Arab Saudi : “Kami telah Hancurkan 95 % Tempat-Tempat Suci dan Situs-Situs Bersejarah milik Islam, Silahkan Israel Hancurkan Situs Islam di Palestina “

Peringatan Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayed Hasan Nasrallah atas ancaman Wahabi terhadap  al-Haramain di Arab Saudi, mendapat tanggapan yang luar biasa. Dan jejaring sosial pun mengedarkan dokumen-dokumen yang mengkonfirmasi apa yang telah dilakukan oleh rezim Saudi yang melecehkan dan merusak situs-situs peninggalan Islam. Selain itu, mereka juga berupaya menghancurkan makam Nabi saw dan keluarganya.

Nasrallah menyatakan dalam pidatonya Jumat sore (17/4/2015), yang disampaikan dalam rangka solidaritas Yaman, mengatakan, “Haram suci  Nabi saw berada dalam bahaya,memang benar. Tapi bahaya dari mana? Saya beritahukan kepada anda. Makam Nabi terancam dari dalam Arab Saudi dan dari dalam Pemikiran Wahabisme serta budayanya.”

Peringatan yang dilontarkan oleh Nasrallah tentang bahaya Wahabi Saudi dan ISIS terhadap al-Haramain menuai reaksi dan respon luas di situs-situs internet dan jejaring sosial, serta membuka lembar-lembar sejarah yang telah mengecam tindakan-tindakan mereka  terhadap sejarah Islam sebelum dekade rezim Saudi dan Wahabisme .

Salah satu halaman sebuah artikel yang diterbitkan di koran al-Kaun selama hampir sembilan puluh tahun, tepatnya pada tahun 1926, berbicara tentang pelecehan  Al Saud terhadap kesucian makam para sahabat Nabi dan situs-situs keagamaan dan sejarah, yang  puncaknya adalah menghancurkan makam-makam  dari keluarga Nabi saw  di Baqi, sebagaimana disinggung oleh Nasrallah dalam pidatonya.

Nasrallah menambahkan,  “Setelah Raja Abdulaziz Al-Saud, Raja pertama, menguasai tanah Hijaz, para pengikutnya dari kalangan Wahabi, bertolak dari budaya dan ideologi mereka, telah membongkar hampir semua situs keagamaan dan sejarah Rasulullah.

Dan itu menciptakan bahaya yang sebenarnya, tatkala  rencana untuk menghapus situs-situs peninggalan Islam dengan dalih perluasan Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, yang meliputi tiga masjid, dan tidak tersisa dari tujuh masjid yang dibangun untuk merayakan perang  Khandaq selain dua saja, di samping pula bagian barat, di mana terdapat makam Nabi Muhammad saw dan makam sejumlah sahabat serta masjid al-Ghamamah.

Sebuah Institute di Washington telah menaksir operasi penghancuran  peninggalan bersejarah  Islam dan kemanusiaan di Arab Saudi, mencapai  95 %  dari peninggalan bersejarah Mekkah dan Madinah, yang kembali ke masa seribu tahun silam.

Di antara tindakan-tindakan penghancuran adalah  penghancuran benteng “generasi” Ottoman, tempat Nabi saw dilahirkan, rumah istrinya Khadijah ra dan rumah tempat Fatimah dilahirkan dan Ali bin Abi Thalib serta Hasan dan Husein. Begitu juga rumah Hamzah, paman Nabi saw dan rumah al-Arqam. Selain itu, Wahabi telah merusak makam para syahid Badr dan pemakaman Baqi’ di Madinah yang disemayamkan para sahabat Muhajirin dan Anshar.

Sumber: Salafy News

%d blogger menyukai ini: