Tokoh Nashibi Takfiri ” Said Samad” Dipermalukan di DPR

Jumat 3 Juli 2015 adalah kiamat kecil bagi salah seorang tokoh takfiri Makassar bersama LPPInya, Said Shamad. Seperti yang dikutip dari Kompas, pada hari ini DPR kembali melakukan sidang paripurna. Salah satu agenda sidang kali ini adalah pembacaan putusan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu yang dituduhkan kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan Jalaluddin Rahmat. Putusannya: tuduhan tersebut tidak terbukti! [lppimakassar.net]

 
Pembacaan keputusan tuduhan terhadap Jalaluddin Rakhmat di sidang paripurna itu adalah kelanjutan dari sidang keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan yang sudah dibacakan tanggal 20 Mei lalu. Hal ini menjadi salah satu prosedur rehabilitasi jika aduan masalah etika anggota dewan tidak terbukti. “Keputusan MKD, Nurdin Tampubolon dari Fraksi Hanura dan Jalaludin Rahmat dari Fraksi PDI-P dinyatakan tidak terbukti. Sesuai Undang-Undang MD3, keduanya diberikan rehabilitasi dengan mengumumkan dalam sidang paripurna,” demikian penjelasan Fahri Hamzah, salah seorang wakil ketua DPR.

 

Seperti yang gencar diberitakan oleh media-media online takfiri, termasuk berita yang sudah lama disebarluaskan oleh LPPI Said Shamad sejak beberapa tahun yang lalu, Said Shamad melaporkan Jalaluddin Rakhmat ke MKD setelah usahanya kandas menggagalkan program doktor cendekiawan Islam yang produktif menulis buku tersebut di UIN Alauddin Makassar. Jalaluddin Rakhmat menyelesaikan doktornya di bidang Pemikiran Islam awal tahun ini. Hal itulah yang menyebabkan Said Shamad kebakaran jenggot. Akhirnya Said Shamad melakukan usaha yang lain dengan melaporkan Jalaluddin Rakhmat ke MKD DPR. Bertepatan juga, tahun lalu Jalaluddin Rakhmat terpilih menjadi anggota DPR.

Dikutip dari media IJABI, Said Abd Shamad menyurat ke DPR tanggal 23 Februari 2015 dan meminta dewan wakil rakyat tersebut meninjau keanggotaan KH Jalaluddin Rakhmat dengan alasan yang sama: penggunaan ijazah palsu. Surat Said Abd Shamad ini akhirnya ditindaklanjuti oleh DPR dengan melakukan sidang tanggal 2 April dengan menghadirkan pelapor.

Menurut keterangan Syamsuddin Baharuddin, menindaklanjuti pengaduan Said Abd Shamad ke Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI, KH Jalaluddin Rakhmat sudah ‘diperiksa’ oleh MKD DPR RI beberapa waktu lalu beserta bukti-bukti yang otentik. MKD DPR RI sudah bersidang dan membuat keputusan tanggal 20 Mei bahwa KH Jalaluddin Rakhmat tidak terbukti menggunakan ijazah palsu. (baca penjelasan Surahman Hidayat, Ketua MKD DPR RI yang berasal dari Fraksi PKS, “MKD Pernah Terima Laporan Ijazah Palsu Anggota F-PDIP, Tapi Tak Terbukti” di Detik.com). Keputusan inilah yang dibacakan di sidang paripurna.

Dalam sidang kemarin, Surahman Hidayat dari fraksi PKS mengulang penjelasannya. Menurut beliau, Jalaluddin Rakhmat tidak bersalah karena ijazahnya dari luar negeri dan pada waktu mendapatkan ijazah itu belum ada aturan untuk dilegalisir oleh Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional. “Karena aturan itu baru belakangan ini diterapkan terhadap ijazah luar negeri, ijazah itu sudah lama dari luar negeri dan waktu itu belum dilegalisasi,” kata Surahman Mei lalu. Dalam salinan surat keputusan MKD yang kami terima, disebutkan bahwa Jalaluddin Rakhmat dalam persidangan MKD telah menunjukkan ijazah S2 dan S3nya yang diperoleh di luar negri. Memang, ijazah yang dimaksud belum dilegalisir dengan alasan aturannya muncul belakangan. Tetapi ijazah-ijazah tersebut dinyatakan asli dan otentik.

Dengan demikian, tuduhan dan semua laporan Said Shamad selama ini terbukti palsu. Usahanya menggoreng kasus ijazah Jalaluddin Rakhmat sebagai upaya menjatuhkan salah seorang tokoh ormas Syiah di Indonesia itu, mungkin juga untuk menjatuhkan komunitas muslim Syiah di Indonesia secara keseluruhan, hancur sudah! Kita menunggu tokoh LPPI Takfiri ini meminta maaf, apalagi saat ini masih dalam suasana bulan Ramadhan.

Keterangan Lebih Lanjut dapat di baca di situs resmi  Kang Jalal

%d blogger menyukai ini: