Membantah Fitnah, Syiah di Iran Membangun Ka’bah Sendiri?

Klik untuk memperbesar

Laporan media Reportase Terkini (http://www.reportaseterkini.com/2015/04/heboh-syiah-di-iran-membuat-kabah.html). Klik untuk memperbesar

LiputanIslam.com – Penyesatan informasi terhadap Republik Islam Iran masih dilakukan secara masif oleh oknum-oknum tertentu, yang menghendaki perpecahan dalam tubuh Islam. Sebagai salah satu negara yang penduduknya mayoritas bermazhab Syiah, Iran harus menerima berbagai tudingan yang bukan-bukan. Dan dari pantauan Liputan Islam, pasca disepakatinya kerjasama di berbagai sektor antara Indonesia dan Iran, termasuk pemberantasan terorisme, penyebaran kebencian terhadap Iran dan Syiah semakin menjadi-jadi.

Continue reading “Membantah Fitnah, Syiah di Iran Membangun Ka’bah Sendiri?”

Iklan

MMN: Habib Zein Al-Kaff Bukan Representasi NU

habib-ahmad-zein-al-kaff-1-610x400LiputanIslam.com– Siapa yang tak mengenal Habib Zein Al-Kaff? Sosoknya sangat populer di kalangan oknum-oknum yang anti-Syiah. Selaku Ketua Yayasan Al-Bayyinat, Zein Al-Kaff sering menjadi narasumber atau pembicara terkait hal-hal yang berhubungan dengan Syiah. Bahkan, dari keterangan laman resminya di Albayinat Indonesia, dengan gamblang diungkapkan bahwa berdirinya yayasan ini adalah untuk membendung Syiah.

“Dengan berkembangnya aliran Syi’ah di Indonesia dimana ajaran-ajarannya telah menyimpang dari ajaran Rosululloh Saw bahkan mereka berani mencaci maki dan menghina serta memfitnah pemimpin pemimpin Islam yang telah berjasa membantu Rosululloh Saw, maka akibatnya telah membuat keresahan dan perpecahan didalam masyarakat sehinggamengganggu stabilitas keamananan yang telah diciptakan oleh pemerintah.

Melihat situasi yang tidak menguntungkan dan membahayakan bagi agama, bangsa dan negara, maka bangkitlah orang-orang yang terpanggil untuk melawan aliran tesebut. Berbagai usaha mereka lakukan dalam rangka membendung berkembangnya aliran yang menyesatkan tersebut.

Selanjutnya setelah mendapat pengarahan dari beberapa pihak, baik dari Syibanul Alawiyyin (Sesepuh Habaib) serta tokoh-tokoh islam lainnya, maka orang-orang yang terpanggil melawan Syi’ah tersebut, membentuk satu Yayasan yang bernama ALBAYYINAT . Yang bergerak dalam bidang da’wah islamiyah berdasarkan agidah Ahlussunnah Waljamaah serta bekerja sama dengan pemerintah dalam mewaspadai gerakan Syi’ah di Indonesia.

Disamping itu, Albayyinat merupakan wadah bagi orang-orang Sunni yang mempunyai kepedulian membela agidah Ahlussunnah Waljamaah, serta tidak senang melihat gerakan Syi’ah di Indonesia.Dengan demikian semua orang Islam yang bergerak melawan Syi’ah, adalah otomatis orang Albayyinat. Di tiap kota di Indonesia bila disitu ada orang Syi’ah, pasti ada orang Albayyinat yang siap mengkonter propaganda Syi’ah. Bahkan di Singgapur, Malaysia, Hadramaut dan Saudi Arabia juga ada orang-orang Albayyinat. Albayyinat selalu menghimbau pada masyarakat, agar membantu pemerintah dalam mewaspadai gerakan Syi’ah di Indonesia. Karena Albayyinat tidak menghendaki apa yang diperbuat oleh orang-orang Syi’ah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, terulang lagi di bumi pertiwi ini.”

Dalam setiap kesempatan seminar anti-Syiah yang sering diselenggarakan di berbagai kota Indonesia, Zein Al-Kaff selain bertindak sebagai Ketua Yayasan Al-Bayyinat, tak jarang ia disebut-sebut sebagai ‘tokoh Nahdlatul Ulama (NU)’. Predikat ‘tokoh NU’ ini tentunya bisa ditafsirkan bahwa ‘NU anti Syiah, menolak Syiah, atau menyatakan Syiah sebagai aliran sesat’. Acara tersebut pun tidak bisa dipandang sebelah mata, karena ada ‘tokoh NU’ yang hadir.

Hanya saja, benarkah sikap Zein Al-Kaff tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip yang dianut oleh NU secara umum? Seperti diketahui, NU adalah organisasi Islam moderat terbesar di Indonesia, yang gaungnya hingga ke mancanegara. NU dianggap sebagai perwujudan Islam welas asih dan cinta damai, dan tak dapat dipungkiri, NU telah mencatatkan tinta emas dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. NU dikenal toleran, dan menghargai perbedaan sebagai sebuah keniscayaan. NU menghormati pemeluk agama lain, bahkan membantu mengamankan ibadah mereka (seperti pasukan Banser menjaga Natal), dan terhadap mazhab-mazhab lainnya dalam Islam, NU menekankan dialog dengan cara yang patut.

Sedangkan Zein Al-Kaff sangat jauh dari prinsip-prinsip tersebut. Sikap yang ia ambil bisa dikategorikan sebagai takfiri (mengkafir-kafirkan pihak lain).

Muslimedianews (MMN), media Islam Ahlussunah wal Jamaah di Indonesia mengulas lebih dalam tentang siapa sebenarnya Zein Al-Kaff, berikut kutipannya:

“Hampir semua hal yang berkaitan dengan agama dan kebangsaan, tidak akan bisa dipisahkan dari NU. Bahkan tidak akan ada kehebohan bila tidak ada embel-embel NU didalamnya. NU jadi rebutan sekaligus incaran.

Permisalan yang sederhana; menjadi ustadz Wahhabi sangat gampang, cukup hafal hadits “Kullu Bid’ah” lalu sesatkan amaliyah NU. Maka akan membuatnya dipanggil ustadz oleh pengikut-pengikut Wahhabi lainnya, lalu terkenal. Meskipun banyak yang terkenal sebagai orang bodoh karena berbuat demikian.

Demikian pula, Wahhabi membuat deklarasi, seminar, tabligh akbar atau sejenisnya dalam rangka menolak Syi’ah maka tidak akan heboh kecuali ada embel-embel NU yang nyangkut diacara tersebut, baik dengan mencatut logo NU, nama tokoh NU, dan sebagainya, atau ada tokoh NU yang dihadirkan pada acara tersebut.

Dalam hal ini, biasanya yang sering dihadirkan oleh Wahhabi adalah Habib Achmad bin Zein Al-Kaff dari Yayasan Al-Bayyinat. Ia kerap kali diundang Wahhabi lalu pada undangan atau acara Wahhabi diberi tulisan yang jelas (besar) dengan nama “PWNU Jatim”. Embel-embel NU menjadi penting untuk disertakan. Sekalipun Habib Zein Al-Kaff hadir atas nama pribadinya atau lainnya, dan tidak atas nama PWNU Jatim, sebab acaranya bukan program PWNU Jawa Timur.

Untuk lebih terlihat dahsyat, maka Habib Zein Al-Kaf diposisikan sebagai Ketua PWNU Jawa Timur, sebagaimana ditulis pada salah satu fanpage Wahhabi yang menggunakan nama tokoh Wahhabi Hartono Ahmad Jaiz. Secara masif mereka tebar kebohongan.

Didalam Nahdlatul Ulama ada Syuriyah dan ada Tanfidziyah. Bila dikatakan sebagai Ketua, hal itu berarti Ketua Tanfidziyah . Ketua (Tanfidziyah) PWNU Jawa Timur adalah KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah, bukan Habib Achmad bin Zein Al-Kaff. Sedangkan Rais Syuriah PWNU Jawa Timur adalah KH Miftachul Akhyar.

Habib Zein Al-Kaff memang termasuk anggota MUI Jatim dan PWNU Jatim tetapi bukan sebagai Ketua PWNU Jawa Timur. Kebanyakan acara Wahhabi yang dihadirinya atas nama pribadi atau mungkin atas nama Yayasan Al-Bayyinat, bukan atas nama PWNU Jawa Timur.

Informasi dari MMN tersebut penting untuk diketahui publik. Bahwa kehadiran Zein al-Kaff dalam acara-acara anti-Syiah, tidak serta merta merepresentasikan NU.

Sumber : Liputan Islam

Ketakutan Pengkhianatannya Terhadap Islam Terbongkar Kerajaan Wahabi Salafi Blokir Situs Islam

Manar4_1Beirut, LiputanIslam.com — Kementrian Budaya dan Informasi Arab Saudi memblokir website Al-Manar, sehingga tidak dapat diakses di seluruh wilayah kerajaan.

“Tindakan rezim Arab Saudi yang memblokir website kami tidaklah mengejutkan. Rezim intoleran ini bahkan telah mengeksekusi mati Syaikh Nimr Baqir al-Nimr hanya karena ia mengemukakan pendapat,” tulis Al-Manar (05/1/2016).

“Rezim Arab Saudi memblokir Al-Manar karena kami telah mengekspos wajah takfiri dan teroris dari keluarga kerajaan. Mereka telah mengkhianati nilai-nilai kebenaran dalam Islam, dan bersekongkol menghancurkan ummat…”

 

Continue reading “Ketakutan Pengkhianatannya Terhadap Islam Terbongkar Kerajaan Wahabi Salafi Blokir Situs Islam”

Konyolnya Klarifikasi NU Garis Lurus Soal Eksekusi Ahmad Nu’aimi

Diruduh Syiah LiberalLiputanIslam.com — Pagi ini di beranda saya ‘methungul’ link klarifikasi NU Garis Lurus (NUGL) terkait berita hoax eksekusi penyair Irak bernama Ahmad Nu’aimi dua hari lalu (http://www.nugarislurus.com/…/klarifikasi-berita-eksekusi-a…). Saya baca, lalu saya buka tautan-tautan yang disediakan di klarifikasi itu. Dan karena saya menemukan beberapa hal yang agak ganjil di dalamnya, maka perlu kiranya saya sampaikan tiga hal berikut.

Pertama, link-link yang di-share di klarifikasi itulah antara lain berita hoax di situs-situs Arab yang dibantah oleh ketua persatuan penulis dan sastrawan Irak sebagaimana saya sebut di postingan sebelum ini. Saya mulanya mengira bahwa NUGL akan menyediakan link yang membantah balik, tapi NUGL malah memberi link-link berisi hoax-nya itu sendiri. Ibaratnya, NUGL memberitakan A yang lalu dibantah berita B, tapi bukannya kemudian memberi berita lain yang membantah B, NUGL malah menyodorkan kembali berita A. Dan, tak kalah penting, satu di antara link-link yang disodorkan NUGL meskipun gambarnya salah (yakni ini http://www.iraqpressagency.com/?p=177570&lang=ar) justru berisi keterangan soal bantahan dari persatuan penulis Irak. Artinya, NUGL menyodorkan link yang mengkonfirmsi ke-hoax-an berita yang disebarkannya sendiri. (Ini agak konyol)

 

Continue reading “Konyolnya Klarifikasi NU Garis Lurus Soal Eksekusi Ahmad Nu’aimi”

Menjawab Fitnah Portal Piyungan dan NU Garis Lurus Soal Eksekusi Ahmad Nu’aimi

Sohibul ImanLiputanIslam.com — Mohammad Sohibul Iman, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak lama telah mewanti-wanti agar kader-kadernya tidak melakukan hate speech, dan lebih bijak menggunkan sosial media. Menurutnya, kecerobohan dan fitnah dapat menimbulkan irrevesible damage (kerusakan yang tidak dapat dipulihkan).

“Bila dipikir jernih, sesungguhnya apa rugi dan apa susahnya menahan info sebentar dan menelaahnya sejenak sebelum disebar kemana-mana? Agar tidak jadi penghasut maka hati-hatilah menyebar info. Agar tidak mudah terhasut maka cernalah segala info. Banyak info bukan tujuan, mutu info yang harus diutamakan,” paparnya, dalam serangkaian kultwitnya pada Sabtu, (8/8/2015) lalu.

Namun sayang, petuahnya tersebut agaknya masuk kiri keluar kanan. Baru-baru ini, seorang kader PKS membuat status yang secara implisit menuduh putra-menantu Presiden Joko Widodo telah berzina.

Baca juga: Kisah Imam Malik dan Seorang Pemandi Jenazah

Dan kini, website PKS Piyungan (yang telah berganti domain menjadi Portal Piyungan), telah menyebarkan fitnah dengan menggunakan foto palsu.

Perhatikan berita yang dirilis oleh Portal Piyungan berikut ini:

Klik untuk memperbesar

Klik untuk memperbesar

“Ahmad Nu’aimi, penyair Irak akhirnya dieksekusi di tiang gantungan oleh pemerintah Irak yang kini dipegang oleh Syiah di bawah kendali Iran. Hanya syair berjudul “Kita Bangsa Yang Tak Punya Malu” tetapi membuat heboh karena disana disampaikan fakta-fakta sejarah dimana Syiah selalu melakukan pengkhianatan di tubuh kaum muslimin. Maka tanggal 29-12-2015 pun Ahmad Nu’aimi dieksekusi mati,” tulis Portal Piyungan.

Benarkah klaim tersebut?

Continue reading “Menjawab Fitnah Portal Piyungan dan NU Garis Lurus Soal Eksekusi Ahmad Nu’aimi”

Hoax Takfiri Soal Ahlussunah Digantung di Iran

Hoax WahabiLiputanIslam.com — Sebelumnya kaum takfiri membuat fitnah penyair Iraq Ahmad an Nu’aimi yang digantung Iran, dan akhirnya terbukti bahwa itu cuma hoax yang aslinya merupakan foto hukuman mati terhadap seorang sopir taksi yang terbukti melakukan pembunuhan berantai.

Tidak kapok-kapoknya menebar fitnah, hari ini mereka membuat fitnah baru. Mereka memposting foto-foto manusia dihukum gantung sembari mereka sebut sebagai kaum Ahlusunnah di Provinsi Ahwaz yang digantung Iran.

Padahal faktanya itu merupakan foto 5 orang pengedar narkoba yang dihukum gantung di Masyhad Iran pada tanggal 1 Agustus 2007. Iran tidak kenal kompromi dengan para pengedar narkoba dan pelaku pemerkosaan. Jadi tak ada hubungannya dengan urusan Sunni-Syiah.

Continue reading “Hoax Takfiri Soal Ahlussunah Digantung di Iran”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑