Penggalan Sejarah Imam Ali bin Abi Thalib kw

Pada awal masa kekhalifahannya, Imam Ali bin Abi Thalib kw mengumpulkan para sahabat di pekarangan masjid. Di hadapan para sahabat, Imam Ali meminta kesaksian:

 

“Aku menghimbau, demi Allah, barangsiapa di antara kalian yang mendengar apa yang diucapkan Rasulullah SAW pada peristiwa Ghadir Khum agar berdiri dan memberi kesaksiannya mengenai apa yang telah didengarnya. Jangan berdiri, bila pada saat itu benar-benar tidak menyaksikan Rasulullah SAW dengan kedua matanya dan mendengar ucapan beliau dengan kedua telinganya!”

 

Berdirilah 30 orang sahabat, 12 di antaranya adalah para pejuang Badar. Mereka memberikan kesaksian bahwa Rasulullah SAW telah mengangkat lengan Imam Ali sambil bersabda: “Bukankah kalian semua mengetahui bahwa diriku adalah yang paling utama menjadi wali kamu, lebih dari dirimu sendiri?”

 

Mereka menjawab: “Benar!”

 

Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mengakui aku sebagai maulanya, inilah maulanya juga! Ya Allah, cintailah siapa yang memperwalikannya dan musuhilah siapa yang memusuhinya.”

Mengetahui Anas bin Malik yang ikut berkumpul di pekarangan masjid tidak turut berdiri memberi kesaksian, Imam Ali as bertanya kepadanya: “Mengapa Anda tidak berdiri bersama sahabat lainnya dan memberikan kesaksian tentang apa yang Anda dengar waktu itu?”

 

Anas menjawab: “Usiaku telah lanjut dan aku telah lupa.”

 

Imam Ali menjawab: “Baiklah! Jika ucapanmu itu bohong, semoga Allah menimpakan penyakit belang atas tubuhmu hingga tidak tertutup oleh sorbanmu.”

 

Tidak lama kemudian Anas terkena tulah, penyakit belang meliputi seluruh wajahnya. Anas menyesali dirinya: “Aku terkutuk oleh doa hamba Allah yang saleh itu.”
[Ibnu Qutaibah ad Dairuni, al Maarif, Hlm 194]

 

Ahmad bin Hanbal mmengomentari peristiwa dalam pekarangan masjid tersebut dengan kalimat singkat: “Maka bangkitlah mereka kecuali tiga orang yang tidak mau berdiri. Ketiganya telah terkena doa kutukan Ali.” [Ahmad bin Hanbal, Musnad, Jilid 1, Hlm 119]

%d blogger menyukai ini: