MENJAWAB FITNAH MEDIA NEO KHAWARIJ WAHABI SALAFI “NAHI MUNKAR” YANG MEMFITNAH ULAMA AHLU SUNNAH SURIAH

assad-dan-ulama-sunni

LiputanIslam.com — Syeikh Ahmad Hassoun,  Grand Mufti Suriah sudah sejak lama menjadi bulan-bulanan di Indonesia. Berbagai fitnah keji dilayangkan kepadanya, sampai- sampai ketika Liputan Islam mengkonfirmasi hal ini kepada narasumber  kami di Suriah (Ustadz MM), beliau berkata, “Kami sudah bosan mendengar berbagai celaan terhadap beliau..”

Oleh Voa Islam, Syeikh Ahmad Hassoun difitnah sebagai ulama Syiah yang telah berfatwa untuk membunuh muslim Ahlussunah di Suriah. Hal itu fitnah yang paling keji, karena sebagai seorang mufti yang bermazhab Syafii, beliau tidak pernah sekalipun berfatwa untuk membunuhi sesama muslim. Malahan, beliau menyeru kepada pemberontak Suriah untuk meletakkan senjata dan menjanjikan permohonan amnesti. Tulisan kami sebelumnya bisa dibaca di sini.

Atas klarifikasi dari Liputan Islam tersebut, Nahi Munkar, situs penebar kebencian lainnya ikut meradang. Berbagai tuduhan keji yang tak layak terlontar dari seorang ulama, kembali ditimpakan kepada beliau. Kalau Nahi Munkar dan media sejenisnya atau siapapun yang memfitnah Liputan Islam sebagai media munafik ataupun media kafir pendukung thagut, kami tidak merasa perlu untuk menjawab tuduhan tersebut, namun bila yang difitnah adalah ulama-ulama kami, kami tidak akan diam.

Karenanya, dalam upaya tabayun, Liputan Islam melakukan wawancara singkat dengan Ustadz MM, seorang warga NU yang telah 10 tahun lamanya menetap di Suriah. Beliau kuliah di Damaskus dan kini tengah menyusun tesis.

Liputan Islam: Assalamu’alaikum Ustadz

Ustadz MM : Wa’alaikumsalam warahmatullah

LI: Setelah  Asy-Syahid Syeikh Buthi, yang kemudian difitnah keji adalah Syeikh Ahmad Hassoun Grand Mufti Suriah.

UMM: Kami sudah bosan mendengar fitnah dan celaan yang menimpa Syeikh Hassoun, kini, apa lagi fitnah kepada beliau?

LI: Sekarang asal fitnahnya dari situs Nahi Munkar, dalam sebuah artikelnya Nahi Munkar menuliskan:

Dalam kasus Suriah, mereka mencoba mengambil oknum-oknum yang diklaim Sunni untuk membela thoghut Bashar al-Assad. Seperti Ahmad Hassoun, ulama munafiq, yang dalam sebuah video tersingkap belangnya bahwa ia mencela Sayyiduna Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, semoga Allah membinasakan orang yang melecehkan beliau, yang kami akan jelaskan kasus itu.

(Pada bagian akhir, ditulis sebagai berikut):

Dan kami sertakan pernyataan jelas tentang Ahmad Hassoun dan al-Buthi dari ulama besar dan muffassirul ‘ashr, Al-’Allamah Al-’Alim Al-Bahr Al-Mufassir Abuya Syaikh Muhammad Ali Ash-Shobuni Al-Halabi hafizhahullah, yang dengan jelas mengatakan bahwa Ahmad Hassoun adalah munafiq mudzabdzab penjilat rezim mujrim Bashar.

Beliau adalah ulama Sunni dan dibantah oleh Syeikh bin Baz karena qoul beliau dalam shifat-shifat Allah. Karena Abuya lebih condong pada madzhab Asy’ary dalam Shifat. Allamah Abuya Ash-Shobuni kelahiran tahun 1930 di Aleppo. Bahkan pada semester tiga pun kami diajarkan tafsir oleh Syaikh Abdullah As-Sibti memakai Kitab Allamah Ash-Shobuni Shafwatut Tafasir.

Pertanyaan kami, siapakah Allamah Abuya Ash Shobuni?

UMM: Abuya Ash Shobuni adalah ulama Aleppo yang berhaluan Ikhwanul Muslimin.
Pada upaya pembersihan di Suriah dari kader IM pda era 80-an, dia termasuk dalam daftar cekal, lalu kabur ke Arab Saudi sampai hari ini.

Disinilah pentingnya kita tahu latar belakang setiap ulama yang pro atau yg kontra dalam konflik di Suriah. Ciri-ciri khas mereka adalah tidak bisa menjaga lidahnya dari kata-kata keji yang tidak pantas keluar dari mulut seorang ulama kepada ulama lain yang berbeda pandangan politik dengan mereka. Mereka memiliki kemiripan dengan tokoh-tokoh Takfiri.

 

Salah satu kelompok yang memberontak di Suriah adalah Ikhwanul Muslimin, yang bercita-cita mendirikan negara Islam moderat (mungkin terinsiprasi dari keberhasilan revolusi di negara Mesir yang dipimpin oleh Muhammad Morsi sebelum akhirnya dikudeta). Jika kemudian ulama yang berhaluan IM menentang atau menuduh Syeikh Hassoun mapun Syeikh Buthi dengan tuduhan yang keji, hal demikian bukanlah peristiwa yang aneh lagi. Sebelum Ash Shobuni, ulama IM yang lain yaitu Syeikh Yusuf Qaradhawi juga mengeluarkan fatwa horor atas Suriah, yang akibat fatwanya tersebut ratusan ribu jiwa telah melayang, termasuk ulama moderat Asy-Syahid Syeikh Buthi. (ba/LiputanIslam.com)

sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/menjawab-nahi-munkar-ash-sobani-ulama-ikhwanul-muslimin/

Iklan

Komentar ditutup.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: