Kerajaan Wahabi Saudi Ijinkan Israel Gunakan Wilayah Udaranya Untuk Serang Iran

Arab Saudi IsraelLiputanIslam.com — Puluhan tahun lamanya Zionis Israel menjajah Palestina. Membantai anak-anak, wanita, tua maupun muda tanpa pandang bulu. Israel, membunuhi penduduk Palestina bak menjentik seekor nyamuk. Agresi militer Operation Protective Egde di Jalur Gaza yang diblokade yang berlangsung pada pertengahan tahun 2014 telah merengut lebih dari 2.000 korban jiwa, dan ribuan rumah-rumah hancur.

Dan siapakah yang paling terdepan membantu Palestina? Tak lain dan tak bukan adalah Iran. Bukan hanya sekedar kecaman pemanis bibir, tetapi melalui tindakan nyata. Iran, membantu Palestina dengan dana dan senjata. Berkat dukungan Iran, Hamas dan muqawwama lainnya mampu berdiri dengan kepala tegak dan membalas setiap aksi Israel.

Tetapi, justru negara yang paling gigih membela Palestina inilah yang selalu digoyang tanpa henti. Baru-baru ini dilaporkan, Arab Saudi telah mempersilakan Israel untuk menggunakan wilayah udaranya jika hendak menyerang Iran.

“Saudi telah menyatakan kesiapannya, mengizinkan Israel Angkatan Udara Israel menggunakan wilayah udara Saudi untuk menyerang Iran jika diperlukan,” demikia dilaporkan Russia Today, (27/02/2015).

Langkah ini dikabarkan akan memungkinkan Israel untuk mengebom beberapa target di wilayah Iran. Dan tentunya, dengan dukungan dari Arab Saudi, Israel bisa menghemat waktu dan biaya.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa Arab Saudi telah dikonfirmasi dalam beberapa pembicaraan diplomatik. “Pihak berwenang Arab Saudi benar-benar berkoordinasi dengan Israel tentang segala hal yang berkaitan dengan Iran,” ujar salah seorang pejabat Eropa, yang dikutip Brussels.

Secara de jure, tidak ada hubungan diplomatik resmi antara kedua negara. Namun secara de facto, Arab Saudi dan Israel memiliki kepentingan yang seiring sejalan sehingga memungkinkan bagi keduanya untuk bekerja sama.

Bagi Arab Saudi, Iran yang menggunakan konsep wilayatul faqih merupakan ancaman yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan pemerintahan monarki yang dianutnya. Bangkitnya rakyat Bahrain, menguatnya pengaruh Iran di Lebanon, Yaman, dan Suriah akan menjadi bumerang bagi di masa mendatang. Saat ini pun, kelompok masyarakat yang mulai berani berkicau di Arab Saudi sudah mulai nampak, meski jarang diekspos media. Apa jadinya, jika jutaan rakyat Raja Salman ini turun ke jalan untuk menuntut mundurnya sang penguasa sebagaimana yang pernah dialami Syah Reza Pahlevi?

Sedangkan bagi Israel, Iran adalah ancaman nyata karena negara ini merupakan pendukung kelompok muqawwama di Palestina dan Lebanon. Ditambah dengan Iran yang bersikeras tidak akan menghentikan program nuklirnya, menambah kekhawatiran Israel semakin menjadi-jadi.

Pada bulan Nivember lalu, agen Mossad dan pejabat Arab Saudi dilaporkan telah merencanakan proyek darurat, termasuk serangan terhadap Iran jika program nuklirnya tidak bisa dibendung. Arab Saudi disebutkan siap menyediakan drone, helikopter penyelamat, hingga tanker.

Jadi, siapakah yang masih percaya bahwa Iran bersahabat dengan Israel?

Sumber : Liputan Islam

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: