Isu Al-Qur’an Beda, Propaganda Pecah Belah Islam

Dirjen Iran Culture and Relations Organization (ICRRO) untuk Asia Pasifik, Ali Mohammad Sadeqi (kiri) menandatangani peluncuran buku foto karya Duta Besar RI untuk Iran, Dian Wirengjurit berjudul “Iran: lovely people", 11 Juni 2015. KBRI Teheran.

Peluncuran buku foto karya Duta Besar RI untuk Iran, Dian Wirengjurit berjudul Iran: lovely people”, 11 Juni 2015. KBRI Teheran.

Fitnah yang menghantam Syiah nyaris tak ada ujungnya. Isu-isu yang sama diangkat berulang-ulang kendati telah diklarifikasi. Misalnya, tentang Al-Qur’an yang dituding berbeda.

Benarkah?

 

 

 

 

 

 

Bantahan fitnah datang dari Kepala Duta Besar Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, MA. Dalam sebuah acara di Qom baru-baru ini, ia menepis anggapan tersebut. Dikutip dari buletinmitsal.com, (11/12/2015) Dian menilai bahwa propaganda tersebut adalah agenda pecah belah. Berikut ini pernyataan selengkapnya:

Sangat aneh, dengan kemajuan IT dan tekhnologi komunikasi yang sedemikian pesat, masih banyak orang yang menelan mentah-mentah info bohong itu. Masalah sebenarnya bukan pada kemajuan tekhnologi komunikasi yang tidak dimanfaatkan tapi pada propaganda yang tiada henti menghantam Iran.

Teman-teman bisa bayangkan, kalian di Iran hanya dua ratusan pelajar. Sementara pelajar Indonesia di negara-negara lain di kawasan ini mencapai ribuan orang. Setiap tahun 350 ribu jamaah haji Indonesia. yang mayoritas dari mereka masih awam dengan ilmu keislaman beserta jutaan rakyat Indonesia yang pergi umrah setiap tahunnya yang bertemu dengan ribuan pelajar Indonesia disana yang kemudian dijejali informasi sesat mengenai adanya Al-Qur’an yang beda, adanya Islam yang berbeda.

Untuk menepis fitnah ini, setiap ke Indonesia, dalam setiap pertemuan, saya selalu menyampaikan bahwa di Iran setiap tahun ada MTQ Internasional, yang delegasi dari Indonesia juga ikut, bahkan meraih juara. Tapi tetap saja fitnah ini menyebar tanpa henti.

Saya pernah bertemu dengan menteri agama, dan meminta agar departemen agama mengirim tim khusus ke Iran untuk meneliti Al-Qur’anyang dibaca umat Islam disini. Tim itu sudah bekerja, namun sampai saat ini belum ada laporan mengenai hasilnya. Alhamdulillah, dalam kunjungan saya ke kediaman Ayatullah Ghulpaighani, saya meminta agar beliau mau mengirim mushaf Al-Qur’an cetakan Iran untuk diperlihatkan di Indonesia, dan beliau mengiyakan.

Semoga melalui usaha-usaha seperti ini, di kemudian hari, isu-isu dan fitnah bahwa Iran memiliki Al-Qur’an yang berbeda dengan umat Islam lainnya bisa diredam dan dihentikan. Arahnya jelas, isu-isu seperti ini untuk memecah belah umat Islam dan membuat suasana di Indonesia tidak kondusif.  Kesalahan persepsi mengenai Iran inilah yang secara intens harus terus diluruskan.

Saya sudah membaca habis buku Syiah Menurut Syiah yang diberikan ABI, ormas Syiah di Indonesia. Dan apresiasi saya positif, bahwa Syiah juga bagian dari umat Islam. Perbedaan yang ada tentu bukan untuk dipertengkarkan dan diperselisihkan. Banyak orang yang begitu saja tiba-tiba apriori dan saling memusuhi satu sama lain. Itu karena tidak ada upaya untuk saling kenal mengenal sebelumnya.

Sebelumnya, K.H Luthfi Hakim, MA pengasuh Pondok Pesantren Ziyadatul Mubtadi-ien Jakarta mengecek langsung Al-Qur’an cetakan Qom Iran, di pabrik percetakan Al-Qur’an terbesar di Qom. (Baca: Waspada, Al-Qur’an Syiah Beda)

Diakhir pengecekan, beliau sembari tersenyum berkata, “Iya, tidak ada bedanya.”

sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: