Arrahmah dkk Masih Gigih Tuding Iran Sebagai Dalang Tragedi Mina

Sumber foto: Ismail Amin

Sumber foto: Ismail Amin

LiputanIslam.com –Tudingan bahwa Iran penyebab tragedi Mina masih disebarkan secara masif di Indonesia. Misalnya, Arrahmah.com, yang mengaku mengutip  pernyataan sebuah harian Iran, Syarq Ausath, yang melaporkan Petugas Haji Iran mengatakan secara resmi bahwa 300 jamaah hajinya menyalahi peraturan jalur arus peziarah di lokasi maktab Jalan 204. Media-media serupa Arrahmah.com seperti Kiblatnet, Gensyiah, dll, juga merilis artikel serupa.

“300 jamaah haji Iran menyalahi aturan pengaturan gelombang melempar. Hal ini menyebabkan dorong mendorong di jalan 204, yang berakibat 717 wafat , (131 dari jamaah Iran),” tulis Arrahmah.

 Sayangnya, pernyataan Arrahmah.com di atas hanya mengutip pernyataan seorang petugas haji (yang  identitasnya tidak disebutkan). Bagaimana mungkin pernyataan dari pihak yang tidak diketahui posisinya di pemerintahan, bisa dianggap sebagai pernyataan resmi, yang seolah-olah mewakili Iran. Padahal kita tahu, Iran justru mengecam dan mendesak agar Arab Saudi bertanggung jawab terhadap tragedi ini. (Baca: Khamenei Minta Saudi Bertanggungjawab Atas Tragedi Mina). Selain itu, tidak ada media-media resmi pemerintah Iran, ataupun media-media internasional yang mengungkapkan hal ini.

 

 

Sedangkan menurut Abna.ir, lokasi terjadinya tragedi Mina masih di area perkemahan. Jadi tidak memungkinkan bagi jamaah Iran untuk melawan arus. Seandainyapun dinyatakan jamaah Iran bergerak tidak melalui prosedur, pihak pengamanan Arab Saudi tentu saja sangat bisa untuk mencegah itu terjadi sebelum rombongan Irak bertubrukan dengan rombongan jamaah haji lain yang lebih besar (yang berasal dari Afrika).Iran-Arrahmah2

Menteri Agama Akan Selidiki Penyebab Rute Haji Indonesia Dibelokkan

Kementrian Agama sendiri mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya akan menelusuri alasan petugas keamanan haji Arab Saudi (askar) mengarahkan jemaah haji ke rute berbeda dengan berbelok kiri ke Jalan 223, sehingga mereka harus melintasi Jalan 204 ketika hendak menuju Jamarat untuk melempar jumrah. Jalan 204 merupakan lokasi terjadinya tragedi Mina, di mana jemaah haji berdesak-desakan sehingga jatuh korban jiwa tepat pada Hari Raya Iduladha, Kamis 24 September 2015 pagi waktu Arab Saudi, sebagaimana dikutip dari Liputan6, (26/9/2015)

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, keterangan korban asal Indonesia yang menyebutkan askar mengarahkan jemaah ke jalan yang berbeda harus ditelusuri. Jalur yang seharusnya dilintasi jemaah haji Indonesia, yaitu Jalan King Fahd.

“Sebab jalur kita adalah yang lurus sesuai peta dan warna hijau,” kata Lukman ketika berbincang dengan jemaah dari Kelompok terbang (Kloter) JKS 61 Embarkasi Jakarta-Bekasi, Jumat 25 September 2015 malam, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Seksi Informasi Haji Kementerian Agama Affan Rangkuti, Sabtu (26/9/2015).

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah memberikan peta kepada jemaah. Warna hijau menunjukkan jalur yang harus dilintasi oleh jemaah menuju Jamarat. Jalur tersebut juga sesuai pengaturan yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi.

Karena itu, Menag Lukman menyatakan, pemerintah perlu menggali dan mencari tahu alasan askar Arab Saudi mengarahkan jemaah Indonesia yang hendak menuju Jamarat ke lokasi berbeda. “Ini yang sedang kita dalami,” kata dia.

Sumber : Liputan Islam

%d blogger menyukai ini: