Kapal-kapal Si Bilal

bilal erdogan Sepak terjang Bilal Erdogan yang mendukung, putra dari Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki sudah sangat sering diulas di Liputan Islam, misalnya:

1. Bilal Erdogan pemilik perusahaan maritim BMZ Ltd Pendukung Terorisme

Bilal memiliki dermaga khusus di Beirut dan Ceyhan yang berfungsi untuk menyelundupkan minyak mentah dari ISIS. Partai-partai oposisi Turki berulang kali menuduh Erdogan sudah tidak mampu lagi menutupi keteribatan Bilal dalam skandal transaksi minyak jarahan yang menjadikan ISIS sebagai kelompok teroris kaya raya.

 

 

“Presiden Erdogan mengklaim bahwa menurut konvensi transportasi internasional tidak ada pelanggaran hukum tentang kegiatan terlarang Bilal. Menurut dia, anaknya melakukan bisnis biasa dengan perusahaan-perusahaan Jepang yang terdaftar, tetapi sebenarnya Bilal Erdogan terlibat dalam kegiatan mendukung terorisme. Hanya saja, selama ayahnya masih berkuasa, maka ia akan kebal dari tuntutan hukum apapun,” terang pejabat senior Partai CHP.

Ia juga menggaris-bawahi bahwa perusahaan maritim Bilal Erdogan itu, BMZ Ltd, dianggap sebagai bisnis keluarga. Lalu, kerabat dekat Presiden Erdogan yang memiliki saham di BMZ menyalahgunakan dana publik dan mengambil pinjaman dari bank Turki.

2. Minyak Curian ISIS Dijual ke Israel MelaluiTurki

Sebuah paper yang ditulis oleh George Kioukstsolou dan Dr Alec D Coutroubis dari University of Greenwich juga telah melacak perdagangan minyak di pelabuhan Ceyhan, dan menemukan beberapa korelasi antara keberhasilan operasi militer yang dilakukan ISIS dengan minyak-minyak di pelabuhan.

Pada bulan Agustus, Financial Times (FT) melaporkan bahwa Israel mendapatkan 75% suplai minyak dari Kurdi Irak. Lebih dari sepertiga ekspor tersebut telah melalui pelabuhan Ceyhan, dan FT menyebut bahwa Ceyhan adalah gerbang potensial untuk menyelundupkan minyak curian ISIS.

3. Media Sosial Heboh Melihat kedekatan Bilal Erdogan Dengan ISIS

Media sosial dihebohkan dengan foto-foto ‘kemesraan’ antara putra Presiden Recep Tayyip Erdogan, yaitu Necmettin Bilal Erdogan, dengan teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Dalam sebuah foto, terlihat Bilal Erdogan tengah makan bersama dengan petinggi ISIS. Di foto lain, terlihat ia berangkulan. Disebutkan bahwa petinggi ISIS tersebut ikut andil dalam pembantaian di Homs dan pembantaian terhadap Rojava (orang-orang Kurdi di Suriah).

Menurut Menteri Informasi Suriah Omran al-Zoub, “Seluruh minyak dikirimkan kepada perusahaan yang pemiliknya adalah putra dari Recep Tayyip Erdogan. Inilah mengapa Turki menjadi cemas saat Rusia memulai serangan yang menargetkan infrastruktur yang dikuasai ISIS, dan menghancurkan lebih dari 500 truk tangki minyak. Tentu, hal ini membuat Erdogan dan perusahaannya terguncang. Yang mereka pentingkan bukan hanya minyak, tetapi juga gandum dan artefak bersejarah.”

Untuk mengangkut minyak-minyak ini, tentunya Bilal menggunakan kapal-kapal laut. Jadi, menurut Zero Hedge, jika ingin mencari bukti bahwa Bilal Erdogan terlibat dalam transaksi minyak ilegal dengan ISIS, bisa dimulai dengan melacak isi armada-armada milik BMZ Ltd. Berikut daftarnya:

Mecid Aslanov

Begim Aslanova

Poet Qabil

Armada Breeze

Shovket Alekperova

Presiden Erdogan memang telah membantah bahwa ia terlibat dalam perdagangan minyak ilegal dengan ISIS. Bahkan Erdogan menantang balik, ia siap mundur jika memang ia membeli minyak dari ISIS.

Seperti yang telah diungkap oleh Al-Araby, minyak mentah curian ISIS dilabel sebagai minyak mentah yang berasal dari daerah Kurdi. Sehingga, mudah saja Erdogan membantah tuduhan-tuduhan tersebut. Namun, semua ini bisa dikonfirmasi kepada pemerintah Irak.

Pada tahun 2014, pemerintah Irak telah memperingatkan pembeli minyak mentah. Setiap pembelian minyak mentah Irak yang dijual tanpa otorisasi SOMO–satu-satunya lembaga yang memilik otoritas di Irak untuk menjual minyak mentah–akan berakibat sanksi terhadap pihak pembeli karena dianggap berkontribusi terhadap pembiayaan kegiatan terorisme.

Peran Kurdi Irak dalam ekspor minyak ISIS ini memperkeruh hubungan Bagdad dengan pemerintah daerah otonomi Kurdi di Erbil. Sejak bulan Mei 2014, Erbil terlibat dengan transaksi minyak yang melalui pelabuhan Ceyhan, Turki. Pemerintah Irak menyebut ekspor ini sebagai “penyelundupan”.

Jadi, setelah mengecek kapal-kapal Bilal, periksa asal minyak-minyak yang diangkut. Jika minyak tersebut memiliki dokumen-dokumen resmi dari SOMO, maka minyak tersebut tidak bermasalah. Namun tanpa adanya dokumen resmi, darimana lagi asalnya minyak tersebut kalau bukan dari minyak yang dijarah lalu diselundupkan oleh ISIS?.

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: