Pilot AS Frustasi, ISIS di Depan Mata Tapi Tak Boleh Ditembak

pilotLiputanIslam.com — Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter mengatakan, pasukan khusus AS akan dikirim ke Irak untuk memerangi kelompok yang menyebut diri Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pernyataan itu disampaikan menteri pertahanan di hadapan komite kongres pada Selasa (1/12/2015).

Untuk kesekian kalinya, AS mengklaim bahwa mereka benar-benar memerangi ISIS. Selain dengan melakukan serangan udara, kabarnya, mereka juga mengirim pasukan khusus.

 

Tapi, tahukah Anda, bahwa pilot-pilot AS sendiri merasa frustasi saat diberikan tugas memerangi ISIS?

Nah ceritanya, pilot jet tempur ini sedang bertugas di wilayah Irak dan Suriah, tapi…

“Ada saat-saat saya melihat teroris ISIS dengan jelas, namun kami tidak diizinkan melakukan tindakan apapun. Saya khawatir jika teroris ini akhirnya membunuhi rakyat sipil, karena ketidak-mampuan saya menumpas mereka. Oh, ini benar-benar membuat frustasi,” ujar salah seorang pilot kepada Fox News, 28 Mei 2015.

Salah sorang pilot juga menunjukkan protesnya dengan mengunggah fotonya di media sosial, dengan sebuah kertas yang bertuliskan, “Bisakah aku menembak si bastard (teroris-red) ini, please?”

Kepada masyarakat internasional, AS selalu bilang mereka memerangi terorisme. Ke Suriah dan Irak untuk menumpas ISIS. Tapi fakta bicara lain. Tak bosan-bosan kami ingatkan, pasca serangan udara oleh AS dan sekutunya, justru teritorial yang dikuasai ISIS jadi meluas. (Baca: Bashar al-Assad: Akibat Serangan Udara AS, Wilayah yang Dikuasai ISIS Meluas)

Selain itu, AS juga secara kontinyu ‘salah kirim senjata’. Katanya sih, mau memberikan senjata ke pejuang Kurdi, tetapi selalu jatuh ke pasukan ISIS. Masa iya, dengan kecanggihan tekhnologi yang mereka miliki, selalu saja salah sasaran dan tidak bisa membedakan antara pejuang Kurdi dengan ISIS? (Baca: Pasukan Koalisi Pimpinan AS, Kembali Jatuhkan Senjata untuk ISIS)

Jadi, tidak usah berharap banyak kepada AS. Mereka tidak sungguh-sungguh memerangi ISIS kok. Jika memang AS serius melawan ISIS, caranya mudah sekali. Cukup berhenti memberikan senjata kepada gerombolan teroris ini. Selama ini, AS dan sekutunya menyuplai senjata kepada kawanan teroris yang disebut ‘moderat’. Padahal, baik FSA, Al-Nusra maupun ISIS, mereka sama-sama teroris dan melakukan kejahatan yang sama kejinya.

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: