Sejarah Nabi Muhammad saw di Trans7

Menonton acara tipi di pagi hari, acara Khalifah di Trans7. Dipandu oleh Arifin Nugroho, disebut sebagai Pemerhati Sirah Nabawiah (tidak disebut ustad). Beberapa yang menarik saya (dari tayangan tersebut):

Pertama, disebutkan kisah Sawad bin Gharib, salah seorang mantan dukun yang kemudian masuk Islam. Sawad katanya mendapat hidayah karena diajari oleh jin yang dipeliharanya yang lebih duluan masuk Islam. Ketika Sawad menghadap Rasulullah Saw, ada percakapan seputar perdukunan. Salah satu dari percakapan itu yang menarik bagi saya adalah Nabi disebutkan mengatakan bahwa jika setan naik ke langit, Tuhan akan melemparinya dengan batu kerikil.

Komentar: Ini adalah contoh paham mujassimah, menyerupakan Tuhan dengan makhluk. Apa perlunya Tuhan kepada batu kerikil untuk melarang setan memasuki langit? Anda bisa bilang itu hanya metafora. Saya katakan, jangankan menyamakan, memetaforakan Tuhan saja tidak dibolehkan di dalam ajaran Islam.

Kedua, disebutkan juga dalam acara itu bahwa Abdul Muththalib, kakek sekaligus pemelihara Rasulullah Saw adalah orang kafir penyembah berhala, bukan pengikut agama Ibrahim as.

Komentar: pendapat ini berasal dari kelompok yang memang mempercayai bahwa Muhammad Saw lahir dari orang kafir. Mereka berusaha membuktikan bahwa Muhammad Saw itu orang biasa seperti mereka, atau kasarnya tidak istimewa. Bahwa Muhammad Saw itu lahir dari orang tua kafir dan penyembah berhala, dipelihara oleh kakek dan paman yang juga kafir dan penyembah berhala.

Saya berpendapat bahwa informasi itu tidak benar. Rasulullah Saw itu, sebagaimana Rasul dan Nabi as lainnya, terpelihara dari kemusyrikan dari alam rahim sampai alam dunia. Mereka juga tak pernah disentuh dengan keyakinan musyrik, termasuk saripati jasadnya tak terkotori oleh sesuatu yang bersentuhan dengan kemusyrikan. Itulah cara Tuhan menjaga kenabian dan kerasulan yang menjadi perwakilanNya kepada hamba-hambaNya. Mengenai orang tua, kakek dan buyut-buyut Rasulullah Saw sendiri, banyak riwayat yang mengatakan bahwa mereka memegang teguh ajaran datuk mereka Ibrahim as. Justru karena konsistensi merekalah di jalan Tuhan ini sehingga mereka disegani di kalangan Quraisy.

Banyak pesan Nabi saw yang menegaskan hal ini. Anda bisa mengakrabinya dengan mempelajari ajaran Tasawwuf dan Irfan, lalu serius mempelajari Sirah dan Hadis tentang kemuliaan Rasulullah Saw dan keluarganya.

(Mustamin Al-Mandary)

 

%d blogger menyukai ini: