Kaum Khawarij Wahabi Mengkafirkan Ulama Ahlussunnah

Di jazirah Arab saat ini hidup seorang tokoh besar Ahlussunah yang bernama Sayid Muhammad Alwi al-Maliki (saat bagian ini ditulis beliau masih hidup). Sudah banyak buku karya beliau yang dengan sangat jelas menunjukan paham beliau. Salah satunya bisa dibaca pada buku Qul Hadzihi  Sabîli.

Keyakinan dan ilmu Alwi Al-Maliki yang diakui oleh seluruh ulama dunia Sunni justru ditolak oleh orang-orang yang juga menamakan dirinya sebagai kelompok Ahlussunah. Siapakah? Orangnya adalah mereka yang mendakwakan dirinya sebagai pembela madzhab Salafiyah di bawah pimpinan Abdullah bin Baz.

 

Bahkan, ada seorang yang bernama Abdullah bin al-Muni’, seorang hakim di Mahkamah Tamyiz Saudi, dan salah satu anak buah Abdullah bin Baz di Hai’ah Kibâril Ulama Wahabi, mengkafirkan beliau hanya karena beliau tidak sejalan dengan ulama-ulama Wahabi.

Untuk lebih jelas baca buku Al-Muni’ yang berjudul Al-Hiwâr Ma‘a al-Mâliki. Di antara sebab beliau dikafirkan adalah karena pembelaannnya terhadap Abu Hasan al-Asy’ari; yang sudah terkenal dengan sebutan Syaikh Ahlussunah yang menurut penganut paham Wahabi sebagai Syaikh Dhalâlah.

Untuk mengetahui pendapat beliau yang bertentangan dengan paham Wahabi dapat dirujuk buku beliau bertajuk Mafâhim Yâjiban Tushahhah.

Akhirnya, mayoritas ulama dari Dunia Sunni membela beliau. Di antara mereka ada Sayid Hasanain Makhluf, mantan Muft Mesir.

Kemudian ada Sayid Hasyim ar-Rifa’i, seorang ulama Kuwait, dalam bukunya  Adillah Ahlissunah. Masalahnya di sini bahwa Sayid Muhammad al-Maliki sudah jelas-jelas Ahlussunah, demikian juga para pembelanya.

Lalu mengapa ada kelompok lain yang juga mendakwahkan sebagai Ahlussunah yang mengkafirkan beliau bila kelompok yang selamat hanyalah satu? Lihat Zahir Muhammad Katbi, Al-Mâliky ‘Âlim al-Hi’âz (Mathba‘ah al-Ahram, Mesir).

(diambil dari catatan akhir buku: Merajut Ukhuwah, Memahami Syiah karya Muhammad Babul Ulum; penerbit Marja, 2008. Buku ini telah disahkan Dirjen Pendidikan Agama Islam sebagai buku bacaan agama Islam)

sumber : Misykat

%d blogger menyukai ini: