Campakkan Dollar, Iran-India Pakai Rupee Dalam Transaksi Minyak

Teheran, LiputanIslam.com — Iran dan India mengumumkan bahwa kedua negara bersepakat menggunakan rupee dalam transaksi minyak mentah. Ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk melawan dollar AS.

The Indian Express melaporkan, “Mencampakkan dollar, Iran dan India sepakat untuk menggunakan rupee dalam segala transaksi perdagangan.”

India membayar 55% dari transaksi minyak dengan Iran, jika dihitung dalam kurs dollar mencapai sekitar $6,5 miliar.

“Ini benar-benar langkah yang berani dari Iran. Padahal negara itu dikelilingi oleh negara-negara yang bercokol pangkalan militer AS. Kita tidak bisa melupakan apa yang terjadi pada Irak, ketika negeri tersebut mengumumkan akan mencampakkan dollar,” tulis Rusia Insider, (07/1/2015).

Apa yang terjadi pada Irak kala itu?

 

 

Pada Oktober 2000, Saddam Hussein mengeluarkan pernyataan bahwa Irak mendapatkan ‘rejeki nomplok’ ratusan juta euro. Ia bersikeras tak lagi memakai dollar AS, yang disebutnya sebagai mata uang musuh.

Menurut The Guardian, (16/2/2003), seluruh ekspor minyak Irak di bawah PBB, efektif pada tahun 2001, dibayar dengan menggunakan euro.

Namun langkah ini tidak berumur panjang. AS secara resmi melakukan invansi kepada Irak pada tanggal 19 Maret 2003, dengan klaim untuk melucuti senjata pemusnah massal yang dimiliki Irak, memutus dukungan Saddam terhadap terorisme, dan untuk membebaskan rakyat Irak. Saddam jatuh, Irak hancur lebur, dan senjata pemusnah massal yang digembor-gemborkan ternyata tidak ada.

Seorang netizen berkomentar, “Kita juga tidak boleh lupa dengan peristiwa yang terjadi di Libya setelah Ghadaffi menyerukan agar seluruh negara-negara OPEC melakukan transaksi jual beli minyak dengan menggunakan emas sebagai alat pembayaran. Libya pun diobrak-abrik. Namun saya yakin, agenda seperti ini tidak akan berhasil di Iran.”

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: