Surat Terbuka untuk Muhammad Pizaro

Assalamu’alaikum Bapak Muhammad Pizaro, semoga Bapak dan keluarga senantiasa sehat dan dalam lindungan-Nya senantiasa. Maafkan karena saya menuliskan surat terbuka ini untuk Bapak. Beberapa hari yang lalu, saya membaca tulisan Bapak di Salam Online. Tulisan yang berjudul “Derita Muslim Palestina: Dijajah Zionis, Ditindas Syiah” itu, disebarluaskan secara masif, hingga sampai kepada saya.

Bapak mengecam peringatan Hari Al-Quds Internasional, yang menurut Bapak, hanyalah sebagai bentuk propaganda Syiah untuk menunjukkan kepedulian kepada Palestina. Namun, ada yang Bapak lalaikan, bahwa Hari Al-Quds , walau memang dicetuskan oleh Imam Khomeini (yang bermazhab Syiah) – tapi peringatannya dilakukan di seluruh dunia, yang pro-pada kemerdekaan Palestina dan anti- penjajahan Israel. Mau bukti? Saat perayaan Al-Quds di Bandung, hadir ulama dan intelektual muda NU, Kyai Al-Bantani. Apakah Bapak hendak menuding beliau sebagai Syiah?

Bapak bicara tentang pengungsi Suriah, yang menurut Bapak, ratusan ribu diantara pengungsi akibat konflik Suriah adalah pengungsi dari Palestina.  Benar sekali, tapi, kenapa Bapak tidak menjelaskan, bahwa Suriah, memang menjadi rumah kedua bagi Palestina, jutaan rakyat Palestina sejak Hari Nakba, mengungsi di Suriah. Salah satu tempat tinggal mereka adalah Kamp Yarmouk, yang puluhan tahun ditempati dengan aman dan nyaman. Mereka mendapatkan fasilitas, selayaknya warga Suriah asli. Dan siapa yang memberikannya? Ya, benar. Hafez al-Assad, dan putranya Bashar al-Assad, pemimpin Suriah. Dan adakah data-data yang valid, yang menunjukkan bahwa Arab Saudi, atau Qatar, atau negara-negara Arab kaya minyak lainnya yang tulus ikhlas membantu Palestina?

Bapak mengatakan bahwa Kamp Yarmouk dikepung tanpa makanan. Tapi Bapak lalai menceritakan bahwa Kamp Yarmouk dijadikan markas oleh pasukan pemberontak, dan menjadikan rakyat Palestina sebagai tameng hidup. Jadi, siapa sesungguhnya yang merupakan penjahat perang?

Atas angka-angka yang Bapak tunjukkan, bolehkah saya bertanya. Ada berapa pengungsi Palestina, dan juga rakyat Suriah yang harus tewas karena bom, mesiu, peluru, rudal, atau senjata kimia – sebelum adanya konflik yang meletus pada tahun 2011? Bukankah dulu Suriah adalah negara yang aman dan damai? Satu-satunya negara di Arab, yang rakyatnya hidup dalam toleran dan menghormati kemajemukan. Negara yang membebaskan rakyatnya memeluk, beribadah, sesuai dengan agama dan keyakinannya. Negara yang memfasilitasi kesehatan dan pendidikan rakyatnya. Negara yang melahirkan banyak ulama-ulama Ahlussunah moderat, seperti Syeikh Ramadhan Al-Buthi, yang kini telah berpulang. Sungguh, teramat mahal konflik  Suriah ini harus dibayar.

Terkait Hamas, terlepas dari segala langkah politiknya yang dinilai banyak pihak keliru dalam menyikapi konflik Suriah, tapi satu yang pasti, Hamas tidak pernah melepaskan diri secara total dari Iran, Suriah, dan Hizbullah. Terserah saja, Bapak bicara apa. Tapi jangan lupa, bahwa dana dan senjata Hamas, hanya datang dari Suriah dan Iran.

Bapak tahu Rudal M302? Rudal jarak jauh itu adalah buatan Suriah. Bapak tahu Roket Fajr-5 dan Sijjil yang digunakan Hamas? Itu adalah senjata buatan Iran. Mau bukti?

Rudal andalan militan Hamas, yakni rudal M-302 jadi buah bibir para analis Israel dan Amerika Serikat. Sebab, rudal jenis itu menghujani wilayah Israel setiap 10 menit selama Israel menginvasi Jalur Gaza dalam empat hari terakhir. Menurut IB Times, pada Kamis (10/7/2014), rudal M-302 pertama kali dikembangkan oleh militer Suriah. Namun, rudal jenis itu kini sudah biasa digunakan kelompok Hizbullah dan Hamas, serta pasukan loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad. (Sindonews, 11 Juli 2014)

Setelah peperangan Hamas-Israel memasuki tahapan baru, yaitu serangan darat Israel ke Jalur Gaza, terungkaplah adanya puluhan terowongan yang dijadikan sarana penyelundupan pasokan roket-roket dan senjata-senjata ke Jalur Gaza, terutama yang berasal dari Iran. Iran telah menemukan cara-cara mengirim roket ke Hamas selama bertahun-tahun, kebanyakan melalui terowongan Gaza dari Mesir dan Israel. Pihak Israel sudah lama mengkhawatirkan senjata-senjata Iran, terutama roket-roket, yang masuk ke Gaza. (Liputan6, 22 Juli 2014)

Kelompok Hamas meminta bantuan kelompok Muslim Syiah, Hizbullah, dari Lebanon dalam perjuangan melawan Israel. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (30/7/2014) di hari ke-23 operasi militer Israel yang sudah menewaskan setidaknya 1.300 warga Palestina. “Kami harap front Lebanon akan terbuka dan kita akan berjuang menghadapi Israel bersama-sama,” kata Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Mousa Abu Marzouk seperti dikutip kantor berita Rusia, RIA Novosti. (Tribunnewscom, 1 Agustus 2014)

Bapak bisa mencari bukti-bukti lainnya, masih sangat banyak dan sangat mudah diakses.

Lalu, Bapak mengecam agresi militer Israel di Lebanon, yang menurut Bapak, telah menewaskan rakyat Palestina. Memang, perang Israel-Lebanon berlangsung dalam waktu yang sangat panjang, dan menelan banyak korban jiwa. Tapi, kenapa Bapak lupa, untuk mengungkapkan siapakah yang berhasil mengusir Israel dari Lebanon?

Apakah Bapak mengira, ada Al-Qaeda di Lebanon yang mengusir Israel? Atau Bapak mengira, yang mengusir Israel adalah Osama bin Laden? Atau malah Bapak mengira yang mengusir Israel adalah Abu Bakar Al-Baghdadi?

Sayang sekali tidak. Yang menghancurkan Israel adalah Hizbulllah. Mau bukti lagi? Saya ambilkan dari Eramuslim, media “Islam”, dan Bapak, salah satu orang yang duduk di jajaran redaksinya bukan?

“Inilah bagian dari kejutan yang dijanjikan Nashrullah, Sekjen Hizbullah. Setelah sebelumnya mereka mengancam akan memberi balasan atas pembunuhan massal oleh Zionis yang menewaskan lebih dari 50 warga sipil Libanon, kini janji pembalasan itu terbukti. Dalam siaran Flash News di channel televisi Al-Manaar, Libanon, pasukan Hizbullah mengklaim telah kembali merudal kapal perang Zionis jenis Saer, yang mendekat di pantai Libanon.

“Pada pukul 16.30 waktu setempat hari Senin (31/7), perlawanan Islam Hizbullah berhasil meledakkan kapal perang milik angkatan laut Israel jenis Saer 4.5 yang ditumpangi oleh sekitar 53 polisi dan tentara Zionis. Kapal perang tersebut berada di dekat pantai Selatan Libanon,” demikian bunyi berita sekilas di televisi Al-Manaar.” (Eramuslim, 1 Agustus 2006- lihat screenshoot dibawah)

Jika dulu Bapak begitu membanggakan Hizbullah, dan kali ini menghujatnya habis-habisan, bolehkah saya tahu, apa motifnya? (ba)

janji hizbullah

Muhammad Pizaro, Eramuslim

 

 


 

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/surat-terbuka-untuk-muhammad-pizzaro/

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: