langsung sangat berpengaruh bagi Indonesia. Terlebih lagi dalam banyak kasus ditemui adanya pengikut ISIS yang berasal dari Indonesia. Kepopuleran ISIS menyebabkan kaum muslim lupa bahwa ancaman yang lebih nyata, kompleks dan berbahaya adalah Syiah Iran. Ekspansi ideologi Syiah Iran dengan pendekatan hubungan internasional dapat dilihat sebagai gerakan non-state actor.

Iran melalui Syiahisasi dan Iranisasi telah mampu membuat jaringan yang sistematis. Ancaman ini memang bukan ancaman militer, tetapi nirmiliter. Ancaman nirmilter sangat efektif dalam upaya melemahkan tata laku sistem Ketahanan Nasional Indonesia. Cara pandang (Wawasan Nusantara) mengalami pergeseran yang cukup signifikan, mengingat ideologi Imamah Syiah Iran telah menjadikan penganut syiah lebih loyal kepada Pemimpin Besar Revolusi Iran yakni sang Rahbar, Ali Khamenei sebagai mandataris Imam Mahdi.

Tanggapan,

 

Pertama, Syiah Itsna Asyariah adalah salah satu mazhab yang sah dalam Islam, dan hal ini telah ditulis dengan jelas dalam Amman Message. Hingga hari ini, lebih dari 500 ulama dari 80 negara telah sepakat mengenai hal ini. Ulama-ulama terkemuka Indonesia juga mengungkapkan hal senanda. Tidak pernah ada fatwa yang menyatakan bahwa Syiah bukan Islam, kecuali dari segelintir kelompok takfiri yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Syiah.

Kedua, tentang paparan yang menyatakan bahwa ancaman Syiah lebih berbahaya daripada ISIS. Tuduhan ini cenderung mengada-ada, apalagi jika kita melihat kondisi di Indonesia saat ini. Pemerintah secara resmi telah melarang gerakan ISIS karena dianggap berbahaya dan mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia, sementara sampai hari ini, pemerintah tidak pernah melarang Syiah.

Berikut ini adalah baiat/ deklarasi dari ISIS yang digelar diberbagai kota, yang menyatakan kesetiaan terhadap Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin ISIS. Artinya, para pendukung ISIS ini memilih berlindung di bawah bendera ISIS dibandingkan di bawah bendera Merah Putih. Bukti yang tak terbantahkan lainnya adalah data BNPT yang menunjukkan bahwa ratusan WNI telah bergabung dengan ISIS baik di Suriah maupun Irak.

  1. Deklarasi Baiat ISIS di Masjid Fathullah Universitas Negeri Jakarta (UIN):  http://liputanislam.com/tabayun/jihad-palsu-suriah-mengancam-indonesia/
  2. Deklarasi Baiat ISIS di Bundaran HI, Jakarta: http://liputanislam.com/liputan/deklarasi-baiat-organisasi-teroris-transnasional/
  3. Pawai ISIS di CFD Solo:  http://liputanislam.com/berita/bendera-hitam-al-qaeda-gegerkan-cfd-solo-ini-kronologis-kejadiannya/
  4. Baiat ISIS di Solo: http://liputanislam.com/tabayun/dari-solo-baiat-selanjutnya-kepada-isis/
  5. Deklarasi Baiat ISIS di Malang: http://liputanislam.com/liputan/deklarasi-isis-di-malang-ribet-dan-no-free-tajil/

Sedangkan para penganut mazhab Syiah asal Indonesia, adakah diantara mereka yang pindah warga negara menjadi warga negara Iran? Adakah diantara mereka yang bergabung dengan pasukan Iran? Pernahkah mereka menggelar acara yang menyatakan baiat kepada Iran? Perhatikan wawancara Liputan Islam dengan Ali Shahab, Ketua Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran, di sini.

Liputan Islam (LI): Apakah yang dimaksud dengan negara Mullah Iran? Sebelum ini ada desas-desus yang disebarkan sebagian ustad radikal di Indonesia, bahwa alumnus Iran ingin membuat negara Syiah Indonesia. Apa benar demikian?

Ali Shahab (AS): Tidak ada istilah Negara Mullah Iran. Yang ada adalah Negara Islam atau al-Hukumah al-Islamiyyah. Hanya saja, di Iran bercorakkan “wilayatul-faqih”, yaitu bahwa kekuasaan eksekutif tertinggi ada di tangan seorang pemimpin atau rahbar yang berasal dari kalangan ulama, yang dipilih oleh Dewan Ahli yang anggotanya dipilih oleh rakyat. Sedangkan pemerintahannya dipimpin oleh seorang presiden yang dipilih rakyat langsung. Sistem yang dianut Iran ini hanya berlaku di Iran saja. Itu adalah pilihan rakyat Iran yang harus kita hormati. Sedangkan negara lain masing-masing dengan sistemnya sendiri, sesuai dengan pilihan rakyatnya. Tidak ada keharusan menjalankan sistem wilayatul faqih bagi masyarakat Syiah di tempat lain. Bahkan di Irak yang nota bene mayoritas Syiah rakyatnya memilih sistem lain.

LI:Bagaimana dengan Indonesia, apa mungkin mendirikan negara berbasis Wilayatul Faqih?

AS: Pertama, adalah mustahil mendirikan negara Islam Syiah di Indonesia. Wong Muslim Indonesia mayoritasnya Sunni kok, sedangkan jumlah orang Syiah tidak lebih dari 1 persen Kedua, sudah menjadi prinsip penganut Syiah Indonesia (termasuk alumnus Iran) bahwa mereka menerima dan meyakini bahwa Pancasila adalah satu-satunya azaz bernegara di Indonesia, bahkan mereka tidak pernah mengkhayal sekalipun untuk mendirikan negara Islam Syiah. Tidak ada bukti dan data sedikitpun yang menunjukkan adanya keinginan mendirikan Negara Syiah oleh alumnus Iran atau kaum Syiah Indonesia. Jadi, Ini adalah isu murahan yang sama sekali tidak ada nilai validitasnya.

LI:Bisa dijelaskan, Sistem Wilayatul Faqih itu apa?

AS: Konsep dasar wilayatul faqih (WF) adalah sistem pemerintahan yang dipimpin ulama dengan kualifikasi faqahah (keilmuan yang mendalam di bidang agama), ‘adalah (integritas moral dan kenegarawanan), dan kafa’ah (kapabilitas kecakapan dalam mengelola pemerintahan). Proses penetapan ulama yang memerintah pun dilalui lewat sistem demokrasi. WF adalah demokrasi plus. Rakyat tetap sebagai pihak yang paling berdaulat, karena merekalah yang memilih lewat pemilu. Hanya saja, pilihannya dibatasi pada mereka yang betul-betul teruji memiliki tiga kualifikasi di atas.

Kalaulah ada orang yang ingin mendirikan sistem WF di Indonesia, kan artinya musti lewat demokrasi juga? Ketika mayoritas penduduk Indonesia adalah penganut Ahlussunnah, tentu rasanya tidak mungkin disetujui.

Perlu diketahui juga, pemerintahan Wilayatul Faqih Iran berdiri lewat referendum yang sangat transparan di bawah pengawasan ketat PBB dan unsur-unsur internasional. Dalam referendum di Iran tahun 1979, 98,2% rakyat setuju dibentuknya Republik Islam Iran.

LI:jadi penganut Syiah Indonesia tidak berkiblat ke Iran?

AS: yang dimaksud kiblat itu apa? Setahu saya, selama ini kaum Syiah Indonesia hanya merujuk pada ulama Iran dalam masalah fiqih, karena ada konsep taqlid (patuh pada fatwa ulama). Terkait dengan hukum-hukum di luar negeri, para ayatullah di Iran pun selalu memfatwakan agar setiap warga negara tunduk pada hukum dan aturan resmi yang berlaku di negara masing-masing. Konsep makar, atau melawan pemerintah, sama sekali tidak pernah difatwakan oleh ayatullah di sini. Kalau ada orang Indonesia taat pada fatwa Ayatullah Khamenei di bidang fiqih, itu tak beda dengan umat Sunni Indonesia yang patuh pada fatwa Syekh Yusuf Qardhawi, atau ulama asal Mesir lainnya.

Dari berbagai pidato dan tulisan Ayatullah Khamenei, dapat disimpulkan bahwa tidak ada fatwa khusus terkait tugas-tugas para pengikutnya di Indonesia. Bahkan, bila diamati khutbah-khutbah beliau, secara umum Ayatullah Khamenei sangat menekankan para penganut mazhab Syiah di seluruh dunia untuk menjadi warga negara yang baik, mengikuti hukum yang berlaku, serta menyebarkan ajaran Islam yang hakiki. Yang dimaksud Islam hakiki di sini adalah Islam yang juga menaruh perhatian kuat terhadap perlawanan atas kezhaliman dan penegakan keadilan.

Ahlul Bait Indonesia, adalah salah satu organisasi muslim Syiah yang bahkan menggelar muktamarnya di Kementrian Agama, dihadiri dan disaksikan oleh aparat negara. Hal ini merupakan bukti bahwa keberadaan muslim Syiah di Indonesia, meski jumlahnya sangat kecil, tetapi tetap diakui, sebagaimana undang-undang menyebutkan bahwa Negara menjamin kebebasan setiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

Mengapa ISIS dilarang di Indonesia? Karena telah terbukti mengacaukan stabilitas negara-negara di Timur Tengah dengan melakukan aksi teror. ISIS juga menganggap pemerintahan Indonesia yang menganut demokrasi sebagai sistem thagut dan kufur yang layak diperangi.

Berikut ini adalah bukti-bukti kekejaman ISIS, Al-Qaeda dan affiliasinya:

  1. Perang dan Hancurnya Situs-situs Bersejarah (1): http://liputanislam.com/multimedia/perang-dan-hancurnya-situs-situs-bersejarah/
  2. Perang dan Hancurnya Situs-situs Bersejarah (2): http://liputanislam.com/multimedia/perang-dan-hancurnya-situs-situs-bersejarah-2/
  3. Jabhat al-Nusra Hancurkan Makam Ulama Sufi Suriah: http://liputanislam.com/multimedia/al-nusra-hancurkan-makam-ulama-sufi-suriah/
  4. Potret Kekejaman ISIS: Jihad Menghancurkan Masjid: http://liputanislam.com/multimedia/potret-kekejaman-isis-jihad-menghancurkan-masjid/
  5. Jihad Mujahidin Arrahmah: Menghancurkan Makam: http://liputanislam.com/tabayun/jihad-mujahidin-arrahmah-menghancurkan-makam/
  6. Hancurnya Peristirahatan Sang Waliyulah: http://liputanislam.com/tabayun/hancurnya-peristirahatan-sang-waliyullah/
  7. Perang Suriah, Jihad Membunuh Santri: http://liputanislam.com/tabayun/perang-suriah-jihad-membunuh-santri/
  8. Rumah Sakit Allepo, Dulu dan Kini: http://liputanislam.com/tabayun/rs-al-kindi-allepo-dulu-dan-kini/
  9. Masterpiece Mujahidin: Kehancuran Ma’loula: http://liputanislam.com/multimedia/masterpiece-mujahidin-kehancuran-maloula/
  10. Di Nainawa, ISIS Hancurkan Masjid dan Tempat Bersejarah: http://liputanislam.com/berita/di-nainawa-isis-hancurkan-masjid-dan-tempat-bersejarah/

Jadi, berbagai propaganda anti-Syiah yang digulirkan berbagai pihak, bisa jadi sebenarnya sengaja dihembuskan untuk meredam berita dan fakta-fakta tentang kekejaman ISIS dan berbagai kelompok teroris lainnya. Jangan lupa, bahwa di awal kemunculannya, Arrahmah.com adalah pendukung ISIS, sebagaimana yang pernah ditulis dalam artikelnya yang berjudul ‘Video kegiatan dakwah Mujahidin ISIS di provinsi Raqqah, “Nawafidz ‘Ala Ardhil Malahim” seri ke-33′. Saat itu, Arrahmah memuji ISIS setinggi langit. Berikut screenshoot-nya:

Arrahmah-ISIS-mujahidin
Namun akibat konflik yang terjadi antara ISIS dan Jabhat al-Nusra, Arrahmah kemudian berbalik arah, dan bersikap anti-ISIS.

Di Indonesia, terdapat kelompok Mujahadin Indonesia Timur (MIT) atau yang kerap disebut sebagai kelompok Santoso, yang juga dinyatakan sebagai teroris dan diburu aparat. Kelompok inipun telah menyatakan baiatnya kepada ISIS, dengan kata lain, MIT adalah cabang ISIS di Indonesia.Dan tentu saja, Arrahmah adalah pendukung MIT sejati. Berikut buktinya:

Arrahmah Mujahidin Indonesia Timur

Arrahmah Mujahidin Indonesia Timur 2

Berita Arrahmah, klik untuk memperbesar

Arrahmah.com menyatakan MIT gugur syahid saat bertempur melawan pasukan pemerintah, “Pasca pertempuran antara pasukan pemerintah (TNI/Polri) dilaporkan kembali melalui jejaring sosial facebook dan  forum jihad dunia maya, telah gugur syahid (InsyaAllah) seorang kaum Muslimin bernama Hendra akibat kecelakaan ketika membuat ranjau.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Arrahmah membenarkan MIT, yang memerangi pemerintah.

Berbagai teror terhadap masyarakat di wilayah Sulawasi kerap terjadi, dan apakah hal ini tidak cukup menjadi bukti bahwa ISIS benar-benar berbahaya dan harus diwaspadai? Mungkinkah pemerintah sampai menurunkan pasukan dari Densus 88, Brimob dan TNI untuk memburu MIT jika mereka hanyalah organisasi biasa? Tidak ada lagi keraguan, ISIS adalah ancaman yang sangat nyata. (ba)

Baca selanjutnya: Menjawab Arrahmah, Benarkah Iran Penyulut Perang Dunia 3? (2)

sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: