Membantah Situs Pro Al Qaeda “Arrahmah.com” tentang Suriah

LiputanIslam.com — Telah berlalu empat tahun, berbagai propaganda atas konflik Suriah belum juga reda. Kebohongan demi kebohongan kembali diulang-ulang kendati telah diklarifikasi. Tak salah jika Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam beberapa kali wawancara menyebutkan bahwa media-media telah melakukan kebohongan/ penipuan dalam mengabarkan apa yang sebenarnya terjadi di Suriah.

Dan seperti biasa, Arrahmah.com, media pendukung faksi Jabhat al-Nusra juga belum jera untuk mengulangi propaganda, kendati telah dibuktikan bahwa berita/ artikel yang dirilis seringkali tidak akurat.

“Hampir 13.000 orang Suriah, termasuk 108 anak-anak, telah disiksa sampai mati di penjara rezim sejak konflik dimulai pada Maret 2011, ungkap sebuah kelompok pemantau, pada Jum’at (13/3/2015).

Menurut AFP, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa korban termuda dari k 12,751 korban adalah seorang anak berusia 12 tahun.

“Beberapa keluarga mereka yang tewas akibat penyiksaan dipaksa untuk menandatangani pernyataan bahwa orang yang mereka cintai telah dibunuh oleh kelompok pemberontak,” kata Kepala Observatorium, Rami Abdel Rahman.

Rami mengatakan kepada AFP bahwa angka yang dikutip itu belum termasuk lebih dari 20.000 tahanan yang telah “menghilang” di penjara rezim dan yang nasibnya masih belum diketahui.”

Benarkah pihak pemerintah Suriah melakukan penyiksaan terhadap rakyatnya sendiri? Dalam beberapa kali wawancara dengan media-media asing, Assad telah mengungkapkan bahwa pihak lawan telah melakukan pembunuhan karakter terhadapnya dengan melakukan kebohongan besar-besaran. Ia telah menjawab semua pertanyaan dengan detail dan sangat mudah dicerna dengan akal sehat.

 

 

Perhatikan pernyataan Assad berikut ini:

“Kami bicara tentang realita, sedangkan laporan itu tidak objektif. Kami tidak bisa mengatakan hal ini sebagai fakta. Anda tahu, ini adalah bagian dari propaganda terhadap Suriah selama empat tahun terakhir. Jadi, jika Amos ataupun pejabat lainnya, ataupun organisasi lainnya menyatakan sesuatu terkait dengan Suriah, maka pernyataan itu tidak bisa diartikan sebagai fakta. Kita harus memverifikasi apa yang mereka katakan. Hal itu adalah bagian dari propaganda, dipolitisasi, atau sejenisnya.” (Laporan selengkapnya bisa dibaca di sini)

“Anda berbicara tentang propaganda besar-besaran selama empat tahun. Kami tidak bisa menjawab semuanya dalam satu wawancara. Tapi saya katakan, tidak pernah ada yang namanya demonstrasi damai, karena pada minggu pertama, kami telah kehilangan banyak anggota polisi kami. Bagaimana dengan hal ini? Bagaimana mungkin ada yang namanya demonstrasi damai tetapi dengan membunuh polisi? Ini bukanlah demonstrasi damai. Ini adalah awal dari kebohongan dan propaganda.” (Laporan selengkapnya bisa dibaca di sini)

Hal yang paling mudah untuk mematahkan argumen bahwa pemerintah Suriah berlaku bengis terhadap rakyatnya adalah dengan melihat fakta bahwa sampai hari ini, Assad masih bertahan di posisinya sebagai pemimpin Suriah yang sah. Ia terpilih kembali sebagai Presiden dalam pemilu Suriah yang dilangsungkan pada pertengahan tahun 2014 lalu dengan perolehan suara sebesar 88,7 %. Jika ia adalah pemimpin kejam, apakah rakyat Suriah akan memilihnya? Jika ia berlaku kejam, maka akankah rakyat Suriah dari berbagai elemen masyarakat bergabung dalam pasukan paramiliter (National Defence Force) yang menjadi mitra bagi Tentara Suriah dalam menghadapi teroris?

 

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: