Khawarij

SEJARAH Islam tidak hanya gemilang dalam khazanah intelektual dan kemegahan bangunan. Mungkin sudah menjadi ketentuan bahwa dibalik kejayaan, kemegahan, dan kegemilangan Islam tidak terlepas dari pertumpahan darah atau konflik-konflik yang berujung melahirkan golongan atau kelompok politik dan pemahaman Islam.

Awal munculnya golongan atau mazhab aqidah (teologi Islam) lahir dari konflik politik yang terjadi masa kepemimpinan Ali bin Abu Thalib ra  yang dirongrong gerakan-gerakan sempalan yang masih menuntut penuntasan kasus kematian Usman bin Affan. Gerakan ini disinyalir dipelopori oleh tokoh Islam terkemuka yang tidak simpatik pada Ali bin Abu Thalib ra dan keluarga Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Tokoh Islam yang juga keluarga dekat Usman ini bernama Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang berusaha merebut kekuasaan dan kepemimpinan Islam dari khalifah Ali bin Abu Thalib sebagai pemimpin yang sah.

Terjadilah perang di daerah Siffin. Pasukan Ali dapat mendesak Muawiyah. Melihat akan terjadinya kekalaha, tangan kanan Mu’awiyah, Amr Ibn Ash yang minta berdamai dengan mengangkat al-Quran ke atas kepala. Para sahabat penghapal al-Qur’an yang ada di pihak Ali mendesak

agar menerima tawaran itu. Selanjutnya dicari perdamaian dengan mengadakan arbitrase (tahkim).

Sebagai penengah diangkat dua orang: Amr bin Ash dari pihak Muawiyah dan Abu Musa al-‘Asy’ari untuk Ali. Dalam arbitrase itu Amr tidak mematuhi kesepakatan. Ia tidak menurunkan kekuasaan atau kepemimpinan Muawiyah, malah mengukuhkannya sebagai khalifah setelah Abu Musa menurunkan kepemimpinan Ali bin Abu Thalib ra di awal.

Peristiwa ini merugikan Ali sekaligus menguntungkan Muawiyah. Muawiyah, yang tadinya Gubernur Daerah Damaskus, kini naik menjadi khalifah tak resmi. Keputusan ini ditolak Ali dan pengikutnya (Syiah Ali).

Sebagian pengikut Ali bin Abu Thalib mengutuk perbuatan itu. Mereka keluar dari barisan Ali dan menamakan kelompoknya Khawarij. Kelompok ini menilai mereka yang menyetujui arbitrase telah keluar dari Islam karena dianggapnya bertentangan dengan ajaran Islam. Ayat al-Quran surah Al-Maidah [5] ayat 44-45 yang dijadikan sebagai dalilnya. “Barangsiapa tidak memutuskan suatu perkara dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.”

Menurut mereka, arbitrase bukanlah penyelesaian menurut apa yang diturunkan Allah. Maka pihak-pihak yang menyetujuinya telah menjadi kafir. Jadi, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah, Abu Musa Al-Asy’ari dan ‘Amr Ibn Al-‘Aas telah menjadi kafir atau murtad, dan orang murtad wajib dibunuh. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk membunuh keempat orang tersebut. Hanya satu orang yang berhasil dibunuh, yaitu Ali bin Abu Thalib pada 19 Ramadhan tahun 40 Hijriah ditikam di Masjid Kufah saat shalat subuh oleh seorang Khawarij bernama Ibnu Muljam dengan pedang yang beracun.

Selama dua hari, Ali terbaring sakit hingga pada 21 Ramadhan berpulang ke rahmatullah. Beberapa saat sebelum wafat, Ali berwasiat kepada kedua anaknya, Hasan dan Husein, “Janganlah kalian membunuh kaum khawarij sepeninggalku. Sebab, berbeda antara orang yang mencari kebenaran dan terjerumus dalam kesalahan; dengan orang yang mencari kebatilan dan mendapatkannya” (Nahjul Balaghah, khutbah 59).

Ali juga meriwayatkan sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka karena sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat” (HR Muslim).

Dalam perkembangan selanjutnya, kaum Khawarij ini menjadi kelompok sempalan yang sangat ditakuti karena serung melakukan teror dan pembunuhan. Beberapa tokoh utamanya adalah ‘Abdullah bin Wahhab ar-Rasyidi, Urwah bin Hudair, Mustarid bin Sa’ad, Hausarah al-Asadi, Quraib bin Maruah, Nafi’ bin al-Azraq, ‘Abdullah bin Basyir, dan Abdurrahman Ibnu Muljam.

Secara umum, ajaran-ajaran Khawarij adalah (1) Kaum muslimin yang melakukan dosa besar adalah kafir; (2) Kaum muslimin yang terlibat dalam perang Jamal, yakni perang antara Aisyah, Thalhah, dan Zubair melawan Ali ibn Abi Thalib ra dan pelaku arbitrase (termasuk yang menerima dan membenarkannya) dihukumi kafir; (3) Khalifah harus dipilih rakyat serta tidak harus dari keturunan Nabi Muhammad SAW dan tidak mesti keturunan Quraisy. Jadi, seorang muslim dari golongan mana pun bisa menjadi khalifah asal mampu memimpin dengan benar.

Dalam sejarah, Khawarij terpecah ke dalam beberapa golongan, seperti Muhakkimah, yaitu berpendapat bahwa orang Islam yang mengerjakan dosa besar adalah golongan kafir;  Golongan Azariqah, yaitu yang mengartikan kafir sama dengan musyrik.

Menurut golongan Khawarij Azariqah, yang menjadi musyrik bukan hanya golongan Islam yang dosa besa, tetapi juga orang Islam yang tak sepaham dengan mereka. Jadi, orang Islam yang tidak menganut ajaran Azariqah bukanlah orang Islam, dan mereka tidak segan-segan membunuhnya.

Golongan Khawarij Najdah, yaitu golongan yang lebih moderat dibandingkan Azariqah. Mereka berpendapat, orang Islam yang tidak sepaham bukanlah kafir atau musyrik, tapi berdosa. Namun dalam pandangan mereka, apabila dosa kecil karena tidak menganut mazhab Khawarij itu dikerjakan terus menerus akan membuat pelakunya menjadi musyrik.

Golongan Sufriah, yaitu golongan yang membagi dosa besar menjadi dua golongan: dosa yang ada hukumannya di dunia (zina, mencuri, dll) dan dosa yang tidak ada hukumannya di dunia (meninggalkan shalat, puasa, dll).

Kemudian ada golongan Khawarij Ibadiah, yaitu golongan paling moderat dalam golongan Khawarij. Mereka tidak memandang orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka musyrik dan tidak pula mu’min. Mereka membagi kafir menjadi dua bagian, yaitu kafir al-ni’mah (orang yang tidak bersyukur atas nikmat-nikmat yang diberikan Allah) dan kafir al-millah (orang yang keluar dari agama).

(diambil dari buku Aliran-Aliran Dalam Islam karya Ahmad Sahidin, Penerbit Salamadani)

%d blogger menyukai ini: