SESAMA MEDIA TAKFIRI SALING SERANG VOA “ISLAM” vs MUQAWAMAH

Sumber foto: Muqawamah.com

LiputanIslam.com – Akhirnya Voa-Islam menemukan lawan yang sepadan. Muqawamah.com, sebuah situs jihad lainnya yang mendukung Al-Nusra, turut unjuk gigi. Dari “perang media” mereka, saya [redaktur] menyimpulkan bahwa terjadi perpecahan akut di dalam kelompok jihadis yang berpengaruh pada para pendukungnya di Indonesia.

Dalam sebuah tulisan bantahan yang disampaikan oleh Muqawamah.com, yang mana keduanya saling membuka kebobrokan masing-masing, saya menemukan contoh manipulasi informasi yang dilakukan Voa-Islam dalam merilis berita.

Menurut Muqawamah.com, ketika terjadi penyerangan terhadap rumah amir Jabhah Nushrah Wilayah Idlib, yang menewaskan Abu Muhammad Al-Fatih dan keluarganya, pihak Jabhah Nushrah melalui Yayasan Media Al-Bashirah mengeluarkan sebuah video yang menghadirkan kesaksian dari korban penyerangan, saksi mata, sekaligus pelakunya langsung, yang mana dalam video rilisan tersebut disebutkan bahwa pelaku penyerangan tersebut adalah ISIS.

voa vs muqawamah 2

Namun Voa-Islam,berusaha menutupi fakta tersebut. Untuk itu, Voa Islam kemudian mengutip berita singkat dari Orient TV, stasiun TV milik oposisi sekuler Suriah, yang menyatakan bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh pasukan Qadisy yang berafiliasi dengan Garda Republik, lantas mempublikasikannya.

Namun tak lama berselang, Orient TV menjadi rujukan Voa-Islam merevisi berita yang sudah terlanjur mereka sebar sebelumnya melalui jejaring sosial, dan mengungkap bahwa benar, ISIS yang telah melakukan pembunuhan terhadap Abu Muhammad Al-Fatih dan keluarganya.

Kecurangan Voa Islam: ketika berita dari Orient TV diralat, seharusnya Voa juga turut meralat berita tersebut, yang sayang, hal itu tidak dilakukannya.

Perseteruan ISIS dan Al –Nusra, yang berlanjut dengan “perang media” para pendukungnya di Indonesia sepertinya akan terus berlanjut, apalagi mereka berasal dari kelompok yang senantiasa mengklaim bahwa kelompoknya berada di pihak yang benar, dan selain mereka adalah sesat. Malang bagi rakyat Suriah, karena perseteruan antar-takfiri ini sama sekali tidak berpotensi meredakan konflik yang telah berlangsung selama 3 tahun lamanya. Juga malang bagi Indonesia, karena “perang media” antar-takfiri seperti ini juga tidak membawa kontribusi apapun bagi kemajuan bangsa. (ba/LiputanIslam.com)

sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/lagi-perang-media-jihadis-di-indonesia/

Iklan