Ustadz Sunni Disiksa Oknum Syiah?

"Ustad" Ali dan Abu Husein

“Ustadz” Ali dan Abu Husein (sumber: FB Abu Husein)

Beberapa “media Islam” serta netizen sejak sehari yang lalu (7/7) ramai menyebarluaskan berita penyiksaan terhadap seseorang bernama Ali Shofiyurrahman. Berita ini pertama kali dirilis seorang facebooker bernama Abu Husein At-Thuwailibi dan segera dipublikasikan oleh beberapa “media Islam”, antara lain Gema Islam, Hidayatullah, dan Islampos.

Dalam pernyataannya di facebook, Abu Husein At-Thuwailibi menulis,

“Sekarang, kita menerima kabar menyedihkan, Ustadz Ali Shofiyurrahman, seorang mantan Syi’ah dari Iran di culik oleh oleh 4 orang syi’ah dalam perjalanan ke Jakarta memenuhi undangan Ustadz Farid Okbah dan DR.Abdul Chair Ramadhan.

Empat orang penjahat Syi’ah ini memukuli dan menyiksa Ustadz Ali sampai babak belur dan muntah darah. Keadaannya sungguh tragis dan mengenaskan. Kasian… yaa Allah Yaa Rabb ..

Ustadz Ali ditemukan di masjid At-Thin dalam kondisi yang sangat lemah dan memprihatinkan. Di buang setelah di siksa.

Sekarang sedang berada di RS Polri Keramat jati di ruang Unit Gawat Darurat (UGD), dan sedang menunggu ambulance untuk dilarikan ke RSCM di kawal Ust.DR.Abdul Chair Ramadhan,SH.MH.MM dalam keadaan panik.”

Pernyataan Abu Husein At-Thuwailibi diakhiri dengan seruan penggalangan dana dengan mencantumkan nomor rekening BNI atas nama Syawqi Mustajab Haromaini qq Seruan al-Haq. Komentar-komentar bernada kekerasan, menggunakan kata ‘darah harus dibalas darah’ atau ‘bunuh Syiah’ segera meramaikan berita ini. Kurang dari 24 jam, berita menyebar luas di jejaring sosial. Salah satu penyebar adalah facebooker kondang bernama Jonru, disertai dengan kalimat-kalimat provokatif mengadu domba umat Islam.

Status provokatif Jonru

Status provokatif Jonru

saeful5

Berita di Islampos

 

Mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menuntut ilmu di Universitas Internasional Al Mustafa, Ismail Amin, melalui akun facebooknya melakukan pelacakan terhadap sosok bernama Ali Shofiyurrahman yang diklaim ‘berasal dari Iran’. Menurut Ismail, nama Ali Shofiyurrahman tidak dikenal sebagai mahasiswa di Iran, ataupun sebagai ustadz di kalangan umat Syiah Indonesia.

“Mahasiswa Indonesia di Qom itu tidak seberapa. Termasuk alumninya. Dan alumni itu terkordinasi oleh ikatan alumni. Jadi mudah dideteksi. Siapa yang benar-benar alumni, siapa yang hanya mengaku-aku,” tulis Ismail.

Ismail mempertanyakan, siapa sesungguhnya Ali Shofiyurrahman. Dalam waktu singkat, segera muncul informasi dari facebooker yang mengenali Ali Shofiyurrahman melalui foto yang di-share Ismail. Berikut ini ditulis Ismail,

nama aslinya Saeful Rahman… memang dikenal dikalangan komunitas Syiah di Jakarta (tapi ttp tdk semua). Dia dikenal bukan karena ustad Syiah apalagi smpai menyandang gelar sebagai tokoh Syiah, melainkan dikenal karena kondisi hidupnya yg mmprihatinkan. Dia mengaku miskin karena diusir keluarga istrinya yg Ahmadiyah sejak diketahui ia dan istrinya beralih ke Syiah. Karena simpatik, ia pun dibantu oleh ikhwan2 Syiah di Jakarta, baik untuk biaya kontrak rumah maupun modal untuk usaha.

Ternyata, ia memanfaatkan kehidupannya yg prihatin untuk menipu sjumlah ikhwan Syiah. Diapun terlibat bnyak hutang. Ketika berhasil menipu sejumlah ikhwan dia dan keluarganya tidak diketahui rimbanya. Sampai akhirnya ada kasus pemukulan yg menimpanya dan fotonya disebar dimedsos.

Saeful Rahman, bukan alumni Qom… ke Iran saja tdk pernah. Sepertinya dia mengulangi modusnya untuk menipu orang2 takfiri yg anti Syiah sebagaimana dulu dia menipu ikhwan2 Syiah. Bahwa kondisix mmprihatinkan karena dia keluar dari Syiah dan dimusuhi keluarga besarnya yg Syiah.

Mendapati informasi ini, Abu Husein At-Thuwailibi, sang penyebar berita pertama kali, mengontak Ismail dan mengaku salah. Berikut screenshot dari percakapan keduanya:

percakapan Ismail dan Abu Husein

komunikasi antara Ismail dan Abu Husein

Dalam komunikasi itu, Abu Husein At-Thuwailibi meminta maaf, “Na’am. Antum Benar. Subhanallah… maafkan, maafkan. Kami ini manusia, bukan malaikat.”

Namun hingga kini ia tidak menghapus berita tentang penyiksaan terhadap “ustadz” Ali  Shofiyurrahman dari akun facebooknya. Sementara Jonru, telah menghapus status provokatifnya, tanpa penjelasan apapun.

sumber : liputan islam

%d blogger menyukai ini: