Menjawab Fitnah: 5 Tahun Lagi Indonesia Jadi Negara Syiah?

Foto: Muslimoderat

Foto: Muslimoderat. Klik gambar untuk memperbesar

Sebuah kesimpulan acara Tabligh Akbar yang digelar Wahabi di Masjid Agung Surakarta, Ahad (8/11/2015) dengan tajuk, “Terungkapnya Konspirasi Gelap Syiah dan Komunis PKI,” begitu mencengangkan. Para pemateri dari kalangan Wahabi seperti Ustadz Tengku Azhar, Ustadz Mu’inudinillah, Ustadz. Andri dari Malang dan Ustadz Habib Buya dari Jakarta satu suara bahwa ancaman Syiah itu nyata dan patut diwaspadai.

Koresponden AntiLiberalNews (media Wahabi) melaporkan bahwa, Syiah berencana “men-Suriahkan” Indonesia dalam waktu dekat, antara periode 2018-2020, bahkan bisa jadi lebih cepat dari tahun itu.

Berdasarkan data imigrasi, 10.000 orang Syiah dari Lebanon dan negara-negara lain sudah stanby di Indonesia. Bahkan, menurut sumber terpercaya, sejumlah 200.000 pedang sudah distok di daerah Pekalongan, Jawa Tengah. Propaganda murahan. Buat orang-orang idiot. Ujung-ujungnya ya ngumpulin uang dari orang-orang yang ketakutan.

 

 

Bagaimana bisa Indonesia jadi negara Syiah dalam waktu kurang dari 5 tahun? 2020?  Sementara selama 1000 tahun lebih cuma 1% saja jumlah Syiah di Indonesia meski Kerajaan Islam pertama, Perlak di Aceh berdiri tahun 840 Masehi beraliran Syiah.

10.000 orang Syiah itu kurang dari 1/25.000 rakyat Indonesia. Melawannya pakai 200.000 pedang? Ya mati konyol mengingat 1.000.000 tentara dan polisi Indonesia punya pistol, senapan, dan pesawat tempur.

Apa iya seorang Syiah seperti Jalaludin Rahmat bisa mengalahkan 25.000 orang macam Farid Okbah? Memangnya Jalaludin itu IP Man dan Farid Okbah itu ayam sayur? Mikir… :)

Jadi kalau ada orang yang percaya 10.000 orang Syiah dgn 200.000 pedang bisa mengalahkan 250.000.000 rakyat Indonesia dan 1 juta polisi dan tentara dengan senjata lengkap, harus diperiksa akalnya masih berfungsi apa tidak?

Inilah akibat jika ahli fitnah/ pendusta dijadikan dai yang menyeru ke neraka dan kebencian akhirnya mematikan akal sehat sehingga jadi super bahlul. Ahmaq.

Di atas adalah foto pengungsi Afghanistan. 75% penduduk Afghanistan adalah Sunni. Mereka mengungsi karena negara mereka dilanda peperangan tanpa henti. Bagaimana pengungsi yang kurus kering dalam keadaan terkurung itu bisa melakukan revolusi?

Takut itu hanya untuk Allah. Bukan terhadap makhluk Allah. Hasbunallahu wa ni’mal wakil. Ni’mal mawla wa ni’man nashiir. Siapa pun yang mau melakukan revolusi, mau Syiah, Wahabi, dsb, 1 juta tentara dan polisi serta ratusan juta rakyat Indonesia siap menggilasnya.

Hari begini mau perang pakai pedang? Memangnya 1400 tahun yang lalu? Tidak pakai otak itu yang bikin tulisan. Yang percaya juga sama. Haha (ba)

—-

Artikel ini disalin dari Muslimmoderat.com

%d blogger menyukai ini: