Membantah Islampos: Ali Saefulloh Bukan Alumni Sekolah Tinggi Imam Khomeini

https://www.islampos.com/alumni-iran-sebut-indonesia-ditargetkan-jadi-suriah-kedua-175355/

Alumni Iran Sebut Indonesia Ditargetkan Jadi Suriah Kedua

LiputanIslam.com – Seseorang yang mengaku sebagai alumni Iran, menyatakan dalam sebuah acara bahwa Indonesia ditargetkan menjadi Suriah kedua. Sebagaimana laporan Islampos, Ali Saefulloh, demikian namanya, memaparkan pengalamannya selama menjadi juru dakwah untuk merekrut masyarakat. Berikut ini, cuplikan artikelnya:

Menurut alumni Universitas Imam Khomeini, Qom ini, kelompok Syiah memiliki strategi yang sistematis dan terstruktur untuk mensyiahkan Indonesia. Mereka memiliki 7 divisi untuk mendekati berbagai kalangan dari mulai ulama, intelektual hingga politisi.

“Di Indonesia kelompok Syiah memiliki lembaganya. Ada 7 divisi (di antaranya) Divisi Mustasyar, Divisi Ulama, Divisi Intelek, Divisi Legislatif, Divisi Pertahanan dan Keamanan, Divisi Industri, Divisi Ilmu Pengetahuan dan Budaya. Di Divisi pendidikan (ilmu pengetahuan), kita memiliki orang penting,” kata Ali Saefullah yang menghabiskan waktunya belajar Syiah di Iran selama 4 tahun.

Hal itu diungkapkan Ali dalam Maulid Nabi bertema “Memperkokoh Akidah Ahlussunah wal Jamaah dari Ancaman Aliran Sesat Syiah” di Masjid Al Kamiliyyah, Jakarta Timur.

Hadir dalam acara ini di antaranya Habib Tohir Al Kaff, Prof. Dr. Habib Muhammad Baharun (MUI Pusat), Dr. Abdul Chair Ramadhan SH.MH (MUI Pusat), Drs. Ahmad Subki Saiman (Lisan Hal) beserta para habaib dan asatidz di Jakarta.

Menurut Ali, kelompok Syiah memiliki rencana matang karena sudah menargetkan Indonesia menjadi negeri Syiah.

“Saya tergabung di sebuah laskar ankatab. Itu laskar yang disiapkan untuk menajdikan Indonesia Negara Syiah. Kami merencanakan Indonesia menjadi Syria kedua. Sebelum kakek saya meninggal, beliau berpesan Indonesia sudah ditakdirkan menjadi negeri Syiah,” beber Ali. Dia mengatakan kakeknya belajar langsung di Suriah dan menjadi pengikut ajaran Syiah Nushairiyah.

Dari hasil dakwahnya, Ali mengaku telah mensyiahkan banyak orang. Dia ditugaskan khusus untuk berdakwah setelah menuntut ilmu Syiah di kampus dan hauzah Syiah di Qom, Iran.

“Kami dakwahi mereka dari Aceh hingga Irian. Saya sudah masukkan umat Islam menjadi Syiah sebanyak 300 orang. Naudzubillah,” terang dia yang memilih untuk bertaubat.

***

Benarkah ada agenda sebagaimana yang dipaparkan oleh Ali Saefulloh di atas? Berikut ini Liputan Islam mendapatkan pernyataan resmi dari Ikatan Alumni Jami’ah Al-Musthafa (IKMAL)

 

Pernyataan Resmi Ikatan Alumni Jami’ah Al-Musthafa (IKMAL) Tentang Pemberitaan Media Terkait Dengan Ali Saefulloh

1. Ikatan Alumni Jami’ah Al-Musthafa (IKMAL) adalah sebuah himpunan para alumni yang pernah mengenyam pendidikan agama di Jami’ah al Musthafa (JM), sebuah institusi pendidikan yang berpusat di kota Qom, Republik Islam Iran yang membawahi beberapa Sekolah Tinggi di Iran, diantaranya Sekolah Tinggi Imam Khomeini.

2. Setelah menelusuri, mengkaji dan mengkonfirmasikan terkait dengan status Ali Saefulloh sebagai lulusan Sekolah Tinggi Imam Khomeini-Qom, Iran, ternyata yang bersangkutan tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa resmi di Sekolah Tinggi Imam Khomeini dan dalam data alumni Jami’ah Al-Musthafa pun tidak tercantum. Karena itu IKMAL sangat menyayangkan dan mempertanyakan pemberitaan yang miring dan fitnah terkait dengan informasi yang tidak valid disebarkan kepada masyarakat tersebut.

3. IKMAL berdiri sejajar dan siap saling bahu membahu dengan ikatan-ikatan para alumni dari berbagai perguruan tinggi yang telah berdiri sebelum IKMAL dalam membangun negara dan memajukan bangsa Indonesia.

4. IKMAL berdiri secara independent dan tidak terikat secara organisatoris, apalagi struktural dengan lembaga manapun yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun, IKMAL tetap membuka diri untuk bekerja sama dengan lembaga manapun dalam kegiatan apapun yang tidak bertentangan dengan visi dan misinya, dan selama tidak menyimpang dari nilai-nilai luhur agama dan cita-cita para penyebar agama Islam terdahulu dan para pahlawan bangsa, yaitu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

5. IKMAL mendorong kepada para media yang memberikan pemberitaan tersebut, untuk meng-crooscheck- informasi yang diterima sesuai dengan etika standar jurnalistik yang berlaku, sehingga bisa menciptakan informasi yang sehat kepada masayarakat.

Jakarta, 10 April 2015
Ketua Ikatan Alumni Jami’ah Al-Musthafa (IKMAL)
O. Sulaeman, M.Hum

***
Berikut ini adalah berbagai fitnah/ propaganda/ penyesatan informasi yang dilakukan oleh media Islampos.com sebelumnya:

    1. Media Islampos, Mempermalukan Kebesaran Islam
    2. Media Islampos, Mempermalukan Kebesaran Islam (2)
    3. Media Islampos, Mempermalukan Kebesaran Islam (3)

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: