ABI dan IJABI Tolak Kedatangan Syiah Takfiri Syaikh Muhammad Tawhidi

ST-1LiputanIslam.com — Syaikh Muhammad Tawhidi, seorang yang mengaku sebagai ulama Syiah asal Australia, melalui akun media sosial menyatakan bahwa ia akan berkunjung ke Indonesia pada pada acara Al-Ghadir 1436H. Namun rencananya ini, mendapat penolakan keras dari dua ormas Syiah di Indonesia seperti Ahlulbait Indonesia (ABI) dan Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI).

Berikut ini, pernyataan lengkapnya:

Pernyataan Sikap DPP ABI Menyambut Hari Al-Ghadir 1436 H

Bismillahirrahmanirrahim…

 

Dalam rangka menyambut hari Al-Ghadir, Ahlulbait Indonesia dari pusat hingga daerah yang mendedikasikan diri sebagai ormas terbuka, toleran, berjuang untuk persatuan serta persaudaraan seiman dan sebangsa dengan ini menyatakan:

1. Perayaan hari Al-Ghadir diyakini sebagai salah satu momentum meningkatkan kecintaan dan kepatuhan kepada Rasulullah Saw , dengan menjalankan seluruh isi khutbahnya, termasuk perintah menjadikan Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib sebagai pengganti beliau. Sebaliknya, peristiwa ini bukan untuk menghina orang lain yang tidak berwilayah kepada Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib yang justru menciderai keagungan hari itu sendiri.

2. Oleh karena itu, kita tidak dibenarkan menyelenggarakan acara bertajuk hari Al-Ghadir dengan menghadirkan orang-orang yang diduga penghina simbol-simbol yang dihormati kaum muslimin. Ahlulbait Indonesia dengan ini berlepas diri dari gerakan dan kegiatan yang dapat menciderai persatuan kaum muslimin dan seluruh anak bangsa.

3. Adapun informasi kedatangan seseorang bernama Syaikh Muhammad Tawhidi yang diduga sebagai oknum Syiah intoleran (takfiri) dari Australia ke Indonesia, maka Ahlulbait Indonesia menolak dengan keras kehadirannya di Indonesia.

4. Mengingat rekam jejak Shaikh Muhammad Tawhidi ini telah banyak melakukan penghinaan terhadap tokoh-tokoh yang diagungkan kaum muslimin, maka kehadirannya di Indonesia akan merusak upaya pendekatan antar mazhab dan perjuangan untuk mencapai persatuan kaum muslimin dalam menghadapi Zionisme.

5. Ahlulbait Indonesia meminta kepada pemerintah Republik Indonesia khususnya Kepolisian Republik Indonesia, Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, dan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI untuk melarang dan mencegah kedatangannya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

tawhidi26. Apabila kegiatan tersebut tetap terlaksana, maka Ahlulbait Indonesia berlepas diri dari segala akibat yang ditimbulkan.
Demikian surat pernyataan sekaligus himbauan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Jakarta, 30 September 2015/16 Dzulhijjah 1436
KH. Hassan Alaydrus
Ketua Umum DPP Ahlulbait Indonesia

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua IJABI Syamsuddin Baharuddin. Melalui percakapan di whatsapp yang disampaikan di media sosial oleh Satria Mahendra. Baharuddin mengaku bahwa IJABI tidak terkait dengan kedatangan Syaikh Muhammad Tawhidi.

“Pengurus Pusat IJABI baik Dewan Pusat maupun Dewan Tanfidziyah memprotes dan menolak keras acara tersebut. IJABI juga tidak terkait dengan siapapun penyelenggara acara tersebut,” tegasnya.

**

Syaikh Muhammad Tawhidi, mengeluarkan berbagai pernyataan yang kontroversial melalui jejaring sosialnya yang rentan memicu perselisihan di antara kaum muslimin. Ia juga menyebut Indonesia sebagai ‘Indoneshia’, sehingga menuai banyak kecaman dan protes oleh para pengguna jejaring sosial.

ST-2

Repost dari Satria Mahendra:

“Selama ini saya sering menyampaikan bahwa tidak semua Syiah itu sesat. Ini bukan perkataan saya, tapi ijma jumhur ulama dari 6 madzhab sedunia. Sebagian besar Syiah masih merupakan bagian dari Islam. Lalu yg sesat yg mana? Nah ini salah satunya. Syiah yang model beginilah yang selama ini mencaci maki para sahabat ra,  dan Ummul Mukminin Aisyah ra. Padahal tokoh-tokoh Syiah dunia seperti Ayatullah Ali Khamenei, sudah mengeluarkan fatwa yang menyatakan terlarangnya menghujat para sahabat ra dan Ummul Mukminin Aisyah ra. Oleh ulama-ulama Syiah, kelompok ini sudah dinyatakan bukan bagian dari Syiah.

Kelompok ini sejatinya adalah kaum Khawarij yg disusupkan di Syiah alias mengaku Syiah dengan tujuan membenturkan Syiah dengan Sunni. Di kalangan Sunni pun demikian, ada Khawarij penyusup yang tujuannya sama. Mereka inilah yang layak disebut musuh Islam sebenarnya. Sebagaimana dikatakan Habib Ali Jufri, bahwa musuh Islam yg sebenarnya adalah mereka yang menginginkan Sunni dan Syiah saling bermusuhan

Ayo, yang selama ini getol menolak Syiah tanpa pilah-pilah, tolaklah orang ini. Dia lebih layak ditolak. Tapi kalau kalian diam saja, artinya kalian masih satu saudara ideologis dengan orang ini.”

tawhidi3RepostMuhammad Jawy:

“Syiah itu ada bermacam-macam, tapi model Syiah seperti Tawhidi ini yang wajib ditolak di negeri ini. Ia tokoh Syiah di Australia, tapi yang model takfiri. Model penghina para sahabat. Harus bikin petisi untuk menolak kedatangannya di Indonesia. Dia mau jadi pembicara tanggal 2-4 Oktober ini.”

Seperti diketahui, ulama-ulama Syiah selalu menyerukan persatuan Islam, misalnya seperti yang disampaikan Ayatullah Muhsin Araki, Sekjen Lembaga Internasional Pendekatan Mazhab-mazhab Islam beberapa waktu yang lalu.

“Ditekankannya persatuan Islam oleh Imam Khomeini maupun Rahbar Ayatullah Sayyid Ali Khamanei bukanlah strategi politik yang kemudian dinilai hanya berlaku pada satu waktu atau satu tempat tertentu, melainkan kedudukannya sama pentingnya dengan puasa dan shalat wajib yang kita kerjakan. Kewajiban menjaga persatuan umat Islam adalah juga kewajiban Ilahi yang diberlakukan kepada masing-masing individu muslim.”

“Ajaran Mazhab Ahlul Bait yang sejati menegaskan untuk tidak menyinggung isu-isu yang dapat menyulut perselisihan, yang dapat memecah belah ummat dan merusak persatuan. Ahlul Bait secara tegas memerintahkan untuk tidak berkata-kata yang tidak layak, mengumpat, mencaci dan menghujat, menyulut permusuhan dan memancing pertengkaran. Semua mengaku sebagai pengikut Ahlul Bait tapi tidak semua mendengarkan dan patuh pada apa yang diperintahkan Maksumin dari Ahlul Bait.” tambahnya lagi.

Dibagian akhir penyampaiannya, Ayatullah Araki berkata, “Adapun perbedaan dan ikhtilaf antara Sunni dan Syiah marilah kita mengkajinya secara ilmiah di sekolah-sekolah, di hauzah-hauzah, di universitas-universitas, sebab itu realitas sejarah yang tidak bisa kita tolak. Sementara ditengah-tengah masyarakat, kita adalah umat Islam yang satu. Kita satu keyakinan akan tauhid, satu keyakinan akan kenabian Muhammad Saw, satu keyakinan akan kesucian Al-Qur’an al Karim. Karenanya itu sudah menjadi alasan yang kuat untuk bersatu dan tidak saling bermusuhan. Musuh kita adalah zionisme dan keangkuhan Amerika.”

sumber : liputan islam

 

 

%d blogger menyukai ini: