“Kenapa Barat tidak memasukkan organisasi-organisasi Syiah ke dalam kelompok teroris?”

kenapa syiah tidak dianggap terorisSyeikh Dr. Muhammad al-Arifi bertanya, “Kenapa Barat tidak memasukkan organisasi-organisasi Syiah ke dalam kelompok teroris?”

Hal itu ia ungkapkan dalam artikel ini, yang dipublikasikan oleh Islampos.com. Apakah pertanyaan yang diajukan oleh al-Arifi tersebut relevan dengan fakta? Benarkah organisasi Syiah tidak diberikan predikat teroris?

Sayangnya,kenyataannya jauh berbeda. Kelompok perlawanan Hizbullah yang di Lebanon, yang bermazhab Syiah, telah lama menyandang predikat teroris.

 

Coba simak, keterangan dari Council on Foreign Relations, lembaga think tank yang berbasis di Amerika Serikat (AS);

“Hizbullah adalah partai politik — grup militan Muslim Syiah yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa. Hizbullah merupakan ancaman teroris global dan ancaman bagi stabilitas Timur Tengah.

Dengan dukungan yang signifikan dari Iran dan Suriah, eksistensi  Hizbullah meluas, yang berperan sebagai aparat keamanan, organisasi politik dan pelayan masyarakat. Sehingga, tak jarang jika kelompok ini digambarkan sebagai ‘state within the state’.

Hizbullah melakukan perlawanan terhadap Israel dan Barat di Timur Tengah, yang menjadikannya sebagai proxy yang efektif dalam mendukung kebijakan luar negeri Iran.”

Tulisan diatas mengkonfirmasi dengan sangat jelas, bahwa Hizbullah dianggap sebagai ancaman bagi aliansi AS-Israel dan sekutunya di Timur Tengah. Namun alangkah menyedihkan, jika seorang ulama sekaliber al-Arifi tidak mengetahui informasi sepenting ini. Dan yang lebih menyedihkan lagi, keberadaan media-media seperti Islampos.com yang ibarat kerbau dicocok hidungnya, begitu saja menerima perkataan ulamanya tanpa melakukan cek dan ricek terlebih dahulu.

Lalu sejak kapan Hizbullah dimasukkan ke dalam daftar teroris oleh AS? Silahkan perhatikan tabel berikut:

Kenapa Syiah tidak dianggap teroris 2

Tabel diatas, diambil situs resmi AS (U.S Departement of State), klik: http://www.state.gov/j/ct/rls/other/des/123085.htm

Dan dengan mempublikasikan sebuah berita dari tidak benar, selain mengabaikan firman Allah untuk meneliti sebuah kabar  (Al-Hujuraat:6), lagi-lagi Islampos menunjukkan jati dirinya sebagai media pemecah belah. Kali ini, targetnya adalah mendeskreditkan pemeluk mazhab Syiah secara umum. Akibat sepak terjang Islampos.com dan media sejenisnya, Islam menjadi bahan tertawaan lantaran pemeluknya dianggap begitu bodoh, lugu, dan mudah ditipu. Semoga Allah melindungi kita semua dari media-media perusak keharmonisan bernegara. (ba)

sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: