Krisis Suriah: Direktur Human Right Watch Sebarkan Foto Palsu

Kenneth Roth, Direktur Eksekutif Human Right Watch (HRW) dilaporkan telah melakukan propaganda terhadap Suriah. Melalui akun Twitter-nya @kenroth, ia mengunggah sebuah foto dengan keterangan ‘A drone’s eye tour of what Assad’s barrel bombs have done in Aleppo’ pada 9 Mei 2015. Foto tersebut menunjukkan suatu kawasan yang porak poranda, dan oleh Roth, dikatakan sebagai dampak penggunaan bom barrel oleh pemerintah Suriah.

Benarkah demikian?

Sayangnya, setelah dilakukan penelusuran ternyata foto yang digunakan oleh Roth tersebut merupakan foto sebuah kawasan yang hancur di Gaza oleh serangan Israel.

***

Dari keterangan Wikipedia, Roth bukanlah orang baru di HRW. Ia awalnya berprofesi sebagai pengacara, sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Eksekutif pada tahun 1993. Ia adalah lulusan Yale Law School dan Brown University.

Seorang pengacara tentunya tahu persis apa yang akan terjadi di sebuah persidangan jika kita menghadirkan bukti palsu. Seseorang bisa dinyatakan tidak bersalah, atau sebaliknya, atas bukti palsu tersebut. Masyarakat tentunya mengharapkan sikap yang profesional dan adil dalam menghadapi sebuah krisis, apalagi yang menyangkut puluhan juta jiwa sebagaimana yang terjadi di Suriah. Namun apa lacur, justru seorang tokoh penting dari badan hak asasi manusia terkemuka di dunia turut serta menyebarkan propaganda anti-Assad.

Jamal Dajani, jurnalis senior Amerika turut menyesalkan kejadian ini. Melalui akun resminya di Facebook, ia menyangsikan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan teknis.

“Direktur Eksekutif Human Right Watch Kennet Roth memposting foto di Twitter, mengklaim bahwa kerusakan tersebut terjadi karena bom barrel yang dijatuhkan di Aleppo. Gambar sebenarnya adalah kerusakan di Gaza yang disebabkan oleh Israel. Lalu ia menarik / menghapus foto tersebut setelah para jurnalis dan aktivis di media sosial memborbadirnya. Apakah hal itu murni kesalahan? Apakah hal itu wajar dilakukan oleh suatu organisasi terkemuka? Tolong jelaskan pada kami, Mr Roth. Hal itu sangat menganggu,” tulis Dajani.

sumber : liputan islam

%d blogger menyukai ini: