Tayamum

Para pembaca yang budiman.
Kali ini kita mengutip beberapa hadis berkenaan dengan tayammum. Hadis berikut ini diambil dari kitab Shahih Muslim, berdasarkan penomoran Syarh Shahih Muslim yang ditulis oleh Imam Nawawi rh, terbitan Darul Hadits, Kairo Mesir.
Hadis no. 553 pada Kitab Haid Bab Tayamum
حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هَاشِمٍ الْعَبْدِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ الْقَطَّانَ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِي الْحَكَمُ عَنْ ذَرٍّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ
أَنَّ رَجُلًا أَتَى عُمَرَ فَقَالَ إِنِّي أَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدْ مَاءً فَقَالَ لَا تُصَلِّ فَقَالَ عَمَّارٌ أَمَا تَذْكُرُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ أَنَا وَأَنْتَ فِي سَرِيَّةٍ فَأَجْنَبْنَا فَلَمْ نَجِدْ مَاءً فَأَمَّا أَنْتَ فَلَمْ تُصَلِّ وَأَمَّا أَنَا فَتَمَعَّكْتُ فِي التُّرَابِ وَصَلَّيْتُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَضْرِبَ بِيَدَيْكَ الْأَرْضَ ثُمَّ تَنْفُخَ ثُمَّ تَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَكَ وَكَفَّيْكَ فَقَالَ عُمَرُ اتَّقِ اللَّهَ يَا عَمَّارُ قَالَ إِنْ شِئْتَ لَمْ أُحَدِّثْ بِهِ
قَالَ الْحَكَمُ وَحَدَّثَنِيهِ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ مِثْلَ حَدِيثِ ذَرٍّ قَالَ وَحَدَّثَنِي سَلَمَةُ عَنْ ذَرٍّ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ الَّذِي ذَكَرَ الْحَكَمُ فَقَالَ عُمَرُ نُوَلِّيكَ مَا تَوَلَّيْتَ و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ قَالَ سَمِعْتُ ذَرًّا عَنْ ابْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى قَالَ قَالَ الْحَكَمُ وَقَدْ سَمِعْتَهُ مِنْ ابْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا أَتَى عُمَرَ فَقَالَ إِنِّي أَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدْ مَاءً وَسَاقَ الْحَدِيثَ وَزَادَ فِيهِ قَالَ عَمَّارٌ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنْ شِئْتَ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْ حَقِّكَ لَا أُحَدِّثُ بِهِ أَحَدًا وَلَمْ يَذْكُرْ حَدَّثَنِي سَلَمَةُ عَنْ ذَرٍّ
Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Hasyim al-‘Abdi, telah menceritakan kepada kami Yahya yaitu Ibnu sa’id al-Qaththan dari Syu’bah dia berkata, telah menceritakan kepadaku al-Hakam dari Dzarr dari Sa’id bin Abdurrahman bin Abza dari bapaknya bahwa seorang laki-laki mendatangi Umar seraya berkata,
“aku berjunub, lalu tidak mendapatkan air.”
Maka dia (Umar) berkata, “Janganlah kamu shalat!”
Lalu Ammar berkata, “Tidakkah kamu ingat wahai Amirul Mukminin ketika saya dan kamu berada dalam suatu laskar, lalu kita berjunub, lalu kita tidak mendapatkan air. Adapun kamu, maka kamu tidak melakukan shalat, sedangkan saya maka saya berguling-guling di tanah, lalu aku shalat. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sudah cukup memadai bagi kamu untuk memukulkan kedua tanganmu pada tanah, kemudian meniupnya, kemudian kamu mengusap wajah dan kedua tanganmu dengan keduanya.”
Maka Umar berkata, “Bertakwalah kepada Allah wahai Ammar!”
Dia (Ammar) berkata, “Jika kamu tidak berkenan maka aku tidak akan menceritakannya.”
Al-Hakam berkata, dan telah menceritakannya kepadaku Ibnu Abdirrahman bin Abza dari bapaknya semisal hadits Dzarr, dia berkata, dan telah menceritakan kepadaku Salamah dari Dzarr dalam isnad ini yang disebutkan oleh al-Hakam seraya Umar berkata, “Kami mengangkatmu menjadi wali atas sesuatu yang kamu kuasai (ungkapan persetujuan untuk disampaikannya hadits tersebut, pent).” Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami an-Nadhar bin Syumail telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari al-Hakam dia berkata, “Saya mendengar Dzarr dari Ibnu Abdurrahman bin Abza dia berkata, al-Hakam berkata, dan kamu telah mendengarnya dari Ibnu Abdurrahman bin Abza dari bapaknya bahwa seorang laki-laki mendatangi Umar seraya berkata, ” Aku junub, lalu aku tidak mendapatkan air.” Lalu dia membawakan hadits tersebut, dan menambahinya. Ammar berkata, “Wahai Amirul Mukminin, jika kamu berkenan terhadap hakmu yang Allah jadikan atasku, aku tidak akan menceritakannya kepada (semua) orang (kecuali hanya sebagian saja).” Dan dia tidak menyebutkan telah menceritakan kepada kami Salamah dari Dzarr.
Komentar

Dalam hadis ini, ada perbedaan pendapat antara sahabat Umar bin Khattab dan Ammar bin Yasir perihal apa yang harus dilakukan pada kondisi junub, lalu masuk waktu salat tapi tidak ada air.

Umar bin Khattab: tidak boleh salat (sampai ada air untuk mandi junub)
Ammar bin Yasir: mengutip petunjuk Rasulullah Saw (dengan menyebutkan kejadian dimana Umar bin Khattab juga ada di dalam kejadian itu), boleh salat setelah bertayamum

Yang menarik dari kejadian ini adalah, Umar menyuruh Ammar bertaqwa kepada Allah ketika Ammar mengingatkan kejadian berkaitan tayamum tersebut. Kedua, Ammar mengatakan bahwa dia tidak akan menceritakan kejadian perbedaan pendapat ini kepada orang lain; walaupun pada akhirnya, sebagaimana perawi Dzarr katakan, Ammar merahasiakan bahwa dia telah menceritakan kejadian tersebut kepada beberapa orang.

Sekarang, bandingkan dengan hadis berikut. Hadis ini masih di kitab Haid bab Tayamum, hadis no. 552.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ جَمِيعًا عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ عَبْدِ اللَّهِ وَأَبِي مُوسَى فَقَالَ أَبُو مُوسَى
يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا أَجْنَبَ فَلَمْ يَجِدْ الْمَاءَ شَهْرًا كَيْفَ يَصْنَعُ بِالصَّلَاةِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ لَا يَتَيَمَّمُ وَإِنْ لَمْ يَجِدْ الْمَاءَ شَهْرًا فَقَالَ أَبُو مُوسَى فَكَيْفَ بِهَذِهِ الْآيَةِ فِي سُورَةِ الْمَائِدَةِ
{ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا }
فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ لَوْ رُخِّصَ لَهُمْ فِي هَذِهِ الْآيَةِ لَأَوْشَكَ إِذَا بَرَدَ عَلَيْهِمْ الْمَاءُ أَنْ يَتَيَمَّمُوا بِالصَّعِيدِ فَقَالَ أَبُو مُوسَى لِعَبْدِ اللَّهِ أَلَمْ تَسْمَعْ قَوْلَ عَمَّارٍ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدْ الْمَاءَ فَتَمَرَّغْتُ فِي الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ثُمَّ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ الْأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً ثُمَّ مَسَحَ الشِّمَالَ عَلَى الْيَمِينِ وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ
فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ أَوَلَمْ تَرَ عُمَرَ لَمْ يَقْنَعْ بِقَوْلِ عَمَّارٍ و حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ قَالَ قَالَ أَبُو مُوسَى لِعَبْدِ اللَّهِ وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِقِصَّتِهِ نَحْوَ حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَقُولَ هَكَذَا وَضَرَبَ بِيَدَيْهِ إِلَى الْأَرْضِ فَنَفَضَ يَدَيْهِ فَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Ibnu Numair semuanya meriwayatkan dari Abu Muawiyah Abu Bakar berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dari al-A’masy dari Syaqiq dia berkata, “Aku duduk bersama Abdullah dan Abu Musa al-Asy’ari.
Kemudian Abu Musa berkata kepada Abdullah, ‘Wahai ayah Abdurrahman, seandainya seorang lelaki berjunub lalu dia tidak mendapatkan air selama sebulan, bagaimanakah yang harus dia lakukan dengan shalatnya?’
Maka Abdullah berkata, ‘Dia tidak boleh bertayamum, sekalipun dia tidak mendapati air selama sebulan’.
Abu Musa berkata, ‘Bagaimana dengan ayat di dalam surah al-Maidah, “Lalu kamu tidak mendapat air (untuk berwudhu dan mandi) maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah yang suci.” (QS. Almaidah:6)
Abdullah berkata, ‘Andai mereka diberi keringanan dengan ayat tersebut, niscaya apabila mereka merasakan air itu dingin maka mereka akan bertayamum dengan tanah.’
Maka Abu Musa berkata kepada Abdullah, ‘Tidakkah kamu telah mendengar kata-kata Ammar, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku untuk suatu keperluan kemudian aku berjunub, lalu aku tidak mendapati air, maka aku menggulingkan badan ke tanah sebagaimana binatang melata menggulingkan badannya?. Kemudian kutemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan kuceritakan perkara tersebut kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Beliau bersabda, ‘Sudah cukup memadai bagi kamu dengan kamu menepukkan tangan kamu begini, kemudian beliau menepukkan tangan beliau ke tanah dengan satu tepukan, kemudian beliau menyapu tangan kiri beliau pada tangan kanan dan belakang kedua tapak tangan serta wajah beliau.”
Abdullah berkata, “Apakah kamu tidak melihat bahwa Umar tidak puas dengan perkataan Ammar?.”
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kamil al-Jahdari telah menceritakan kepada kami Abdu Wahid telah menceritakan kepada kami al-A’masy dari Syaqiq dia berkata, Abu Musa berkata kepada Abdullah, dan ia menggiring hadits tersebut dengan kisahnya semisal hadits Abu Mu’awiyah, hanya saja dia berkata, “Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Cukup memadai bagi kamu untuk mengatakan demikian, lalu beliau memukulkan kedua tangannya pada tanah, lalu mengibaskan kedua tangannya, lalu dia mengusap wajah dan kedua telapak tangannya’.”
Komentar

Jika diperhatikan, perbedaan pendapat antara Abu Musa dan Abdullah, mirip dengan perbedaan antara Umar bin Khattab dan Ammar bin Yasir

Abu Musa: mengikuti Ammar
Abdullah: mengikuti Umar (bahkan dia sempat menjadikan respon Umar kepada Ammar sebagai “penguat” alasannya untuk mengikuti pendapat Umar)

Hal-Hal Yang Bisa Diperhatikan Dalam Teks Hadis

  1. Ammar menyatakan bahwa dia merujukkan pendapatnya kepada petunjuk Rasulullah Saw, sebagaimana yang disebutkannya di hadis 533 di atas; sedangkan Umar tidak menyebutkan dalil pendapatnya. Umar juga tidak menolak keterangan Ammar tersebut.
  2. Abu Musa menggunakan Ammar sebagai referensi, Abdullah menjadikan Umar sebagai pijakan. Artinya, di kalangan sahabat Nabi Saw sudah lumrah si Fulan merujuk kepada si Fulan. Atau dengan kata lain, para sahabat Nabi Saw sudah biasa berbeda pendapat.

Wallahu a’lam.

%d blogger menyukai ini: