Menjawab Fitnah Portal Piyungan dan NU Garis Lurus Soal Eksekusi Ahmad Nu’aimi

Sohibul ImanLiputanIslam.com — Mohammad Sohibul Iman, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak lama telah mewanti-wanti agar kader-kadernya tidak melakukan hate speech, dan lebih bijak menggunkan sosial media. Menurutnya, kecerobohan dan fitnah dapat menimbulkan irrevesible damage (kerusakan yang tidak dapat dipulihkan).

“Bila dipikir jernih, sesungguhnya apa rugi dan apa susahnya menahan info sebentar dan menelaahnya sejenak sebelum disebar kemana-mana? Agar tidak jadi penghasut maka hati-hatilah menyebar info. Agar tidak mudah terhasut maka cernalah segala info. Banyak info bukan tujuan, mutu info yang harus diutamakan,” paparnya, dalam serangkaian kultwitnya pada Sabtu, (8/8/2015) lalu.

 

 

Namun sayang, petuahnya tersebut agaknya masuk kiri keluar kanan. Baru-baru ini, seorang kader PKS membuat status yang secara implisit menuduh putra-menantu Presiden Joko Widodo telah berzina.

Baca juga: Kisah Imam Malik dan Seorang Pemandi Jenazah

Dan kini, website PKS Piyungan (yang telah berganti domain menjadi Portal Piyungan), telah menyebarkan fitnah dengan menggunakan foto palsu.

Perhatikan berita yang dirilis oleh Portal Piyungan berikut ini:

Klik untuk memperbesar

Klik untuk memperbesar

“Ahmad Nu’aimi, penyair Irak akhirnya dieksekusi di tiang gantungan oleh pemerintah Irak yang kini dipegang oleh Syiah di bawah kendali Iran. Hanya syair berjudul “Kita Bangsa Yang Tak Punya Malu” tetapi membuat heboh karena disana disampaikan fakta-fakta sejarah dimana Syiah selalu melakukan pengkhianatan di tubuh kaum muslimin. Maka tanggal 29-12-2015 pun Ahmad Nu’aimi dieksekusi mati,” tulis Portal Piyungan.

Benarkah klaim tersebut?

Pertama, gambar yang digunakan oleh Portal Piyungan tersebut adalah kejadian hukum gantung seorang pembunuh berantai bernama Mehdi Shahrivar [update: malah ada kesalahan nama, seharusnya Mehdi Faraji]. Kejadian pembunuhannya di kota Qazvin, Iran, pada tahun 2009, dan ia di hukum mati pada bulan Desember 2011 (empat tahun yang lalu). Polisi berseragam Iran (bukan polisi Irak). Source: http://www.niksalehi.com/newspaper/view/025155.php

Klarifikasi1

Klik gambar untuk memperbesar

Klik gambar untuk memperbesar

Klik gambar untuk memperbesar


Kedua
, ada pernyataan dari Sekjen Asosiasi Penyair dan Penulis Irak Habib Al-Sayeg, yang membantah ada penyair di Irak yang dihukum mati.

ان الخبر الذى نشر عن إعدام شاعر عراقى – لا أعرفه شخصيا ولم أسمع به – لأنه كتب قصيدة (نحن شعب لا يستحى) لا اساس له من الصحة

“Kabar yang tersebar tentang telah dihukum matinya seorang penyair Irak — yang saya sendiri tidak mengenalnya secara pribadi dan tak pernah mendengar namanya–, adalah berita yang tidak berdasar dan tidak valid. Source: http://aliraqnet.net/archives/22538

***

Dengan berbekal informasi palsu, Portal Piyungan menyebarkan berita yang tidak benar. Sayangnya lagi, hal ini juga dilakukan oleh situs lainnya, seperti Nugarislurus.com.

NUgarisLurus

Fitnah ini juga disebarkan secara masif oleh pengguna media sosial yang anti-Syiah. Begitu bersemangatnya mereka meyakinkan bahwa Syiah adalah musuh, sehingga fitnah pun seakan-akan telah menjadi halal.

Tak heran jika Habib Ali Al-Jufri pernah berkata,“Kepada seluruh Ahlussunnah (Sunni) dan Syiah di Irak: Musuh kalian yang sebenarnya (hakiki) adalah mereka yang menyakinkan kalian bahwa kalian (Sunni-Syi’ah) adalah bermusuhan,” ucapnya di akun twitter-nya @alhabibali.

Baca juga: Ini Dia, Musuh Sunni – Syiah Menurut Habib Ali al-Jufri. (ba)

 

sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: