Menelisik Jejak Arifi, Ulama Provokator Penyeru Jihad ke Suriah

Arifi2 Syeikh Muhammad Al-Arifi, adalah ulama asal Arab Saudi. Dari informasi yang beredar di media sosial, dikabarkan bahwa ia akan datang ke Jakarta untuk mengisi acara tabligh akbar dengan tajuk ‘Ahlussunah Indonesia Bersatu’ pada 17 Januari 2016. Sedianya, acara ini akan diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta. KH. Muhammad Arifin dari Majelis Az-Zikra juga akan menjadi pembicara.

Siapakah Syeikh Muhammad al-Arifi?

Ia adalah ulama yang mendukung pemberontakan di Suriah. Pada 13 Juni 2013  diadakan konferensi di Kairo, Mesir, yang kabarnya dihadiri lebih dari 500 tokoh agama dari  50 negara yang menyerukan wajibnya jihad ke Suriah.

Syeikh Al-Arifi, berkata, “Jika kalian sudah kehilangan harga diri dan kehormatan untuk membela saudara-saudara kita di Suriah, maka minimal kalian bebaskan rakyat Arab untuk bertindak membantu saudara-saudaranya di Suriah, dan kalian akan disiksa di kubur jika tidak membantu perjuangan rakyat Suriah saat ini,” tegas Al-’Arifi. Dan seruan ini disebarluaskan oleh media-media Islam mainstream di tanah air.

 

 

“Biarkanlah rakyat berangkat berjihad dengan senjata ke Suriah. Umat ini tidak akan pernah sabar atas aksi pembunuhan yang terus terjadi di Suriah secara membabi buta. Sebaliknya, umat ini akan merekrut para pemuda jihad dari setiap negara Islam untuk meraih kemenangan. Dan itu akan dimulai dengan jihad di tanah Syam,” ucapnya.

Arifi–dengan sangat tegas- menyebut Bashar Al-Assad sebagai “anjing” dalam baris-baris bait syair yang dibacakannya. Areefe juga mengingatkan bahwa terdapat sekitar 900 Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang pernah hidup di bumi Syam (Suriah). Karena itu, anak-anak yang mati terbunuh, para perempuan yang diculik dan diperkosa adalah cucu-cucu para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

***

Mari telaah dengan akal sehat, sebagaimana yang dituliskan oleh Kabar Islam:

Ada video Syekh Muhammad Al Arifi yang menceritakan kekejaman kaum Syiah di Suriah yang menurutnya membantai dan memperkosa Muslim Sunni di sana. Pertama-tama kita harus paham bahwa di Suriah itu 75% penduduknya adalah Muslim Sunni. Ada pun Syiah hanya 13%. Logiskah jika kaum minoritas menzalimi mayoritas? Apa bukan malah babak belur dizalimi oleh mayoritas?

Apalagi Suriah itu bukan negara berdasarkan Syiah seperti Republik Islam Iran. Suriah adalah negara nasionalis- sekuler yang memberi tempat yang nyaman dan aman bagi semua penduduknya. Apa pun agama dan aliran agamanya.

Jika memang Syiah itu jahat, harusnya jihadnya itu ke Iran yang mayoritasnya (95%) memang Syiah dan memakai agama mazhab Syiah sebagai dasar negaranya.

Suriah (Syams) negara yang diberkahi Allah memang merupakan negara Arab yang paling sering melawan Israel yaitu tahun 1948, 1967, 1973, dan 1982. Sementara Arab Saudi, malah memiliki Pangkalan Militer Amerika Serikat di sana. Arifi berasal dari Najd, tempat yang digambarkan Nabi Muhammad Saw sebagai sumber fitnah, menyeru fitnah untuk membunuh kaum Muslim di Syam dan Yaman yang merupakan negara yang diberkahi Allah.

Arifi di London, sumber foto: Kabar ISlam

Arifi, yang menyeru jihad ke Syam dan Yaman sambil menangis-nangis di video. Orang-orang terhasut dan akhirnya berangkat, lalu tewas di sana. Tetapi apa yang ia lakukan? Ia malah senyum-senyum di Inggris.

Nabi selalu memimpin pasukannya di perang Badar, Uhud, Khandaq, Tabuk, dsb, hingga terluka pipinya. Lalu mengapa Arifi malah asyik bertamasya ke London?

Allah ta’ala berfirman :

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوالِمَتَقُولُونَمَالاتَفْعَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?” [QS. Ash-Shaff : 2].

Andaikan situasinya seperti ini. Ada pembantaian yang dilakukan tentara Indonesia seperti yang terjadi di Tanjung Priok, di Aceh, dan lainnya. Lalu ada sekelompok orang yang menyerukan jihad ke Indonesia, merekrut jutaan ‘jihadis’ dari seluruh dunia untuk memerangi Indonesia. Apa yang akan terjadi di negeri ini? Tak ayal, kita semua (termasuk warga sipil) bisa saja menjadi korban peluru dan roket-roket. Niscaya Indonesia pun akan hancur, sebagaimana yang terjadi pada Suriah.

Karenanya, jangan mau di adu domba. Apalagi, dalam konflik Suriah ini banyak sekali informasi, foto, dan video palsu bertebaran. Selengkapnya lihat di tautan ini.

Sebelum pemberontakan pada Maret 2011, Suriah aman dan damai. Justru setelah pemberontakan itulah akhirnya jatuh korban sehingga per Juli 2013, sudah 100.000 korban tewas. Sebanyak 42.000 korban berasal tentara dan pendukung pemerintah Suriah, 18.000 dari kawanan pemberontak, dan 40.000 warga sipil.

***

Kecaman Imam Masjid Al Aqsa Terhadap Arifi

Jauh -jauh hari, Imam Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Salah al-Din bin Ibrahim Abu Arafa mengecam atas apa yang telah dilakukan oleh berbagai faksi teroris di Suriah. Ia menyalahkan para ulama yang telah menyerukan peperangan di Suriah, menyeru kepada umat untuk melakukan jihad suci, padahal yang diperangi adalah sesama Muslim. Video pernyataannya bisa disaksikan di http://www.youtube.com/watch?v=KtgGDq7tbwk

“Semua ini adalah kesalahan dari para ulama yang menyerukan perang dan pertumpahan darah. Ini salah mereka. Kami melihat kasih sayang telah hilang, anak-anak dan wanita tidur dan terbangun dalam perut keroncongan,” ucapnya.

Menurut Abu Arafa, motif kawanan teroris ini berperang di Suriah bukanlah untuk menegakkan Islam, melainkan semata-mata demi kekuasaan.

“Anda ingin berperang dengan berbagai macam alasan, namun sudah terang benderang, bahwa mereka berperang semata-mata demi kekuasaan. Semuanya telah terungkap. Kami bisa melihat Libya dan tempat-tempat lainnya. Dan apa salah orang-orang Palestina?”

Kawasan Kamp Yarmouk yang menjadi tempat tinggal bagi rakyat Palestina yang mengungsi di Suriah, kondisinya sangat mengenaskan. Warga terkepung di dalam kamp, terjebak antara faksi-faksi teroris yang tengah baku hantam. (Baca: Siapa yang Mengepung Yarmouk?)

“Kami melihat kelompok ISIS membunuh kelompok Al-Nusra. Kami juga melihat Al-Nusra membunuh kelompok dari  Islamic Front. Kami berada di Yarmouk, dan mereka datang. Jika penduduk Yarmouk menerima Al-Nusra, maka mereka tidak akan selamat dari ISIS. Jika menerima ISIS, mereka tidak selamat dari Islamic Front. Namun jika menerima semuanya, maka ketiganya akan membantai mereka,“ jelas ulama Ahlussunah ini.

“Kapankah mereka akan sadar? Kapankah kita akan berdiri berdampingan? Apa yang telah dilakukan Yarmouk kepada Anda? “

Menurutnya, jika ingin menolong warga di Kamp Yarmouk, seharusnya mereka diberikan roti. “Siapapun yang hendak mendirikan negara Islam dengan menumpahkan darah kaum Muslimin , sesungguhnya ia tidak bernegara dan tidak beragama.  Itulah yang Allah dan Rasulnya sampaikan! Kami muak dengan semua kebohongan Anda. Bantulah orang-orang di Yarmouk dengan memberikan roti. Dan tolonglah kami dengan tulus ikhlas, berhentilah membohongi kami. Hentikan semua kepalsuan Anda,” ucapnya lagi. (baca: Kelaparan di Kamp Yarmouk, Dosa Assadkah?)

Tak luput, ia pun mengkritik seorang ulama yang berapi-api menyerukan jihad ke Suriah, namun ia sendiri terbang ke London dan Turki. “Kami melihat seorang ulama bertamasya ke London dan Turki, tinggal di hotel dan tempat yang mewah. Sedangkan, ia sendiri menyerukan kepada umat manusia untuk berperang yang disebutnya ‘jihad suci’ di Suriah,” kecamnya.

Ulama yang dimaksud oleh Abu Arafa adalah Syeikh Muhammad al-Arifi, ulama Arab Saudi yang menyerukan jihad ke Suriah. Namun dua hari kemudian, ia tertangkap kamera tengah berada di London, sedang  check-in di salah satu hotel dengan kopernya.

Menurutnya, seharusnya sesama Muslim harus saling menjaga dan melindungi. Kekerasan dan pembantaian sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, dan bukan untuk hal ini Nabi diutus.  “Rasulullah tidak pernah mengajarkan ini, beliau diutus bukan untuk ini. Buang jauh-jauh klaim bohong Anda, lindungi darah kaum Muslimin dan jangan menumpahkannya.  Anda telah mempermalukan kaum Muslimin, dan tidak melakukan kebaikan apapun untuk sesama manusia,” tandasnya.

Maka, layakkah ulama provokator seperti ini diundang ke Indonesia?

sumber : liputan islam

%d blogger menyukai ini: