Sholat Dhuha

Salat Dhuha diyakini sebagai salah satu amalan sunnah yang dianjurkan di dalam Islam. Banyak dalil-dalil yang telah ditunjukkan mengenai kemuliaan dan fadhilah salat dhuha ini. Namun demikian, di dalam beberapa hadis muktabar ditunjukkan hal lain, seperti hadis-hadis berikut ini. Penomoran hadis mengikuti Software Lidwa.
Hadis-Hadis Yang Mengatakan Bahwa Salat Dhuha Adalah Bid’ah

حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبَّحَ سُبْحَةَ الضُّحَى وَإِنِّي لَأُسَبِّحُهَا
Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza’bi dari Az Zuhriy dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Aku belum pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat sunnat Dhuha. Adapun aku mengerjakannya”. Sahih Bukhari Hadis No. 1106
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي سُبْحَةَ الضُّحَى قَطُّ وَإِنِّي لَأَسْتَحِبُّهَا وَإِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَدَعُ الْعَمَلَ وَهُوَ يُحِبُّ أَنْ يَعْمَلَهُ خَشْيَةَ أَنْ يَعْمَلَ بِهِ النَّاسُ فَيُفْرَضَ عَلَيْهِمْ
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata; “Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat sunnah dluha sama sekali, namun saya menganjurkannya. Sungguh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terkadang meninggalkan suatu amalan padahal beliau suka (melakukannya), karena khawatir jika orang-orang senantiasa mengerjakannya akan menjadi wajib bagi mereka.” Muwatha Imam Malik Hadis No. 324 dan Sahih Muslim Hadis No. 1174
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ دَخَلْتُ أَنَا وَعُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ الْمَسْجِدَ فَإِذَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
جَالِسٌ إِلَى حُجْرَةِ عَائِشَةَ وَإِذَا نَاسٌ يُصَلُّونَ فِي الْمَسْجِدِ صَلَاةَ الضُّحَى قَالَ فَسَأَلْنَاهُ عَنْ صَلَاتِهِمْ فَقَالَ بِدْعَةٌ ثُمَّ قَالَ لَهُ كَمْ اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعًا إِحْدَاهُنَّ فِي رَجَبٍ فَكَرِهْنَا أَنْ نَرُدَّ عَلَيْهِ قَالَ وَسَمِعْنَا اسْتِنَانَ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فِي الْحُجْرَةِ فَقَالَ عُرْوَةُ يَا أُمَّاهُ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَلَا تَسْمَعِينَ مَا يَقُولُ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَتْ مَا يَقُولُ قَالَ يَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ أَرْبَعَ عُمَرَاتٍ إِحْدَاهُنَّ فِي رَجَبٍ قَالَتْ يَرْحَمُ اللَّهُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا اعْتَمَرَ عُمْرَةً إِلَّا وَهُوَ شَاهِدُهُ وَمَا اعْتَمَرَ فِي رَجَبٍ قَطُّ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Mujahid berkata; Ketika aku dan ‘Urwah bin Az Zubair masuk kedalam masjid disana ada ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu sedang duduk di bilik rumah ‘Aisyah radliallahu ‘anha, sedang orang-orang melaksanakan shalat Dhuha dalam masjid”. Dia (Mujahid) berkata: “Maka kami bertanya kepadanya tentang shalat yang mereka kerjakan, maka dia berkata: “Itu adalah bid’ah”. Kemudian dia berkata lagi kepadanya: “Berapa kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melaksanakan ‘umrah?” Dia menjawab: “Empat kali, satu diantaranya pada bulan Rajab”. Maka kami pun enggan untuk membantahnya. Mujahid melanjutkan: Kemudian kami mendengar suara ‘Aisyah radliallahu ‘anha Ummul Mu’minin sedang menggosok gigi dari balik rumahnya, maka ‘Urwah bertanya: “Wahai ibunda, wahai Ummul Mu’minin, apakah engkau tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Abu ‘Abdurrahman? ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Apa yang telah dikatakannya? ‘Urwah menjawab; Dia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan ‘umrah sebanyak empat kali satu diantaranya pada bulan Rajab”. ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Semoga Allah merahmati Abu ‘Abdurrahman, tidaklah Beliau melaksanakan ‘umrah sekalipun melainkan aku selalu mengikutinya dan Beliau tidak pernah melaksanakan ‘umrah pada bulan Rajab sekalipun”. Sahih Bukhari Hadis no. 1652, Musnad Ahmad Hadis no. 5852 dan 6142
حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْفُضَيْلِ بْنِ فَضَالَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ أَبَاهُ رَأَى أُنَاسًا يُصَلُّونَ صَلَاةَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا إِنَّهُمْ لَيُصَلُّونَ صَلَاةً مَا صَلَّاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا عَامَّةُ أَصْحَابِهِ
Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al Fadll telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Mu’adz telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Fudlail bin Fadlalah dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, bahwa ayahnya melihat beberapa orang melakukan shalat dluha, kemudian ia berkata, “Sesungguhnya mereka mengerjakan shalat yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pula para sahabatnya.” Sunan Darimi Hadis No. 1420

Hadis Tentang Kemuliaan dan Fadhilah Salat Dhuha

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَدَعُ الْعَمَلَ وَهُوَ يُحِبُّ أَنْ يَعْمَلَ بِهِ خَشْيَةَ أَنْ يَعْمَلَ بِهِ النَّاسُ فَيُفْرَضَ عَلَيْهِمْ وَمَا سَبَّحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبْحَةَ الضُّحَى قَطُّ وَإِنِّي لَأُسَبِّحُهَا
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata; “Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meninggalkan suatu amal padahal Beliau mencintai amal tersebut melainkan karena Beliau khawatir nanti orang-orang akan ikut mengamalkannya sehingga diwajibkan buat mereka. Dan tidaklah Beliau melaksanakan shalat Dhuha sekalipun kecuali pasti aku ikut melaksanakannya”. Sahih Bukhari Hadis no. 1060
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الْجُرَيْرِيُّ هُوَ ابْنُ فَرُّوخَ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami ‘Abbas Al Jurairiy dia adalah anak dari Farrukh dari Abu ‘Utsman An-Nahdiy dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata: “Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal dunia, yaitu shaum tiga hari pada setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur dengan shalat witir terlebih dahulu”. Sahih Bukhari Hadis no. 1107
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ قَالَ حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ فُلَانِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ عَمِّهِ ثُمَامَةَ بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الضُّحَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا مِنْ ذَهَبٍ فِي الْجَنَّةِ
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أُمِّ هَانِئٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَنُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ وَأَبِي ذَرٍّ وَعَائِشَةَ وَأَبِي أُمَامَةَ وَعُتْبَةَ بْنِ عَبْدٍ السُّلَمِيِّ وَابْنِ أَبِي أَوْفَى وَأَبِي سَعِيدٍ وَزَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ وَابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin Al Ala’ telah menceritakan kepada kami Yunus bin Bukair dari Muhammad bin Ishaq dia berkata, telah menceritakan kepadaku Musa bin Fulan bin Anas dari pamannya yaitu Tsumamah bin Anas bin Malik dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang melaksanakan shalat dluha dua belas raka’at, niscaya Allah akan membuatkan baginya sebuah istana dari emas di syurga.” (perawi) berkata, dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ummu Hani’, Abu Hurairah, Nu’aim bin Hammar, Abu Dzar, ‘Aisyah, Abu Umamah, Utbah bin ‘Abd As Sulami, Ibnu Abu Aufa, Abu Sa’id, Zaid bin Arqam dan Ibnu Abbas. Abu Isa berkata, hadits Anas adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini. Sunan Tirmidzi Hadis No. 435. (Menurut Nashiruddin Albani, hadis ini dhaif)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ نَهَّاسِ بْنِ قَهْمٍ عَنْ شَدَّادٍ أَبِي عَمَّارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةِ الضُّحَى غُفِرَ لَهُ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَب الْبَحْرِ
قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى وَكِيعٌ وَالنَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ الْأَئِمَّةِ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ نَهَّاسِ بْنِ قَهْمٍ وَلَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِهِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdil A’la Al Bashri telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ dari Nahas bin Qahm dari Syaddad Abu ‘Ammar dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang selalu menjaga raka’at dluha, maka dosa-dosanya akan di ampuni walaupun seperti buih di lautan.” Abu Isa berkata, hadits ini juga telah diriwayatkan Waki’ dan Nadlr bin Syumail serta tidak cuma satu orang dari para ulama hadits dari Nahs bin Qahm, kami tidak mengetahui (hadits yang lain) kecuali dari haditsnya. Sunan Tirmidzi Hadis No. 438. (Menurut Nashiruddin Albani, hadis ini dhaif)
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا الْجُرَيْرِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ
هَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى فَقَالَتْ لَا إِلَّا أَنْ يَجِيءَ مِنْ مَغِيبِهِ قُلْتُ هَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرِنُ بَيْنَ السُّورَتَيْنِ قَالَتْ مِنْ الْمُفَصَّلِ
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami Al Jurairi dari Abdullah bin Syaqiq dia berkata; aku pernah bertanya kepada Aisyah; “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa melaksanakan shalat Dhuha?” Aisyah menjawab; “tidak, kecuali jika beliau tiba dari suatu perjalanan.” Tanyaku selanjutnya; “Apakah beliau juga sering menggabungkan antara dua surat.” Jawab Aisyah; “Ya, di surat-surat yang di baca pendek (yaitu dari surat Qaaf atau Al Hujurat sampai surat an nas -pent).” Sunan Abu Dawud Hadis No. 1100 (Menurut Nashiruddin Albani, hadis ini sahih)

Komentar dan Kesimpulan

  1. Ada dua pendapat tentang salat dhuha. Pertama mengatakan salat ini bid’ah, yang kedua berpendapat bahwa salat ini sunnah dan dianjurkan
  2. Beberapa hadis yang menyebutkan kemuliaan salat dhuha, didaifkan oleh Nashiruddin Albani
  3. Sekiranya memang salat dhuha merupakan sunnah Nabi Saw, salat ini tidak dilakukan oleh Nabi Saw secara rutin. Nabi Saw melakukan salat ini di keadaan tertentu, misalnya ketika tiba dari perjalanan.

Wallahu ‘a’lam

%d blogger menyukai ini: