Menanggapi Buku Kyai Alawi: Benarkah Rasulullah Saw Menetapkan Abu Bakar sebagai Khalifah?

Saya menemukan post Kyai Alawi tentang hadis bahwa Rasulullah saw sudah menetapkan Abu Bakar sebagai khalifah sepeninggalnya. Di tempat lain saya juga menemukan Kyai Alawi berkata tentang penulis buku yang beliau kritik: kebanyakan bohongnya, masa doktor nggak bisa bedain hadis sahih dan maudu.

Nah, kita lihat bagaimana kualitas hadis yang disebutkan Kyai Alawi dalam bukunya yang beliau sebut bener-bener ilmiah dan terbuka.

 

Ada dua kritik thd hadis ini: kritik sanad dan kritik matan. Dari segi sanad hadis ini maudu atau hadis bohong atau palsu.

Berikut ini, komentar ahli hadis yg bisa dibuka di Al-Mawsu’ah al-Haditsiyah, al-Durar al-Sunniyah:

1 – عن عائشةَ في قولِهِ وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فقالَ أسرَّ إليها أنَّ أبا بكرٍ خليفَتي مِن بعدي
الراوي: عائشة أم المؤمنين المحدث: ابن عدي – المصدر: الكامل في الضعفاء – الصفحة أو الرقم: 3/477
خلاصة حكم المحدث: موضوع

٢- عن عائشةَ وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا قالَ: أسرَّ إليها أنَّ أبا بَكرٍ خليفَتي من بعدي
الراوي: عروة بن الزبير المحدث: الذهبي – المصدر: تاريخ الإسلام – الصفحة أو الرقم: 14/134
خلاصة حكم المحدث: موضوع

3 – وَإِذَا أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا – قال : أسرَّ إليها أنَّ أبا بكرٍ خليفتي من بعدي
الراوي: عائشة أم المؤمنين المحدث: الذهبي – المصدر: ميزان الاعتدال – الصفحة أو الرقم: 1/627
خلاصة حكم المحدث: باطل

Dari kritik matan: Mengapa wasiat harus dirahasiakan dan jangan dibocorkan?

Ajaib! Ketika Hafshah membocorkannya kepada Aisyah, Nabi saw murka, sehingga Allah swt memerintahkan kedua perempuan itu utk bertaubat (al-Tahrim: 4) dan menyebutkan bahwa keduanya telah bahu membahu menyakiti Nabi. Beliau juga diberi pilihan bahwa sekiranya Nabi saw menceraikan mereka, Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik (al-Tahrim 5)

Setelah membaca pendapat para ahli hadis di atas, saya yakin sekarang Kyai Alawi bisa membedakan antara hadis maudu (bohong) dengan hadis yang sahih, tanpa perlu menjadi doktor hadis.

Jadi, siapa tuh yang kebanyakan bohongnya? Saya baru jawab sekarang, bukan karena menunggu perintah kyai sepuh, tapi karena saya sibuk menjalankan ajaran para kyai saya untuk menyebarkan agama cinta.

[Anwar Jabir, dari whatsapp group, 30 November 2015, jam 09.15]

Sumber : Misykat

%d blogger menyukai ini: