Catatan Muslim Nurdin: Kedudukan Hadis Kitabullah wa Sunnah

TULISAN MN dalam buletin diawali dengan pernyataan bahwa Quran dan Sunnah yang menjadi pegangan umat Islam sampai sekarang ampuh membentengi dari upaya orang-orang untuk mengembuskan racun-racun pada akidah yang sesungguhnya.

Sayangnya, MN tidak menjelaskan maksud dari “akidah yang sesungguhnya”. Apakah ini berkaitan dengan keyakinan dan pemahaman agama yang dianutnya, yang dianggapnya benar?

Dalam ilmu kalam (ushuluddin/akidah) yang diajarkan di kampus-kampus UIN jelas sekali bahwa akidah yang dipegang ulama sepanjang sejarah itu banyak dan melahirkan mazhab-mazhab. Sama halnya dengan fiqih, tasawuf, tafsir, dan hadis pun terjadi perbedaan pendapat hingga lahir mazhab yang satu sama lain berbeda dan mengaku paling benar.

Dalam bulletin, MN tidak merinci dasar argumen dari Kitab Allah dan Sunnah yang disebutnya pegangan utama umat Islam. Setahu kami ada hadis yang lebih kuat dan mutawatir bahwa Kitab Allah dan Itrah Ahlulbait yang diamanatkan Rasulullah saw.

Misalnya Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka yang berharga; Kitab Allah dan Itrah Ahlul Baitku. Selama berpegang pada keduanya, kalian tak akan tersesat selama-lamanya. Dan keduanya tidak akan terpisah hingga menjumpaiku di telaga Kautsar pada Hari Kiamat kelak.

Hadis ini diriwayatkan oleh Shahih Muslim jilid 7, halaman 122; Sunan Ad-Darimi, jilid 2, halaman 432; Musnad Ahmad jilid 3, halaman 14, 17, 26 dan jilid 4, halaman 371 serta jilid 5, halaman 182 dan 189; Mustadrak Al-Hakim jilid 3, halaman 109, 147 dan 533, dan Thurmudzi.

Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam ra, ia berkata: “Pada suatu hari Rasulullah saw berdiri di hadapan kita di sebuah tempat yang bernama Ghadir Khum seraya berpidato. Maka Beliau memanjatkan puja dan puji atas Allah menyampaikan nasihat dan peringatan. Kemudian Beliau bersabda ‘Ketahuilah –wahai manusia-sesungguhnya aku hanya seorang manusia; Aku merasa bahwa, utusan Tuhanku (malaikat maut) akan segera datang dan aku akan memenuhi panggilan itu. Dan aku tinggalkan padamu ats-tsaqalain; yang pertama: Kitab Allah, didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, maka berpegang teguhlah dengan Kitab Allah. ‘Lalu Beliau menganjurkan (kita) agar berpegang teguh dengan Kitab Allah- kemudian Beliau melanjutkan “Dan ahlulbaitku. Kuperingatkan kalian akan ahlulbaitku (beliau ucapkan ini tiga kali) .

Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, bab Fadhail Ali bin Abi Thalib, juz 2 hal.362; Tafsir al-Khazin, 1 : 4; Tafsir Ibn Katsir 4:113; Al_Baghawi, Mashabih al-Sunnah 2:278; Yanabi’ al-Mawaddah 29, 191; Al-Nabhani, Fath al-Kabir 1;252.

Rasulullah saw bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya aku meninggalkan pada kamu yang kalau kamu berpegang teguh kepadanya kamu tidak akan tersesat: Kitab Allah dan keluargaku Ahli Baitku”.

Diriwayatkan dalam Shahih al-Turmudzi 5:328, hadis # 3878; Kanz al-‘Ummal 1:154; Tafsir ibn Katsir 4:113; Jami’ al-Ushul 1:187.

Nah, coba bandingkan hadis Kitabullah wa Sunnati dengan Kitabullah wa Itrah Ahlulbait? Kalau tidak keliru yang disebutkan MN itu hadisnya tidak masuk dalam kategori kuat. Kami tidak menemukan hadis kitabullah wa sunnah dalam Bukhari maupun Muslim. Yang kami temukan hanya dalam Al-Muwaththa karya Imam Malik dan tidak ada sanad.

 

sumber : misykat

%d blogger menyukai ini: