Tokoh Indonesia Bicara Syiah

Fitnah terhadap Kaum Muslim Syiah di Indonesia begitu gencar. Entah apa yang melatarinya sehingga kian hari beredar informasi yang keliru berkaitan dengan Syiah. Sejak negeri Indonesia berdiri tidak terdengar hujatan dan penyesatan terhadap Syiah.

Baru sekarang-sekarang ini muncul gerakan yang mencoba menyesatkan mazhab Syiah, bahkan ada yang anggap sebagai agama tersendiri. Padahal sejumlah ulama dan cendekiawan Islam di seluruh dunia dalam sebuah konferensi Islam Internasional menyatakan Deklarasi Risalah Amman , yang di dalamnya menegaskan mazhab Syiah sebagai Islam.

Bahkan sejumlah tokoh Indonesia menyatakan hal yang sama. Silakan simak pernyataan mereka di bawah ini:

 


Said Agil Siradj (Ketua Umum PB NU):
Ajaran Syiah Tidak Sesat Dan Termasuk Islam Seperti Halnya Sunni. Di Universitas Di Dunia Manapun Tidak Ada Yang Menganggap Syiah Sesat.”  (Tempo.Co  ).

Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah):
“ Tidak Ada Beda Sunni Dan Syiah. Dialog Merupakan Jalan Yang Paling Baik Dan Tepat, Guna Mengatasi Perbedaan Aliran Dalam Keluarga Besar Sesama Muslim.” (Republika.Co.Id  ).

Buya Syafii Ma’arif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah) :
“Kalau Syiah Di Kalangan Mazhab, Dianggap Sebagai Mazhab Kelima.” (Okezone.Com  ).

Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah):
“Sunnah Dan Syi’ah Adalah Madzhab-Madzhab Yang Legitimate Dan Sah Saja Dalam Islam.”  (Satuislam.Wordpress.Com  ).

Marzuki Ali (Ketua DPR RI):
“ Syi’ah Itu Mahzab Yang Diterima Di Negara Mana Pun Di Seluruh Dunia, Dan Tidak Ada Satu Pun Negara Yang Menegaskan Bahwa Islam Syiah Adalah Aliran Sesat.”  (Okezone.Com  ).

Jusuf Kalla (Mantan Wakil Presiden RI):
“Harus Ada Toleransi Terhadap Perbedaan Karena Perbedaan Adalah Rahmat.”    (Tempo.Co  ).

Azyumardi Azra (Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta):
“Syiah Adalah Bagian Integral Dari Umat Islam Dan Tidak Ada Perbedaan Yang Prinsipil Dan Fundamental Dalam Syiah Dan Sunni, Kecuali Masalah Kepemimpinan Politik. Fatwa Haram Atau Sesat Syiah Itu Tidak Diperlukan, Baik Secara Teologis, Ibadah Dan Fiqih Karena Pertaruhannya Ukhuwah Islamiyah Di Indonesia.” (Republika.Co.Id  ).

Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta):
“Syiah Merupakan Bagian Dari Sejarah Islam Dalam Perebutan Kekuasaan, Dari Masa Sahabat, Karenanya Akidahnya Sama, Alqurannya, Dan Nabinya Juga Sama.” (Republika.Co.Id  ).

Alie Yafie (Mantan Pengurus MUI Pusat):
“Dengan Tergabungnya Iran Yang Mayoritas Bermazhab Syiah Sebagai Negara Islam Dalam Wadah OKI Tersebut, Berarti Iran Diakui Sebagai Bagian Dari Islam. Itu Sudah Cukup. Yang Jelas, Kenyataannya Seluruh Dunia Islam, Yang Tergabung Dalam 60 Negara Menerima Iran Sebagai Negara Islam.”  (Tempo Interaktif .Co.Id ).

Rhoma Irama (Seniman dan Mubaligh ):
“Tuhan Kita Sama, Nabi Kita Sama, Kiblat Kita Sama, Sholat Kita Sama, Puasa Kita Sama, Zakat Kita Sama, Haji Kita Sama, Kenapa Harus Saling Mengkafirkan.”  (Tempo.Co  ).

Slamet Effendy Yusuf (Ketua PB NU):
 Caranya Terus Menjaga Persamaan Sesama Umat Islam, Bukan Mencari Perbedaannya.” (Republika.Co.Id  ).

Muhammad Mahfud MD (Mantan Ketua MK):
“Kalau Saya Mengatakan Semua Keyakinan Itu Tidak Boleh Diintervensi Oleh Negara. Keyakinan Itu Tak Boleh Diganggu Orang Lain, Kecuali Dia Mengganggu Keyakinan Orang Lain.”  (Okezone.Com ).
 
Umar Shihab (Ketua MUI Pusat):
“Syiah Bukan Ajaran Sesat, Baik Sunni Maupun Syiah Tetap Diakui Konferensi Ulama Islam International Sebagai Bagian Dari Islam.” (Rakyamerdekaonline.Com  ).

(Almarhum) Buya Hamka (Mantan Ketua Umum MUI Pusat):
  “Jika Saya Dituduh Syiah Karena Mencintai Keluarga Muhammad Saw Maka Saksikanlah Wahai Jin Dan Manusia, Bahwa Saya Ini Orang Syiah. Jika Dituduhkan Kepada Saya Bahwa Saya Syiah Karena Membela Imam Ali, Saya Bersaksi Bahwa Saya Syiah.” (Majalah.Tempointeraktif.Com ).

Nur Iskandar SQ (Ketua Dewan Syura PPP):
“Kami Sangat Menghargai Kaum Muslimin Syiah.”  (Inilah.Com ).

M.Quraish Shihab (Penulis Tafsir Al-Misbah):
“Isu Pertentangan Sunni-Syiah Sudah Usang. Masih Terlalu Banyak Problem Besar Yang Muncul Seiring Perkembangan Zaman Yang Harus Dipikirkan Umat Islam Ketimbang Menghabiskan Waktu Mempertengkarkan Soal Sunni-Syiah.”  Majulah-Ijabi.Org  )

Muhammad Zain (Litbang Kementerian Agama RI ):
“Syiah Bukan Musuh Bagi Sunni. Begitu Sebaliknya, Sunni Bukan Musuh Bagi Syiah. Umat Islam Saat Ini Lebih Cerdas Dalam Melihat Perbedaan.”  (Republika )

Rosihon Anwar (Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung):
“Tokoh-Tokoh Islam Syiah Dan Sunni Harus Melakukan Kajian Dengan Menggali Langsung Dari Sumber Aslinya Dengan Standar Ilmiah Sebagai Acuannya.”  (Majulah-Ijabi.Org  )

Jalaluddin Rakhmat (Cendekiawan, Penulis, Dan Pakar Komunikasi) :
“Jika Saya Ditanya: Apakah Saya Syiah Atau Sunni, Saya Hanya Akan Menjawab Saya Muslim. Saya Tidak Ingin Umat Islam Dikotak-Kotakan Dalam Mazhab Dan Aliran Kecuali Sebatas Ilmu Pengetahuan Saja. Setiap Orang Mempunyai Derajat Sesuai Dengan Amalnya. Bukan Mazhabnya Atau Kelompoknya.” (Buletin Al-Tanwir, Yayasan Muthahhari Bandung: Edisi 4 November 2001)

%d blogger menyukai ini: