Ghadir Khum, Saqifah, dan Penentangan Sahabat terhadap Nash Imamah

sahabat yang berjumlah 110 ribu orang yang hadir di ghadir khum. Dari peristiwa ghadir khum sampai wafat Rasulullah saw tidak kurang dari tujuh puluh hari. Di Ghadir Khum disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib ra menjadi imam/khalifah peneris Rasulullah saw. Semua sahabat menyambutnya. Hanya saja kenapa ketika wafat Nabi tidak ada yang mengingatkan tentang wasiat ghadir khum sehingga terjadi pemilihan Abu Bakar ra menjadi khalifah. Aneh sekali hanya tujuh puluh hari begitu cepat dilupakan. Benarkah sahabat yang ikut dalam Ghadir Khum sengaja melupakan atau peristiwa ghadir khum itu bukanlah berkaitan dengan khalifah setelah Rasulullah saw sehingga tidak perlu memegang wasiat Nabi?

 

 

JAWABAN : disebutkan di dalam riwayat bahwa Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah, Imam Hasan, Imam Husein, Sayyidah Fathimah Az-Zahra, dan sebagian sahabat setianya menentang secara lantang atas keputusan Saqifah.

Sementara sahabat lainnya tidak terlihat menentang karena ketakutan dengan ancaman kematian. Sebagian lain didasarkan ketakutan pertumpahan darah. Sebagian lain memang menentang Imam Ali sebagai khalifah walaupun mereka tahu di peristiwa al-Ghadir (sudah disebutkan oleh Rasulullah saw bahwa Imam Ali sebagai khalifah).

Hal semacam ini bukan merupakan hal yang aneh. Sahabat-sahabat Nabi Musa as ketika Nabi Musa as diperintahkan oleh Allah Swt selama 40 hari untuk meninggalkan umatnya. Lantas, setelah kepulangan Nabi Musa as diketahui bahwa para sahabat Nabi Musa berpaling dari ajarannya. Padahal, pada saat itu sudah ada wakilnya, yaitu Nabi Harun as.

Berikut sebagian penentangan sahabat terhadap saqifah :

فبعث إليه علي فنهاه. وتخلف عن بيعة أبي بكر قوم من المهاجرين والأنصار، ومالوا مع علي بن أبي طالب، منهم: العباس بن عبد المطلب، والفضل بن العباس، والزبير بن العوام بن العاص، وخالد بن سعيد، والمقداد بن عمرو، وسلمان ألفاًرسي، وأبو ذر الغفاري، وعمار بن ياسر، والبراء بن عازب، وأبي بن كعب

Bisa dilihat dalam Tarikh Ya’qubi mengenai masalah Saqifah. Dalam Tarikh Ibn Hisyam pun disebutkan demikian. Ada pun penentangan secara khusus dan hujjah yang makruf adalah dari Imam Ali as dengan munasyadahnya.

Meski memang jarak waktu hanya sekira 70 hari dari peristiwa Al-Ghadir pada peristiwa wafat Rasulullah saw, tetapi terjadi penentangan dan ketidak imanan sebagian sahabat mengenai perintah Rasulullah saw di Ghadir Khum.

Hal itu bukan merupakan hal yang aneh dan mustahil sebagian mereka memiliki kebencian kepada Ahlulbait as dan mereka berbaiat di Ghadir Khum hanya lidah saja. Kemungkinan lainnya sebagian mereka imannya lemah dan takut sehingga tidak berani.

Jangankan masalah kekhalifahan yang mana pada masa setelah Nabi wafat, masalah perintah Nabi pun ketika Nabi hidup mereka menentang yang disebutkan di dalam al-Quran sebagai orang munafik dan lemah iman.

 

sumber : Misykat

%d blogger menyukai ini: