Lagi, Syiah Dituduh Mengancam NKRI

MUIJatiM Untuk kesekian kalinya, para ulama maupun aktivis anti-Syiah menuduh bahwa Syiah merupakan ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tentang Syiah, kami menyerukan bahwa Syiah adalah ancaman bagi NKRI. Demikian yang diucapkan oleh KH. Abdushomad, Ketua MUI Jawa Timur (Jatim), Sabtu (18/12/2015), seperti dilansir oleh Nugarislurus.com.

Kiai Abdus Shomad berharap sinergitas antara MUI dan Pemprov tetap terus terjalin demi menjaga stabilitas Jatim. Sinergitas itu sudah terwujud dalam bentuk Pergub tentang pembinaan aliran sesat. Menurutnya, MUI Jatim mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah di Jatim.

“Syiah kalau besar, mereka akan membuat makar”, tegas Kiai Abdus Shomad.

Faktanya:

1. Yang menjadi ancaman bagi Indonesia bukanlah Syiah. Pernahkah pemerintah pusat menyatakan bahwa Syiah berbahaya bagi NKRI? Justru sebaliknya, Syiah yang menjadi target kelompok terorisme.

2. Yang diburu oleh pemerintah adalah para teroris. Pernahkah ada kejadian Densus 88 memburu Syiah?

3. MUI Pusat tidak pernah Fatwakan Syiah Sesat

4. Teroris yang mengancam NKRI, bukanlah orang-orang Syiah.

Dari laporan merdeka.com, hari ini (24/12/2015) Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap dua orang terduga teroris di dua lokasi berbeda di Kota Bekasi. Diantaranya menangkap Arip Hidayatullah di perumahan Taman Harapan Baru, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian, tim Densus 88 juga menangkap pria diduga bernama Abu Muzab di Kampung Duku RT 5 RW 9, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria. Kedua yang ditangkap karena saling kenal.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri di Bekasi pagi tadi merupakan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: