Situs Nashibi Takfiri LPPI Menghina Ulama Islam

Situs organisasi LPPI takfir asuhan Said Samad, Sabtu 30 Nopember 2013, menurunkan sebuah tulisan penghinaan terhadap ulama. Situs yang sama sekali meninggalkan nilai-nilai akhlak Islam tersebut membuat tulisan dengan judul “Sistani, Ulama Marja Syiah yang Korban Mut’ah”. Di tulisan itu mereka tanpa perasaan berdosa mengatakan bahwa Ayah dari salah seorang ulama yang menjadi penandatangan Risalah Amman 2004 itu ditentukan melalui proses undian. Mereka menistakan ulama. [lppimakassar.net]

Mereka Menghina Pewaris Para Nabi

Sebelum membahas dan membuktikan kesalahan fitnah keji LPPI takfir asuhan Said Samad ini, terlebih dahulu dikutipkan pesan Rasulullah Saw.

  مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ
Abu Ad Darda lalu berkata:
“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan serang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi…..” Sunan Abu Dawud Hadis no. 3157 (Lidwa)

Lihatlah para pembaca. Betapa mulianya seorang ulama di sisi Allah. Namun, LPPI takfir asuhan Said Samad ini telah menghinakan seorang ulama besar Islam. Sayyid Ali Sistani adalah seorang ulama terpandang dari Irak, yang juga sangat berkontribusi besar bagi ketenangan dan bangkitnya Irak paska pendudukan Amerika dan serangan kelompok takfir bersenjata. Beliau adalah ulama yang aktif dalam ikhtiar persatuan Islam. Sayyid Ali Sistani juga adalah seorang dzurriyat (keturunan) Rasulullah Saw. Dan jelaslah, LPPI takfir asuhan Said Samad ini telah menghinakan seorang ulama dan menistakan seorang keturunan baginda Nabi Saw.

Sekarang kita lihat kesalahan besar fitnah tersebut.

Kesalahan Besar Fitnah Terhadap Sayyid Ali Sistani

Penerjemahan Yang Salah Untuk Tujuan Fitnah

Lihatlah cara  mereka ketika menerjemahkan kalimat berikut ini untuk membuat fitnah.

في التاسع من شهر ربيع الاول عام 1349 هجري أي في 4 اغسطس 1930 ميلادي والده من القرعة هو العالم المقدس (السيد محمد باقر
Dengan seenaknya, mereka menerjemahkan kalimat tersebut dengan “(Kelahiran Sistani) Pada tahun 1349 H yaitu 4 agustus 1930 M, ayah beliau adalah berasal dari UNDIAN yaitu Al-‘Alim As-Sayyid Muhammad Baqir.”

Astaghfirullah. Alangkah busuknya hati mereka. Mereka memutarbalikkan makna kata qur’ah dengan mengartikannya menjadi UNDIAN. Ini untuk mendukung fitnah mereka bahwa Sayyid Ali Sistani tidak jelas siapa Ayahnya karena ibunya suka kawin mawin dengan cara mut’ah. Di al-Munjid, arti kata qur’ah adalah yang terpilih dari para orang berilmu di zamannya. Dengan demikian, kalimat itu seharusnya diterjemahkan menjadi “(Sayyid Ali Sistani lahir) pada tanggal 9 Rabiul Awal tahun 1349H atau 4 Agustus 1930. Ayah beliau adalah qur’ah (orang terpilih pada zamannya), beliau adalah orang berilmu dan orang suci (As-Sayyid Muhammad Baqir).”

Lihatlah kelompok takfir ini. Mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai maksudnya, termasuk melakukan fitnah yang keji.

Sumber Yang Tidak Jelas

Sumber tulisan yang dikutip oleh LPPI Takfiri Said Samad ini adalah tulisan di Facebook, di sebuah page yang diberi nama Gerakan Anti Syiah Indonesia. Page ini sendiri diatur oleh akun bernama Syiah Bukan Islam. Tulisan yang merupakan keterangan foto itu, menurut LPPI takfiri, adalah penjelasan Jaser Leonheart. Identitas akun Jaser di Facebook juga tidak jelas, hanya bergambar profil kartun sebagai penyamaran untuk foto profil. Lalu dikatakan, bahwa keterangan itu diambil dari wikipedia berbahasa Arab mengenai biografi Sayyid Ali Sistani. Simpulannya, semua informasi ini datang dari sumber yang tak jelas, bahkan tidak jelas dari Islam atau bukan.

Lagi pula, andaipun konten wikipedia berbahasa Arab itu benar adanya (katanya halaman itu sudah dihapus), tahukah mereka bahwa konten wikipedia bisa dibuat oleh siapa saja? Tahukah bahwa konten wikipedia tergantung kepada siapa yang menulisnya? Tahukah bahwa siapapun bisa membuat entry di Wikipedia dan menuliskan apa saja? Apalagi dulu. Apalagi Wikipedia lokal. Sekarang mungkin lebih ketat. Itulah sebabnya, banyak media yang tidak menerima referensi dari wikipedia untuk kehati-hatian.

Lalu siapa itu Jaser Leonheart? Apakah dia orang Islam? Apakah tidak mungkin dia itu seorang yang sengaja mengadu domba kaum muslimin dan berpesta di atas pertikaian umat Islam? Betapa banyak akun di facebook dan dunia maya yang pekerjaannya adalah menyebarkan kebencian dan mengadu domba kelompok dan komunitas.

Jika kemudian ternyata sumber berita itu tidak jelas, pun datang dari orang yang tidak nyata, bolehkah dipercaya? Jika pun harus dipercaya, bukankah kita diminta untuk mengklarifikasi setiap berita? Allah berfirman:

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٍ۬ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَـٰلَةٍ۬ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَـٰدِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (QS al-Hujurat:6)

Jika mereka mau mencari biografi Sayyid Ali Sistani yang benar, mengapa tidak mencari langsung dari sumbernya? Mengapa mencari ke sumber yang tidak jelas? Apa tujuan dibalik semua ini? Kalau mau mengenal Sayyid Ali Sistani langsung, semestinya mereka mencari ke website resmi beliau di http://www.sistani.org. Tapi faktanya tidak, karena mereka memang tujuannya adalah menyebarkan fitnah dan kebencian. Naudzubillah.

Lihatlah kaum muslimin, simaklah wahai pembaca. Betapa kedengkian kepada umat Islam telah menjerumuskan LPPI takfir Said Samad ini dalam kebodohan yang nyata. Mereka mengabaikan firman Tuhan dan berusaha menyebarkan fitnah dan kebencian mereka kepada orang lain. Jika Anda menelusuri situs takfiri ini, tidak akan susah menemukan posting yang hanya copy paste dari akun facebook yang tidak jelas, dari blog yang tidak jelas, dari video di Youtube yang tidak jelas dan dari sumber-sumber tak jelas lainnya. Tujuannya satu, menyebarkan kebencian dan memecah belah kaum muslimin. Lalu apakah situs seperti ini yang harus dipercaya? Naudzubillah.

Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari kelompok seperti ini.

%d blogger menyukai ini: