HASAN AL BANNA DAN PROGRAM PENDEKATAN SUNNI-SYIAH

Imam syahid Hasan Al Banna adalah seorang pelopor gerakan Islam Kontemporer dan termasuk diantara tokoh-tokoh yang menghidupkan ide pendekatan sunnah-syiah serta yang paling bersemangat dalam upaya mewujudkan pendekatan antara mahzab-mahzab Islam. Namun ironisnya, ide pendekatan ini dinilai negatif dan dipandang pesimis oleh sebagian kelompok.
Betapapun demikian, Hasan al Banna dengan dukungan beberapa tokoh Islam serta beberapa ulama besar tetap menunjukkan antusias bagi terwujudnya hal tersebut dalam waktu yang tidak lama. Kemudian mereka bersepakat mengadakan konfrensi sunnah-syiah untuk mengkaji masalah aqidah dan pilar-pilar agama Islam yang bersifat konvensional serta mengesampingkan pembahasan-pembahasan yang keluar dari tema itu, seperti hal-hal yang keluar dari tema itu, seperti hal-hal yang bukan merupakan syarat iman atau sendi agama, sebab masalah tersebut (aqidah) adalah sesuatu bersifat yang prinsip (disepakati) dalam agama.

Al Ustadz Salim Al Bahnsawi berkata, “Sejak terbentuk kelompok-keompok pendekatan antara mahdzab-mahdzab islam yang di koordinir oleh Hasan AL Banna dan Imam Al Qummi serta aggota solidaritas Islam, maka berdampinganlah antara Ikhwanul Muslimin dengan syiah, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Imam Nawab Shafawi ke kairo pada tahun 1954. Tidaklah heran bila kedua golongan ini bertemu untuk mengadakan program pendekatan. Sebagaimana diketahui, Hasan al Banna pernah bertemu marja’ syi’i, Ayatullah Al Kasani pada musim haji tahun 1948, dimana di dalam pertemuan tersebut serjalin kesepakatan antara keduanya.

Seperti diceritakan oleh salah seorang anggota ikhwanul muslimin dan murid imam Syahid Hasan Al Banna yaitu Al Ustadz Abdul Muta’al Al Jabri dalam bukunya, “Limadza Uqhtuyila Hasan Al Banna” halaman 32, yang menyadur perkataan Robert Jackson, “Seandainya Hasan Al Banna berumur panjang niscaya akan mampu merealisasikan beberapa hal aktual di negeri ini, terutama setelah adanya konsensus antara Hasan AL Banna dan Ayatullah Al Kasani-seorang tokoh Iran- untuk persatuan sunni dan syiah setelah keduanya bertemu di Hijaz pada tahun 1948. Dan Hasilnya akan segera diketahui seandainya Hasan Al Banna tidak segera di eksekusi “

Syaikh Al Jabri mengomentari tulisan Robert Jackson, “Benar apa yang dikatakan Robert Jackson tentang keberanian Imam Hasan Al Banna dalam usahanya mengadakan pendekatan antara mahdzab-mahdzab Islam. Apakah kiranya yang akan terjadi seandainya beliau berkesempatan melalui periode yang spektakuler.

Dari Uraian tersebut diatas, bisa disimpulkan sebagai berikut :
Pertama, Imam Hasan Al Banna telah berupaya sekuat tenaga dalam merealisasikan gagasan persatuan Sunni Syiah.
Kedua, Pertemuan dan saling pengertian antara kedua belah pihak serta upaya menjauhkan diri dari arena perselisihan merupakan tuntutan dan program gerakan Islam yang sadar dan penuh tanggung jawab.

[1] disadur dari buku Al Sunnah wa Al Syi’ah Dojjah Mufta’ala

Mengenai Perjuangan Imam Syahid Hasan Al Banna dalam Persatuan sunni syiah dapat dibaca disini Perjuangan Hasan Albanna dalam mewujudkan Persatuan Sunni Syiah

Perjuangan Hasan al-Banna Dalam Mewujudkan Persatuan Sunni Syiah

 

 

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: