Husain Cucu Nabi Saw

kita mengambil hadis dari Musnad Ahmad Ibn Hanbal tentang salah seorang cucu Baginda Nabi Muhammad Saw, Husain bin Ali. Kami kutipkan dari software Lidwa. Penomorannya juga mengikuti software hadis ini.

Hubungan Nabi Saw dengan Cucunya Husain bin Ali
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا حَجَّاحٌ يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ إِيَاسٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَهُ حَسَنٌ وَحُسَيْنٌ هَذَا عَلَى عَاتِقِهِ وَهَذَا عَلَى عَاتِقِهِ وَهُوَ يَلْثِمُ هَذَا مَرَّةً وَيَلْثِمُ هَذَا مَرَّةً حَتَّى انْتَهَى إِلَيْنَا فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تُحِبُّهُمَا فَقَالَ مَنْ أَحَبَّهُمَا فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَبْغَضَهُمَا فَقَدْ أَبْغَضَنِي
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah mengabarkan kepada kami Hajjaj -yaitu Ibnu Dinar- dari Ja’far bin Iyas dari Abdurrahman bin Mas’ud dari Abu Hurairah berkata; suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menemui kami, sedang beliau bersama Hasan dan Husain yang berada di pundak kanan dan kiri beliau. Dan beliau kadang mencium Hasan dan kadang mencium Husain sehingga beliau sampai di hadapan kami, lalu ada seorang lelaki yang bertanya kepadanya; “Wahai Rasulullah, apakah engkau mencintai keduanya?” maka beliau bersabda:\”Barangsiapa mencintai keduanya maka ia telah mencintaiku, dan barangsiapa membuat keduanya marah maka ia telah membuatku marah.” [hadis no. 9296]
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي رَاشِدٍ عَنْ يَعْلَى الْعَامِرِيِّ أَنَّهُ
خَرَجَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى طَعَامٍ دُعُوا لَهُ قَالَ فَاسْتَمْثَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَفَّانُ قَالَ وُهَيْبٌ فَاسْتَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَامَ الْقَوْمِ وَحُسَيْنٌ مَعَ غِلْمَانٍ يَلْعَبُ فَأَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْخُذَهُ قَالَ فَطَفِقَ الصَّبِيُّ هَاهُنَا مَرَّةً وَهَاهُنَا مَرَّةً فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَاحِكُهُ حَتَّى أَخَذَهُ قَالَ فَوَضَعَ إِحْدَى يَدَيْهِ تَحْتَ قَفَاهُ وَالْأُخْرَى تَحْتَ ذَقْنِهِ فَوَضَعَ فَاهُ عَلَى فِيهِ فَقَبَّلَهُ وَقَالَ حُسَيْنٌ مِنِّي وَأَنَا مِنْ حُسَيْنٍ أَحَبَّ اللَّهُ مَنْ أَحَبَّ حُسَيْنًا حُسَيْنٌ سِبْطٌ مِنْ الْأَسْبَاطِ
Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Wuhaib Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Utsman bin Khutsaim dari Sa’id bin Abu Rasyid dari Ya’la Al Amiri, bahwa ia pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memenuhi undangan makan-makan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memenuhi undangan tersebut. Affan berkata, “Wuhaib berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi orang-orang sementara Husain sedang bermain bersama beberapa orang anak, saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ingin mengambilnya, anak itu pun lari kesana kemari hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mentertawakannya hingga akhirnya beliau ambil.” Ya’la berkata, “Kemudian beliau meletakkan salah satu tangannya di bawah tengkuk anak itu dan tangan yang lain di bawah dagunya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan bibirnya pada bibir anak itu seraya menciumnya, kemudian beliau bersabda: “Husain bagian dari diriku dan aku bagian darinya, Allah akan mencintai siapa yang mencintai Husain. Dan Husain merupakan umat dari umat-umat yang baik.” [hadis no. 16903]
حَدَّثَنَا تَلِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الْحَجَّافِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
نَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عَلِيٍّ وَالْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ وَفَاطِمَةَ فَقَالَ أَنَا حَرْبٌ لِمَنْ حَارَبَكُمْ وَسِلْمٌ لِمَنْ سَالَمَكُمْ
Telah menceritakan kepada kami Talid bin Sulaiman berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Al Hajjaf dari Abu Hazim dari Abu Hurairah berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Ali, Hasan, Husein dan Fatimah, lalu bersabda: “Aku akan memerangi siapa saja yang memerangi kalian dan melindungi siapa saja yang melindungi kalian.” [hadis no. 9321]
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْأَزْدِيُّ أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ حَدَّثَنِي أَخِي مُوسَى بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقَالَ مَنْ أَحَبَّنِي وَأَحَبَّ هَذَيْنِ وَأَبَاهُمَا وَأُمَّهُمَا كَانَ مَعِي فِي دَرَجَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Nashr Bin Ali Al Azdi telah mengabarkan kepadaku Ali Bin Ja’far Bin Muhammad Bin Ali Bin Al Husain Bin Ali telah menceritakan kepadaku saudaraku Musa Bin Ja’far dari bapaknya Ja’far Bin Muhammad dari bapaknya dari Ali Bin Husain dari bapaknya dari kakeknya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tangan Hasan dan Husain kemudian bersabda: “Barangsiapa mencintaiku dan mencintai kedua anak ini dan bapaknya serta ibunya, maka dia akan bersamaku di tingkatanku pada hari Kiamat.” [hadis no. 543]
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ شَدَّادٍ أَبِي عَمَّارٍ قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ وَعِنْدَهُ قَوْمٌ فَذَكَرُوا عَلِيًّا فَلَمَّا قَامُوا قَالَ لِي أَلَا أُخْبِرُكَ بِمَا رَأَيْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ بَلَى قَالَ أَتَيْتُ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهَا أَسْأَلُهَا عَنْ عَلِيٍّ قَالَتْ تَوَجَّهَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَلَسْتُ أَنْتَظِرُهُ حَتَّى جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَهُ عَلِيٌّ وَحَسَنٌ وَحُسَيْنٌ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمْ آخِذٌ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِيَدِهِ حَتَّى دَخَلَ فَأَدْنَى عَلِيًّا وَفَاطِمَةَ فَأَجْلَسَهُمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَجْلَسَ حَسَنًا وَحُسَيْنًا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى فَخِذِهِ ثُمَّ لَفَّ عَلَيْهِمْ ثَوْبَهُ أَوْ قَالَ كِسَاءً ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ
{ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمْ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا }
وَقَالَ اللَّهُمَّ هَؤُلَاءِ أَهْلُ بَيْتِي وَأَهْلُ بَيْتِي أَحَقُّ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mus’ab berkata; telah menceritakan kepada kami Al Auza’i dari Syaddad Abu ‘Ammar berkata; saya menemui Watsilah bin Al Asqa’ saat itu di sisinya ada suatu kaum, lalu mereka menyebutkan Ali. Tatkala mereka berdiri, dia berkata kepadaku, “Maukah saya beritahukan dengan apa yang telah saya lihat dari Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam?” saya menjawab, Ya. (Watsilah bin Al Asqa’ Radliyallahu’anhu) berkata; “Saya mendatangi Fathimah Radliyallahu’anha, saya bertanya tentang Ali.” Maka dia menjawab, “Dia sedang menuju ke Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam lalu saya duduk dan menunggunya sampai Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam datang bersama Ali, Hasan dan Husain ‘alaihimussalam,” masing-masing beliau gandeng tangannya sampai masuk lalu Ali mendekati Fatimah dan Rasul mendudukkan hasan dan Husain di hadapan beliau. Dia mendudukkan Hasan dan Husain pada lutut beliau lalu beliau melipat pakaiannya pada mereka,” atau berkata; “Kain.” Lalu beliau membaca ayat, “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS 33:33) dan bersabda: “Ya Allah, mereka adalah Ahli Baitku, dan Ahli Baitku-lah yang paling berhak.” [hadis no. 16374]

Pengetahuan Nabi Saw Tentang Kematian Husain

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ حَسَّانَ قَالَ أَخْبَرَنَا عُمَارَةُ يَعْنِي ابْنَ زَاذَانَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ
اسْتَأْذَنَ مَلَكُ الْمَطَرِ أَنْ يَأْتِيَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُذِنَ لَهُ فَقَالَ لِأُمِّ سَلَمَةَ احْفَظِي عَلَيْنَا الْبَابَ لَا يَدْخُلْ أَحَدٌ فَجَاءَ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَوَثَبَ حَتَّى دَخَلَ فَجَعَلَ يَصْعَدُ عَلَى مَنْكِبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ الْمَلَكُ أَتُحِبُّهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ قَالَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ تَقْتُلُهُ وَإِنْ شِئْتَ أَرَيْتُكَ الْمَكَانَ الَّذِي يُقْتَلُ فِيهِ قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ فَأَرَاهُ تُرَابًا أَحْمَرَ فَأَخَذَتْ أُمُّ سَلَمَةَ ذَلِكَ التُّرَابَ فَصَرَّتْهُ فِي طَرَفِ ثَوْبِهَا
قَالَ فَكُنَّا نَسْمَعُ يُقْتَلُ بِكَرْبَلَاءَ
Telah menceritakan kepada kami Abdushshamad bin Hassan berkata; telah mengabarkan kepada kami ‘Umarah yaitu Ibnu Zadan dari Tsabit dari Anas berkata; Malaikat yang diamanati hujan meminta ijin Nabi Shallallahu’alaihi wasallam untuk mengunjunginya. Dan diijinkan. lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata kepada Ummu Salamah, “Jagalah pintu dan jangan sampai masuk seorangpun”. Tiba-tiba datanglah Husain bin ‘Ali Radliyallahu’anhu. Dia melompat sampai bisa masuk rumah nabi. Lantas ia menaiki pundak Nabi SHALLALLAHU’ALAIHI WASALLAM. Malaikat bertanya kepada beliau, “Apakah anda mencintanya?” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ya”. (Malaikat) berkata; “Namun umatmu akan membantainya, jika anda berkenan saya tunjukkan tempat meninggalnya”. (Anas bin Malik radliyallahu’anhu) berkata; malaikat tersebut kemudian menjumput tanah merah dengan tangannya dan memperlihatkannya kepada nabi. Umu Salamah mengambil tanah tersebut dan dibungkusnya dengan ujung pakaiannya. (Anas bin Malik radliyallahu’anhu) berkata; kemudian hari kami mendengar (Husain radliyallahu’anhu) terbantai di Karbala. [hadis no. 13293]
حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ زَاذَانَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
أَنَّ مَلَكَ الْمَطَرِ اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ أَنْ يَأْتِيَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَذِنَ لَهُ فَقَالَ لِأُمِّ سَلَمَةَ امْلِكِي عَلَيْنَا الْبَابَ لَا يَدْخُلْ عَلَيْنَا أَحَدٌ قَالَ وَجَاءَ الْحُسَيْنُ لِيَدْخُلَ فَمَنَعَتْهُ فَوَثَبَ فَدَخَلَ فَجَعَلَ يَقْعُدُ عَلَى ظَهَرِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مَنْكِبِهِ وَعَلَى عَاتِقِهِ قَالَ فَقَالَ الْمَلَكُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتُحِبُّهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّ أُمَّتَكَ سَتَقْتُلُهُ وَإِنْ شِئْتَ أَرَيْتُكَ الْمَكَانَ الَّذِي يُقْتَلُ فِيهِ فَضَرَبَ بِيَدِهِ فَجَاءَ بِطِينَةٍ حَمْرَاءَ فَأَخَذَتْهَا أُمُّ سَلَمَةَ فَصَرَّتْهَا فِي خِمَارِهَا
قَالَ قَالَ ثَابِتٌ بَلَغَنَا أَنَّهَا كَرْبَلَاءُ
Telah menceritakan kepada kami Mu’ammal telah menceritakan kepada kami ‘Umaroh bin Zadzan telah menceritakan kepada kami Tsabit dari Anas bin Malik, Malaikat pembawa hujan pernah memohon ijin kepada Rab-Nya untuk mendatangi Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, dan dikabulkan. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepada Ummu Salamah, “Tutuplah pintu hingga tak seorangpun yang menemui kita!” (Anas bin Malik Radliyallahu’anhu) berkata; Husain datang untuk masuk, maka Ummu Salamah mencegahnya, hanya Husain melompat dan masuk kemudian duduk di atas punggung Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, di atas bahunya serta di atas pundaknya. (Anas bin Malik Radliyallahu’anhu) berkata; sang malaikat pembawa hujan bertanya, apakah anda, hai nabi, benar-benar mencintainya?, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Iya”, malaikat pembawa hujan berkata; ketahuilah sesungguhnya umatmu akan membunuhnya, dan jika berkehendak saya akan memberitahukan tempat dia terbunuh. Malaikat itu lantas menurunkan tangannya dan menjumput tanah merah. Ummu Salamah lantas menyimpannya di khimarnya (kain yang digunakan untuk menutup kepala). (Anas bin Malik Radliyalalhu’anhu) berkata; Tsabit berkata; kemudian hari kami sadar bahwa tempat itu adalah Karbala. [hadis no. 13050]

Komentar

Jadi menurut hadis-hadis ini, Rasulullah Saw sudah tahu bahwa Husain cucu beliau akan dibunuh oleh orang yang mengaku Islam di tanah Karbala.

Nasib Kepala Husain Bin Ali Setelah Dipenggal di Karbala

Di dalam kitab-kitab sejarah yang masyhur, setelah Husain bin Ali wafat, kepala beliau yang suci dipenggal dari badannya. Kepala tersebut kemudian ditusuk dengan tombak dan diarak dari Karbala ke Kufah, ke kantor perwakilan Yazid bin Muawiyah saat itu, Ubaidillah bin Ziyad. Terjadilah kejadian di hadis di bawah ini. Kepala Husain diletakkan di dalam bejana. Bahkan riwayat lain mengatakan, Ubaidillah menusuk-nusuk bibir suci Husain dengan ujung tongkatnya. Dan tiba-tiba di antara hadirin ada yang mengatakan, “bibir itu dulu yang sering dicium Rasulullah Saw”.

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ
أُتِيَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ بِرَأْسِ الْحُسَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ فَجُعِلَ فِي طَسْتٍ فَجَعَلَ يَنْكُتُ عَلَيْهِ وَقَالَ فِي حُسْنِهِ شَيْئًا فَقَالَ أَنَسٌ إِنَّهُ كَانَ أَشْبَهَهُمْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ مَخْضُوبًا بِالْوَسْمَةِ
Telah menceritakan kepada kami Husain telah menceritakan kepada kami Jarir dari Muhammad dari Anas berkata; “kepala Husain radliyallahu’anhu dibawa ke Ubaidullah bin Ziyad, lalu diletakkan dalam bejana tembaga. Ubaidullah bin Ziyad menepukkan tangan pada bejana itu seraya berkata “Dalam ketampanannya, ada yang kurang”. Maka Anas berkata; “dia (Husain radliyallahu’anhu) adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Saat itu kepalanya disemir dengan daun pacar”. [hadis no. 13251]
%d blogger menyukai ini: