Syiah Dituding Sebagai Dalang Tragedi Mina, Benarkah?

 Beberapa media ‘Islam’ mainstream, seperti Hidayatullah.com, mulai mencari-cari kambing hitam yang bisa disalahkan atas tragedi Mina yang telah menelan setidaknya 717 korban jiwa. Dan untuk kesekian kalinya, Iran, Syiah, bahkan Hizbullah, dituduh sebagai dalang dari kekacauan ini.

Hidayatullah -IranSebelumnya, sempat beredar pula kultwit yang menyebutkan bahwa jamaah haji asal Iran yang sengaja membuat kekacauan, sengaja berbalik arah di sehingga menyebabkan terjadinya musibah. Namun setelah dikonfirmasi kembali, ternyata Ustadz Musyafaa, LC, MA menyatakan bahwa ia hanya menerjemahkan saja kicauan dari para pengguna Twitter, bukan melihat sendiri.

Sumber foto: Muhammad Ruslailang Noertika

Sumber foto: Muhammad Ruslailang Noertika

Fakta-fakta yang harus dibeberkan:

Oleh: Fadhil Rumi

Dari video amatir salah seorang jamaah haji yang kebetulan di TKP, kita bisa melihat bagaimana pihak keamanan pengelola haramain memang dengan sengaja menutup jalan, untuk link videonya bisa dilihat disini: https://m.youtube.com/watch?v=9fQJiW2STCg

Pihak keamanan rezim Arab Saudi memang sengaja menutup jalan, ini jelas mengundang pertanyaan, mengapa akses jalan harus ditutup? Mengapa jamaah dibiarkan berdesak-desakan? Penutupan jalan ini jelas akibat konvoi yang dilakukan Putera Mahkota Raja waktu itu, dari sini jelas tidak ada hubungannya dengan jamaah Iran yg dituduh sebagai pemicu jamaah berdesak-desakan, tapi karena jalan yang seharusnya tidak ditutup akhirnya jamaah tertahan di satu titik yang menyebabkan jamaah lain dibelakang akhirnya tertahan juga.

Bukti kedua, kita bisa lihat sendiri langkah apa yang diambil Raja Salman pasca insiden, ia akan mengeksekusi 28 orang petugas keamanan di TKP, mereka itu di pancung, artinya tim investigasi TKP dari pihak Saudi sendiri mengakui insiden tersebut itu karena kelalaian petugas setempat, dan didukung dengan video amatir semua mengarah ke buruknya pelayanan pengelola Haramain, ditambah lagi faktor karena adanya konvoi Putera Mahkota, dihubungkan semua maka jelas sudah kenapa sampai ada blokade jalan yang berujung pada menumpuknya jamaah di satu titik yg mengakibatkan banyaknya jamaah wafat, ini didukung video dan laporan media-media beserta bukti, bukan sekedar kesaksian tidak jelas dan berdasarkan sentimen mazhab seperti yang mereka sebarkan hari ini. Link berita Ad Diyar dalam bahasa Arab silahkan akses disini : http://www.addiyar.com/…/1044118-غدا-قطع-رأس-28-مسؤولا-عن-م…

Katakanlah anggapan pihak anti-Syiah benar bahwa penyebab berdesak-desakan itu karena jamaah Iran, berdasarkan bukti di atas jamaah Iran jelas bukan masalah jika pihak keamanan Saudi bekerja dengan intens, atau betul-betul memperhatikan keselamatan dan ketertiban jamaah Mina, karena fakta data yang ditemukan dalam 10 tahun terakhir insiden di Mina telah terjadi sebanyak tujuh kali, dan kejadian dan tahun ini sangat banyak memakan korban, apakah itu semua karena jamaah Iran? Berfikirlah kawan.

***

Oleh: Agus Nizami

Pertama, dua jalan ditutup Asykar Saudi meski kosong, kutipan dari Republika, “Akhirnya, dua orang askar mengizinkan. Setelah kami lewat, jalannya ditutup pagar pembatas,” kata saksi. Jadi, yang menutup jalan itu Askar Saudi. Bukan yang lain.

Kedua, jamaah Indonesia bertanya, “Kenapa kami diminta berbelok?”

Akses jamaah Indonesia ke Jamarat melalui Jalan King Fahd sempat ditutup pada Kamis (24/9) pagi. Jamaah yang berhasil melintas ke akses untuk jamaah asal Asia ke Jamarat mengatakan, tidak mengetahui alasan penutupan.

Kutipan berita dari Repbulika:

“Jalan kosong. Saya juga sempat heran kenapa jalan kosong kok ditutup? Kenapa kami diminta berbelok?” kata jamaah Kloter JKS 61 Roni Herdianto (34 tahun), Jumat (25/9) malam waktu setempat. Bahkan, Roni sempat foto-foto dan beristirahat menuju Jamarat.

Roni menjelaskan, dia bisa langsung mengakses Jamarat sesuai jalur yang tertera pada peta dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Jalur itu juga sesuai yang disurvei oleh jamaah sebelum rangkaian ibadah di Mina.

Setelah melakukan lontar jumrah, jamaah langsung menuju Masjidil Haram untuk menuntaskan rukun haji, yaitu tawaf ifadah dan sa’i. “Kami baru tahu ada kejadian dari orang tua di Tanah Air yang menelepon,” ujar Roni.

Jamaah asal Purwakarta, Jawa Barat itu menjelaskan, ada delapan rombongan yang tergabung dalam Kloter JKS 61. Setiap rombongan beranggotakan 45 orang. Delapan rombongan ini berangkat dalam tiga gelombang.

“Ada tiga gelombang yang berangkat. Yang tidak sarapan, yang sarapan, dan yang sarapannya terlambat. Yang berbelok itu yang sarapan,” kata Roni.

Roni menjelaskan, tiga rombongan berangkat pertama, disusul tiga rombongan, dan terakhir dua rombongan. “Yang banyak menjadi korban itu rombongan 4, 6, dan 9,” ujar dia.

Dia menuturkan, tiga rombongan pertama berangkat lebih dulu karena membawa jamaah uzur dan menggunakan kursi roda. Dua rombongan dapat melintas dengan mudah di Jalan King Fahd. Rombongan terakhir sempat terhalang melewati akses untuk jamaah asal Asia tersebut.

Askar, kata Roni, meminta rombongan berbelok ke kiri, yaitu melintasi Jalan 223 yang menjadi penghubung Jalan King Fahd dan Jalan 204. Ketika itu, dia sempat hendak berbelok. Namun, dia urung melanjutkan perjalanan melalui Jalan 223 karena sudah terlalu padat.

Roni pun ngotot melintas di Jalan King Fahd dengan alasan membawa jamaah yang sudah uzur dan menggunakan kursi roda. “Akhirnya, dua orang askar mengizinkan. Setelah kami lewat, jalannya ditutup pagar pembatas,” kata dia.

Akses yang ditutup membuat tiga rombongan dalam gelombang kedua tidak bisa lagi melintas di Jalan King Fahd. Mereka harus berjalan kaki melintasi Jalan 223 lalu Jalan 204. “Kalau yang terjadi di jalan itu, saya sama sekali tidak tahu. Yang saya tahu jalan yang lurus (Jalan King Fahd) itu lancar,” ujar dia.

Jalan 204 merupakan lokasi kejadian jamaah terhimpit dan berdesak-desakan. Sebagian dari mereka terinjak-injak, sebagian lainnya terkena sengatan matahari dan dehidrasi. Akibatnya, 717 jamaah meninggal dunia dan 853 mengalami luka.

Menurut saya yang masuk akal adalah Pangeran Arab, Muhammad anak Raja Salman beserta 350 pengawalnya mau melontar jumroh dan menutup 2 jalan, sehingga jema’ah haji yang didepan tidak bisa maju. Tapi harus berbalik arah ke belakang. Sementara dari belakang, puluhan ribu jamaah haji lainnya berusaha maju sehingga terjadi saling desak/dorong sehingga ada yang terinjak-injak.

Wahabi menuduh karena jemaah haji Syiah Iran. Padahal sebelumnya Wahabi bilang orang Syiah itu naik hajinya bukan ke Mekkah. Tapi ke Karbala. Dari sini kita tahu Wahabi bohong soal ini. Nah soal jamaah Iran membuat ulah apa benar? Saat yang dituduh Pangeran Arab mereka minta tabayyun. Tapi soal jamaah Iran ini tidak pakai tabayyun. Itu berita langsung ditelan dan disebar.

Jamaah Haji Iran cuma 61.000 orang. Jauh di bawah Indonesia yang 220.000 orang. Sebelumnya aman-aman saja. Karena kurang dari 1/3 Indonesia, harusnya mudah dikontrol. Apalagi polisi Arab itu galak-galak. Jadi mengkambing-hitamkan jamaah Iran kurang terpuji.

Mereka berdalih anak Raja Salman pakai helikopter. Tidak pakai jalan biasa. Memangnya di dekat jumroh ada landasan helikopter?

Arab Saudi bilang korban tewas cuma 700 orang. Padahal sebelumnya mereka mengklaim cuma 100 orang yang tewas. Tapi pelan-pelan angka tersebut terus bertambah jadi 300, 400, dan sekarang 700 lebih. Iran menyebut jumlah korban tewas lebih dari 1300 orang. Kita tunggu saja hasil perhitungannya, mana yang benar. 700 versi Saudi atau 1300 versi Iran.

Sikap Wahabi yang buruk sangka dengan mengatakan berita dari Iran pasti bohong dan berita dari Saudi itu pasti benar adalah contoh ‘ashobiyyah. Apalagi sumber beritanya ternyata dari Lebanon. Bukan Iran. Kemudian media massa nasional yang memberitakan bukan media Syiah. Ini untuk membantah klaim Wahabi bahwa berita dari Syiaah itu pasti bohong.

***

Ada kesaksian lain dari jamaah haji asal Indonesia, yang saat ini masih berada di Mina, mengatakan bahwa jamaah haji Iran sangat tertib dan sopan, bahkan sempat menolongnya.

iran haji

Selain itu, media dari Afrika jelas menulis bahwa yang mendapat kecaman atau yang disalahkan pihak Arab Saudi adalah jamaah Afrika, bukan jamaah Iran, bisa di lihat di tautan ini: howafrica.com/saudi-prince-blames-black-africans-for-hajj-stampede-717-dead-so-far/. Sampai hari ini, tidak ada pernyataan resmi dari Arab Saudi yang menyatakan bahwa Syiah/ Iran dalang musibah ini. Lalu mengapa, para media-media ‘Islam’ mainstream Indonesia menuding Iran?

Iklan