Iran dan Indonesia Kerjasama, Mereka Tak Suka

Indonesia IranLiputanIslam.com — Pertemuan bilateral antara Republik Islam Iran dengan Indonesia kemarin, merumuskan kerjasama di berbagai bidang, termasuk pemberantasan terorisme ataupun radikalisme. Kedua pemimpin negara bersepakat bahwa radikalisme yang tumbuh subur dengan mengatasnamakan agama adalah suatu ancaman yang nyata, dan harus diperangi untuk menjamin kelangsungan kehidupan masyarakat. Bukankah kita melihat bahwa negara-negara yang bercokol kelompok teroris di dalamnya, kondisi kestabilan negaranya terganggu? Contohnya: Suriah, Irak, Afghanistan, Yaman, dan Libya.

Sayangnya, kerjasama ini dikomentari negatif oleh oknum-oknum anti-ukhuwah. Arrahmah dan Hidayatullah, dua media radikal yang sempat diblokir pemerintah ini menyayangkan adanya kerjasama antara Indonesia dan Iran.

 

“Kerja sama dengan Iran ini termasuk salah satu bagian keberhasilan Syiah Iran mempengaruhi pemerintah Indonesia,” ujar Abdul Chair Ramadhan, Anggota Komisi Hukum & Perundang-undangan MUI Pusat (23/04/2015), seperti dilansir Hidayatullah.

Mengapa Indonesia bekerjasama dengan Iran untuk memerangi terorisme dan radikalisme?

Radikalisme jelas sesuatu yang berbahaya, dan gerakan ini tidak serta merta tumbuh begitu saja, melainkan ada sebuah ideologi yang melatas-belakangi. Lantas, ada ‘aktor’ yang sengaja memanfaatkan kesempatan ini. Ideologi akhirnya melahirkan gerakan, dan gerakan ini ada yang mendukung baik dengan dukungan logistik, dana, senjata, maupun intelejen.

Hari ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ideologi radikal ini telah tumbuh subur di Indonesia, bahkan sudah menjadi sebuah gerakan terorisme yang meresahkan masyarakat. Keberadaan mereka jelas, itulah sebabnya pemerintah menerjunkan pasukan gabungan untuk menumpas habis. Hanya saja, saat ini mereka masih beroperasi di wilayah tertentu, misalnya di hutan-hutan Poso. Jika ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan gerakan radikal ini akan menyebar ke daerah-daerah lain.

Sehingga, wajar kiranya jika pemerintah melakukan upaya-upaya pencegahan dengan menjalin kerjasama dengan negara lain untuk memerangi terorisme.

Lalu, mengapa bekerjasama dengan Iran?

Kantor berita TV-One, 22 April 2015 mengabarkan bahwa Iran merupakan salah satu negara dengan kemampuan intelejen terbaik di dunia. Dengan kemampuan ini, Iran bisa mendeteksi mata-mata di negaranya yang bekerja untuk asing, bisa mendeteksi gerakan-gerakan radikal atau makar dengan tepat, sehingga Iran bisa mencegah atau menanggulanginya sedini mungkin. Iran juga memiliki pasukan khusus yang beroperasi di Irak, yang terbukti sangat efektif dalam memerangi ISIS. Kemudian, Iran juga memainkan peran penting di dalam pasukan perlawanan Hizbullah Lebanon, dan dunia mengetahui bagaimana tangguhnya Hizbulllah baik saat berhadapan dengan Israel maupun ketika melawan teroris takfiri di Suriah. Dengan kemampuan berbagai kemampuan ini, Indonesia bisa belajar banyak hal dari Iran.

Namun yang paling penting dari semua itu adalah niat sungguh-sungguh Iran dalam memerangi terorisme. Kita juga acapkali menyaksikan standar ganda dari berbagai negara, di satu sisi mengklaim memerangi terorisme, namun di sisi lain malah mendukung terorisme.

Berikut ini adalah artikel-artikel yang telah dirilis Liputan Islam yang mengungkapkan keterlibatan banyak negara dalam mendukung terorisme:

  1. Arab Saudi: http://liputanislam.com/analisis/jaringan-teror-bandar-bin-sultan-1/
  2. Qatar: http://liputanislam.com/terorisme/isis/the-guardian-arab-saudi-dan-qatar-donator-teroris/
  3. Turki: http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/dubes-suriah-untuk-pbb-tuding-saudi-qatar-turki-dan-israel-ekspor-teroris/
  4. Yordania: http://liputanislam.com/berita/di-yordania-amerika-melatih-isis/
  5. Amerika Serikat: http://liputanislam.com/multimedia/ranting-ranting-al-qaeda/

Lima negara di atas, bukankah sering dan begitu lantang bersuara untuk memerangi terorisme? AS memiliki agenda Global War on Terorism, sedangkan Arab Saudi, Turki, Yordania, maupun Qatar, juga tergabung dalam pasukan koalisi pimpinan AS yang mengklaim menyerang ISIS di Suriah. Namun di balik layar, mereka mendanai kelompok-kelompok teroris ini.

Sedangkan Iran, tidak pernah terlibat dalam mendukung terorisme, dan malahan, selalu bersuara lantang untuk melawan. Dengan demikian, bukankah seharusnya Iran merupakan mitra ideal?

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: