Tangguhnya ISIS, “Berjihad” Dengan Senjata Israel

Senjata Israel Di Suriah Shotussalam

Senjata-senjata Israel “bergentayangan” di Suriah, sesungguhnya bukanlah berita baru. Sejak tahun 2012, ketika Tentara Suriah berhasil mengalahkan kelompok pemberontak di kota Homs, berbagai bentuk senjata dari Israel behasil mereka sita. Diantaranya: RPG, mortir, senjata anti – tank, dan senapan. Video lengkapnya  bisa dilihat dihttp://www.youtube.com/watch?v=Jv87JAoAyZI

Kemudian pada tahun 2013, saat  Tentara Suriah dan Hizbullah melakukan operasi pembebasan kota al-Qusayr, kembali ditemukan senjata-senjata dengan huruf Hebrew yang digunakan oleh para pemberontak Suriah. (Al-Alam, 8 Juni 2013)

Hanya saja, ketika kita mengungkapkan fakta ini kepada pendukung pemberontak, dengan tegas mereka akan menampik. Keterlibatan Israel membantu pihak anti-Assad, seterang apapun buktinya, akan selalu disangkal keras dengan argumen:”Itu fitnah dan proganda anti-Islam” .

Namun sepandai-pandainya menutupi bangkai, kelak bau busuknya akan tercium. Shotussalam, media pendukung ISIS, dengan bangga mengunggah foto-foto aktivitas ISIS di wilayah Homs, Suriah. Di kamp militer, ISIS tengah berlatih menggunakan mortir kaliber kecil dan ringan.

Senjata Israel di Suriah Al Alam

Entah disadari atau tidak, senjata yang digunakan ISIS ini lagi-lagi dihiasi dengan cetakan huruf Hebrew, yang semakin menguatkan bukti bahwa memang benar – Israel ada dibalik kubu anti-Assad, dan satu hal yang harus dicatat, informasi ini disampaikan langsung oleh Kantor Media Daulah Islam Iraq dan Syam, yang kemudian dikutip Shotussalam.

 

Israel Terjun ke Kancah Perang Suriah

Selain memberikan dukungan dalam bentuk senjata, Israel juga turun tangan langsung ke dalam konflik Suriah dengan berbagai serangan di titik-titik strategis. Pertama kali, Israel melancarkan serangan pada tanggal 31 Januari 2013, di Syrian Scientific Studies and Research Center, sebuah pusat penelitian terkait senjata biologi dan kimia, di Jamraya, beberapa mil barat laut dari ibukota Suriah Damaskus. Serangan itu menargetkan konvoi militer Tentara Suriah yang sedang parkir di area penelitian. Hari itu, Tentara Suriah hendak melakukan transfer senjata kepada Hizbullah. Namun akibat serangan Israel, rudal anti-pesawat buatan Rusia SA-17, dan senjata lainnya hancur – sedangkan bangunan luluh lantak.

Serangan kedua, dilancarkan pada tanggal 3 Mei 2013.  Israel menyerang Damascus International Airport, yaitu Bandara Internasional Damaskus — targetnya adalah untuk memusnahkan senjata canggih buatan Rusia dan Iran seperti Russian anti-aircraft missiles, Iranian Fateh 110 surface to surface missiles.

Berselang 2 hari, kembali Israel menyerang Suriah, dan serangan ketiga kali ini kembali memborbadir Syrian Scientific Studies and Research Center, yang telah diserang sebelumnya pada bulan Januari.

Lalu, serangan Israel di Latakia pada tanggal 5 Juli 2013.  Dari laporan intelejen diungkapkan bahwa serangan kali ini diluncurkan dari Turki. Target dari serangan itu adalah untuk menghancurkan persenjataan milik Suriah, namun beberapa senjata canggih, seperti rudal jelajah Yakhnot,  anti-kapal supersonik buatan Rusia,  telah dipindahkan ke tempat yang aman oleh Tentara Suriah.

Markas militer Suriah di Lattakia pada tanggal 31 Oktober 2013, kembali menjadi target serangan Israel yang kelima. Pesawat-pesawat tempur Israel memborbadir daerah Latakia Utara di sepanjang pantai Mediterania. Serangan ini diyakini menargetkan senjata canggih Rusia, agar tidak sampai jatuh kepada Hizbullah. (Kelima serangan ini dirangkum di ABC News, 31 Oktober 2013)

Mengapa ISIS menggunakan senjata buatan Israel? Dan mengapa Israel begitu aktif menyerang Suriah? Dengan fakta-fakta diatas, bagaimana sesungguhnya hubungan ISIS dengan Israel? Berteman, atau bermusuhan?  (ba/LiputanIslam.com)

 

sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/tangguhnya-isis-berjihad-dengan-senjata-israel/

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: